"Kematian bukanlah sesuatu yang buruk" sungguh merupakan phrase yang mudah
diungkapkan tetapi sulit untuk diingat. Terlebih lagi jika kehidupan duniawi
telah dipandang sebagai "center of the universe". Bagi penganut pemikiran
seperti ini, beyond this life is truly "beyond".

Islam mengajarkan banyak hal baik, termasuk didalamnya adalah memahami bahwa
kehidupan kini bukanlah akhir perjalanan. Masih ada etape lanjutan;
keabadian di masa depan. Pencapaian terbaik justru ada di masa itu (grand
achievement). Sementara yang lain menganggap bahwa masa depannya masih di
sini, sebelum akhirnya datang saat kematian. 

Orang dengan pengharapan yang baik akan masa depannya di alam after-life
mengisi kehidupannya saat ini dengan hal-hal yang menguntungkan sebagai
bekal di "kehidupannya" yang lain. Sementara yang tidak, justru menghabiskan
energinya untuk kepentingan saat ini. Hidup, dari angle ini, lalu menjadi
sangat now-or-never dan karenanya mereka tak pernah rela dengan kematian.
"Kematian bukanlah sesuatu yang buruk" tidak ada dalam kamus mereka.

Amrozi cs dianggap telah sangat berdosa karena dituduh sengaja merampas
kehidupan para korban Bom Bali. Sedang Amrozi sendiri malah memiliki
pandangan yang justru sebaliknya. Dua pemahaman yang bertolak-belakang ini,
menurut saya, sulit untuk bisa bertemu. 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Syarif Hidayat
Sent: 17 Nopember 2008 8:27
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] FW: [pks-qatar] Amrozi Cs dan Korban (pos kota news)

Menurut saya... bagi mereka yang menjadi korban perang baik dari pihak musuh
atau pihak kawan yang sengaja dan tidak sengaja menjadi korban perang karna
berada di lokasi perang adalah bagian dari pelaku perang itu sendiri. 
Bukankah ALLAH SWT maha adil,... 
Apakah ALLAH SWT tidak memberikan inmabalan kepada mereka yang menjadi
korban ketidak sengajaan dalam perang? 
Bukankan rahmatNya amat tak terhingga,... jika ada orang mukmin yang secara
tidak sengaja di berada di lokasi perang dan menjadi korban perang,.. apakah
ia bukan Syuhada? Atau apakah ia juga termasuk syuhada? 
Ketahuilah ALLAH SWT tidak sulit memutuskan perkara-perkara sepereti itu.
Mari kita permudah lagi, dan berandai-andai,.. bisa saja, jika ada orang
mukmin yang terkena serangan bom dalam perang karna tidak sengaja, maka ia
juga adalah syuhada.
Menjadi syuhada itu tidak hanya untuk yang menyerang saja, tetapi juga bisa
kepada yang menjadi korban pada saat serangan terjadi.
Dunia ini bukanlah dunia ideal seperti Syurga. Akan selalu ada kesalahan,
kekacauan, perang. Dan dari situlah tercipta jalan dan kesempatan untuk
menjadi syuhada secara sengaja dan tidak sengaja.
Mari kita berandai-andai, jika ada seorang muslim yang mati dan korban karna
bom Bali... apakah dia rugi...???
Kita terlalu banyak menilai bahwa mati adalah hal yang buruk!
Padaha mati bukanlah hal yang buruk! 
Tak ada salahnya mencontoh orang sufie yang selalu berkata, ya Tuhan kami,,
betapa rindu kami padaMu yang selalu menantikan pertemuan itu?
Bagi orang Islam, Mati adalah pintu untuk bertemu Tuhan, bagimanapun cara
dan kejadiannya tetap mengandung tujuan yang sama,... ahirat.
Apakah ada yang salah dari semua itu?

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke