TUHANPUN MEMBEDAKAN MANUSIA, APALAGI MANUSIA DENGAN MANUSIA

 

Apa jadinya seandainya manusia itu sama semua ?

Semua manusia itu adalah presiden ?

Semua manusia itu adalah menteri ?

Semua manusia itu adalah pres. dir ?

Semua manusia itu adalah managing directur ?

 

Mungkin tapi boleh juga dikatakan hampir tidak ada kehidupan di dunia ini
karena akan sangat sangat sulit sekali ?

Siapa yang mau menanam padi ? kalau tidak ada makanan tentu kita bakal
kelaparan, akhirnya mati ?

Siapa yang mau jadi pembantu ? terpaksa masak dan kerja sendiri dirumah,
aduh sangat melelahkan, kalau sudah kelelahan akhirnya juga mati ?

 

Semua pada akhir kalimat dibubuhi tanda tanya, yang maksudnya tiada lain,
untuk menjawab judul kalimat diatas yaitu:

Tuhanpun Membedakan Manusia, apalagi Manusia dengan Manusia. Maha agung
Allah yang telah membedakan manusia di dunia ini, karena berbeda itu kita
bisa bertahan hidup di dunia, oleh karenanya terjadilah apa yang kita lihat
sekarang ini. Dan ada yang lebih dari itu juga untuk kehidupan di akhirat
juga manusia sangat dan sangat dibedakan oleh Allah. Tapi untuk di akhirat
criteria/ tolok ukur/ filter yang dibuat oleh Allah adalah sangat berbeda
dengan yang terjadi di Dunia. Untuk di Dunia tolok ukur yang dibuat Allah
adalah kaya/ miskin, pintar/ bodoh bla bla bla, karena kita berbeda maka
kita survive di dunia, tapi untuk di akhirat tolok ukurnya adalah amal
saleh. Itulah semua perbedaan yang diciptakan oleh Allah untuk manusia yang
hidup di dunia dan untuk manusia yang akan menuju akhirat.

 

Setengah dari judul telah jelas diuraikan diatas, bagaimana pula dengan
setengah judul lagi yaitu:

APALAGI MANUSIA DENGAN MANUSIA, bagaimana pula manusia membedakan manusia
dengan manusia.

Kalau yang ini tidak perlu dijelaskan, mulai kita lahir sudah kita lihat
diskriminasi yang terjadi, jadi buang waktu saja untuk dituliskan. Maka
kembali ke SOAL atau kembali ke INTI judul, bahwa Allah membedakan manusia
dengan manusia yang hidup di dunia ini, agar manusia itu ber-inter-aksi
sesama manusia agar manusia bisa bertahan hidup di dunia ini. Jika manusia
itu sama semua, tidak berapa lama kita akan mati semuanya. Untuk kehidupan
manusia diakhirat, Allah membedakan manusia karena amal salehnya.

 

Kesimpulan:

*       Enjoylah apapun roll and resposible yang telah di-assigned oleh
Allah kepada kita, karena hari kemarin tidak akan pernah kembali lagi. 
*       Beramalah sebagaimana seorang IKHSAN menuju tingkatan MUKHSIN, agar
dapat tempat yang mulia disisi Allah di akhirat.

 

Salam kompak selalu dari Doha, state of Qatar.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke