Mas Nizam, Sangat setuju sekali dengan pendapat anda ini. Salam
Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami Sent: Monday, November 10, 2008 9:36 AM To: is-lam Subject: [is-lam] Bagaimana Ummat Islam Harus Memilih Pemimpin? Assalamu'alaikum wr wb, Ketika saya menulis ummat Islam agar jangan memilih Sri Sultan sebagai presiden, ada beberapa anggota yang protes. Ini black campaigne, ini pembunuhan karakter, dsb. Sesungguhnya Allah dan Rasulnya sudah menurunkan tuntunan dalam memilih pemimpin. Pilih pemimpin yang bisa mengajak kita jadi orang yang takwa. Yaitu mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Dalam surat Al Israa':32 Allah melarang ummat Islam mendekati zina: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." Nah bagaimana mungkin ketika 80% anggota DPR sudah menyetujui UU Pornografi untuk membatasi kemaksiatan pornografi/perzinahan, Sri Sultan dan Istri justru menentangnya? Patutkah orang seperti itu dijadikan Pemimpin? Harusnya seorang pemimpin justru memimpin kita untuk memberantas kemaksiatan. Bukan justru mencegah kita berbuat itu. Saya coba memuat info tentang Capres Indonesia seobyektif mungkin di: http://capresindonesia.wordpress.com Baca informasi lain: http://muslimdaily.net/?UR5DRlNKVUIHRB5DRlNKVUIHUB5FRlVCSk0HSh4SGRkX&title=D isayangkan,%20Istri%20Sultan%20Hamengkubuwono%20Ikut%20Tolak%20RUU%20Pornogr afi == Hal ini ditegaskan oleh GKR Hemas, permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada wartawan, Kamis (30/10) malam. Kami menilai jika UU Pornografi ini diberlakukan maka justru meng-ancam kesatuan bangsa, ujarnya. http://www.sinarharapan.co.id/berita/0810/31/sh01.html === http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=67101 Ratusan seniman dan aktivis di Yogyakarta, hari ini, menggelar aksi protes menolak Randangan Undang-undang Pornografi. Penolakan juga disuarakan permaisuri Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas (GKRM). Alasannya hampir serupa, yakni RUU tersebut secara tidak langsung mengekang dan menutup kreasi para seniman === === Disayangkan, Istri Sultan Hamengkubuwono Ikut Tolak RUU Pornografi Sesungguhnya dalam Islam pemimpin itu sangat penting. Oleh karena itu kita harus memilih pemimpin berdasarkan tuntutan ajaran Islam. Bukan mengikuti hawa nafsu kita. Meski waktu saya terbatas, namun insya Allah jika ada waktu luang akan saya coba bahas tentang mereka. Sisi positif niscaya akan disebarluaskan oleh para pendukungnya. Oleh karena itu mungkin fokus saya di sisi negatif. Apakah secara Islam masih bisa ditoleransi atau tidak. Mohon maaf jika ada yang salah. Wassalam Berikut satu tulisan lama saya di Oase Islam. http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&file=print&sid=260 Bagaimana Seharusnya Umat Islam Memilih Pemimpin Diupdate pada hari: Jum'at, 26 Maret 2004 Topik: Lembar Jum'at Pemimpin negara adalah faktor penting dalam kehidupan bernegara. Jika pemimpin negara itu jujur, baik, cerdas dan amanah, niscaya rakyatnya akan makmur. Sebaliknya jika pemimpinnya tidak jujur, korup, serta menzalimi rakyatnya, niscaya rakyatnya akan sengsara. A Nizami Pemimpin negara adalah faktor penting dalam kehidupan bernegara. Jika pemimpin negara itu jujur, baik, cerdas dan amanah, niscaya rakyatnya akan makmur. Sebaliknya jika pemimpinnya tidak jujur, korup, serta menzalimi rakyatnya, niscaya rakyatnya akan sengsara. Oleh karena itulah Islam memberikan pedoman dalam memilih pemimpin yang baik. Dalam Al QurÆan, Allah SWT memerintahkan ummat Islam untuk memilih pemimpin yang baik dan beriman: ôKabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. ô (An Nisaa 4:138-139) "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimmpin (mu): sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagiaa yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada oarng-orang yang zalim " (QS. Al-Maidah: 51) "Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang2 yang zalim" (At Taubah:23) "Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang2 kafir menjadi wali (teman atau pelindung)" (An Nisaa:144) "Janganlah orang2 mukmin mengambil orang2 kafir jadi pemimpin, bukan orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali Imran:28) Selain beriman, seorang pemimpin juga harus adil: Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: ôada tujuh golongan manusia yang kelak akan memperoleh naungan dari Allah pada hari yang tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya, (mereka itu ialah): 1. Imam/pemimpin yang adil 2. Pemuda yang terus-menerus hidup dalam beribadah kepada Allah 3. Seorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid 4. Dua orang yang bercinta-cintaan karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah pun karena Allah 5. Seorang pria yang diajak (berbuat serong) oleh seorang wanita kaya dan cantik, lalu ia menjawab ôsesungguhnya aku takut kepada Allahö 6. Seorang yang bersedekah dengan satu sedekah dengan amat rahasia, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya 7. Seorang yang selalu ingat kepada Allah (dzikrullÔh) di waktu sendirian, hingga melelehkan air matanya. (HR. Bukhari dan Muslim) ôHai orang-orang yang beriman! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena Allah. Dan janganlah rasa benci mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat dengan taqwaàö (Q.s. Al-Maidah 5: 8) Keadilan yang diserukan al-QurÆan pada dasarnya mencakup keadilan di bidang ekonomi, sosial, dan terlebih lagi, dalam bidang hukum. Seorang pemimpin yang adil, indikasinya adalah selalu menegakkan supremasi hukum; memandang dan memperlakukan semua manusia sama di depan hukum, tanpa pandang bulu. Hal inilah yang telah diperintahkan al-QurÆan dan dicontohkan oleh Rasulullah ketika bertekad untuk menegakkan hukum (dalam konteks pencurian), walaupun pelakunya adalah putri beliau sendiri, Fatimah, misalnya. ôWahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau bapak ibu dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau miskin, Allah lebih mengetahui kemaslahatan keduanyaö. (Qs. An-Nisa; 4: 135) Dalam sebuah kesempatan, ketika seorang perempuan dari suku Makhzun dipotong tangannya lantaran mencuri, kemudian keluarga perempuan itu meminta Usama bin Zaid supaya memohon kepada Rasulullah untuk membebaskannya, Rasulullah pun marah. Beliau bahkan mengingatkan bahwa, kehancuran masyarakat sebelum kita disebabkan oleh ketidakadilan dalam supremasi hukum seperti itu. Dari Aisyah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: adakah patut engkau memintakan kebebasan dari satu hukuman dari beberapa hukuman (yang diwajibkan) oleh Allah? Kemudian ia berdiri lalu berkhutbah, dan berkata: æHai para manusia! Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu rusak/binasa dikarenakan apabila orang-orang yang mulia diantara mereka mencuri, mereka bebaskan. Tetapi, apabila orang yang lemah mencuri, mereka berikan kepadanya hukumÆ. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud, Ahmad, Dariini, dan Ibnu Majah) ôSesungguhnya Allah akan melindungi negara yang menegakkan keadilan walaupun ia kafir, dan tidak akan melindungi negara yang dzalim (tiran) walaupun ia muslimö. (Mutiara I dr Ali ibn Abi Thalib) Pilihlah pemimpin yang jujur: Dari MaÆqil ra. Berkata: saya akan menceritakan kepada engkau hadist yang saya dengar dari Rasulullah saw. Dan saya telah mendengar beliau bersabda: ôseseorang yang telah ditugaskan Tuhan untuk memerintah rakyat (pejabat), kalau ia tidak memimpin rakyat dengan jujur, niscaya dia tidak akan memperoleh bau surgaö. (HR. Bukhari) Pilih pemimpin yang mau mencegah dan memberantas kemungkaran seperti korupsi, nepotisme, manipulasi, dll: ôBarang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka hendaknya merubah dengan lisannya, jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itulah selemah-lemahnya imanö. (HR. Muslim) Pilih pemimpin yang bisa mempersatukan ummat, bukan yang fanatik terhadap kelompoknya sendiri: Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyatakan dalam Al QurÆan : ô à Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian, orang-orang Muslim, dari dahulu à .ö (QS. Al Hajj : 78) Dalam menafsirkan ayat di atas, Imam Ibnu Katsir menukil satu hadits yang berbunyi : ôBarangsiapa menyeru dengan seruan-seruan jahiliyah maka sesungguhnya dia menyeru ke pintu jahanam.ö Berkata seseorang : ôYa Rasulullah, walaupun dia puasa dan shalat?ö ôYa, walaupun dia puasa dan shalat, walaupun dia mengaku Muslim. Maka menyerulah kalian dengan seruan yang Allah telah memberikan nama atas kalian, yaitu : Al Muslimin, Al Mukminin, Hamba-Hamba Allah.ö (HR. Ahmad jilid 4/130, 202 dan jilid 5/344) Ada beberapa sifat baik yang harus dimiliki oleh para Nabi, yaitu: Amanah (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), serta tabligh (berkomunikasi dgn baik dgn rakyatnya). Sifat di atas juga harus dimiliki oleh pemimpin yang kita pilih. Pilih pemimpin yang amanah, sehingga dia benar-benar berusaha mensejahterakan rakyatnya. Bukan hanya bisa menjual aset negara atau kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Pilih pemimpin yang cerdas, sehingga dia tidak bisa ditipu oleh anak buahnya atau kelompok lain sehingga merugikan negara. Pemimpin yang cerdas punya visi dan misi yang jelas untuk memajukan rakyatnya. Terkadang kita begitu apatis dengan pemimpin yang korup, sehingga memilih Golput. Sikap golput atau tidak memilih pemimpin merupakan sikap yang kurang baik. Dalam Islam, kepemimpinan itu penting, sehingga Nabi pernah berkata, jika kalian bepergian, pilihlah satu orang jadi pemimpin. Jika hanya berdua, maka salah satunya jadi pemimpin. Sholat wajib pun yang paling baik adalah yang ada pemimpinnya (imam). === Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com Can I loose my weight? _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
