----- Original Message ----- 
From: altaufan_riza 
To: jainal ; Aan ; Ari ; Donna ; irianto ; juliwidiyana ; s...@ndy ; david ; 
ade yartadinata ; M Surrez Maulana 
Cc: hendrik ; yuda ; cicuk (IT Support) ; saidi ; wahyu ; Hendro 
Sent: Tuesday, December 16, 2008 11:38 AM
Subject: Dilempari Sepatu, Bush Malah Bercanda


Dilempari Sepatu, Bush Malah Bercanda
 
(Getty Images/SAUL LOEB)
Presiden AS George W. Bush mengedipkan matanya setelah dilempar sepatu oleh 
seorang warga Irak dalam acara konferensi pers gabungan bersama Perdana Menteri 
Irak Nuri al-Maliki di Baghdad, 14 Desember 2008
Video
Presiden Bush Dilempari Sepatu /KompasTV
Artikel Terkait: 
  a.. Presiden Bush Dilempari Sepatu di Irak 
  b.. Bush: Invasi ke Irak Sulit, tapi Penting 
  c.. Kunjungan Perpisahan Bush ke Irak 
  d.. Bush Tetap Bela Kekerasan Militer AS 
  e.. Kebobrokan Bush Terbuka di Hadapan Obama

  a.. Pemerintah dan Tentara Irak Mulai Ambil Kendali 
  b.. Kesepakatan Baru Irak-AS
 Senin, 15 Desember 2008 | 12:43 WIB
BAGHDAD, SENIN — Dalam kunjungannya yang sangat dirahasiakan dan diwarnai oleh 
aksi pelemparan sepatu di Baghdad, Presiden George W Bush yang akan berakhir 
masa jabatannya pada bulan depan justru memuji perkembangan pertempuran yang 
dilancarkan oleh pasukan AS. "Ini adalah ciuman perpisahan, kamu anjing!" 
teriak seorang pelaku unjuk rasa dalam bahasa Arab.

Pelaku unjuk rasa yang melemparkan sepatunya ke arah Bush itu diketahui bernama 
Muntadar al-Zeidi, seorang koresponden Al-Baghdadia, televisi nasional Irak 
yang berbasis di Kairo, Mesir. "Ini untuk para janda, anak-anak yatim piatu, 
dan mereka yang tewas terbunuh di Irak," ucap Muntadar al-Zeidi lantang untuk 
menjelaskan aksinya melempar dua buah sepatu ke arah Bush.

Bush berhasil menghindar dari sepatu yang melayang ke arah dirinya dengan 
menundukkan kepalanya. Kedua sepatu melintas di atas kepala Bush dan menghantam 
dinding yang dibelakangi oleh Presiden AS itu dengan suara cukup keras.

"Ukuran 10," kata Bush dengan penuh canda mengomentari sepatu yang melayang ke 
arah dirinya itu. Komentar itu disampaikan Bush setelah Muntadar al-Zeidi 
melempar dua sepatu ke arah Presiden AS tersebut dari jarak sekitar 6 meter.

Pada lemparan sepatu pertama, Bush menunduk dan sepatu itu hampir menyentuh 
kepalanya. Bush kembali menundukkan kepala saat lemparan sepatu kedua yang 
berlangsung dengan cepat sebelum akhirnya wartawan itu dibawa ke luar ruangan 
oleh beberapa personel keamanan. 

Bush berkunjung ke Ibu Kota Irak itu tepat 37 hari sebelum ia menyerahkan 
kebijakan perangnya kepada Barack Obama yang telah berjanji mengakhiri 
pertempuran tersebut. Bush berupaya menekankan penurunan aksi kekerasan dan 
merayakan kesepakatan keamanan yang dijalin oleh AS dan Irak belakangan. 
Kesepakatan itu menyerukan penarikan pasukan AS dari Irak menjelang akhir 2011.

"Perang belum usai," kata Bush. "Perang ini sudah pasti menuju kemenangan."

Bush kemudian melanjutkan perjalanannya ke Pangkalan Udara Bagram, Afganistan, 
untuk menemui lebih dari 1.000 personel pasukan AS dan asing. "Afganistan 
adalah sebuah negara yang secara dramatis berubah dibandingkan dengan delapan 
tahun lalu," ucap Bush. "AS meraih kemajuan dalam pertempuran di sana."

Hampir 150.000 tentara AS masih berada di Irak. Lebih dari 4.209 tentara AS 
tewas dan dana 576 miliar dollar AS telah dihabiskan sejak pertempuran di 
negara itu dimulai 5 tahun 9 bulan silam.

Di Afganistan, terdapat sekitar 31.000 tentara AS. Para komandan pasukan AS 
telah menyerukan penambahan pasukan hingga 20.000 lebih personel untuk 
menghadapi pertempuran yang cukup sulit, terutama di Afganistan selatan yang 
menjadi sarang Taliban. Tingkat kekerasan telah meningkat tajam di wilayah 
tersebut pada tahun ini.

Hasil beberapa jajak pendapat menunjukkan, sebagian besar warga AS yakin bahwa 
Pemerintah AS telah menyimpang dari target invasi ke Irak pada 2003. Bush 
mendeklarasikan perang melawan Pemimpin Irak Saddam Hussein dengan alasan bahwa 
negara di Timur Tengah itu menyimpan senjata pemusnah massal.

Namun, senjata pemusnah massal yang dimaksud tidak pernah ada sehingga 
intelijen AS didiskreditkan dan kredibilitas pemerintahan Bush tercoreng.


JIM 
Sumber : AP

Share on Facebook 
Nilai 4.63  - Beri Rating Artikel - ---------- Sangat Baik Baik Cukup Kurang 
Sangat Kurang   A A A   
Ada 35 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
reyno @ Selasa, 16 Desember 2008 | 08:10 WIB
Amin Al-Katiri..., aku nggak paham kamu ngomong apa. Apa hubungan lemparan 
sepatu dengan OPEC ? cerdas dikit donk . . .
Ir Abdur Rohim, MM @ Selasa, 16 Desember 2008 | 04:57 WIB
Lemparan sepatu belum apa-apa, bila dibandingkan dengan lemparan peluruuuu, 
boooom, dan peluru kendaliiiiiii..... yam khaaaan ?
Tekky Natale @ Selasa, 16 Desember 2008 | 02:01 WIB
hahahaha it's funny I mean he is our president... in my country of course, but 
that was really FUNNY!!!! hahahahaha. That guy got beat up by the secret 
service though hahahaha
fahhol @ Selasa, 16 Desember 2008 | 01:06 WIB
HATI-HATI tuan Bush,jangan-jangan kalau ke Afganistan nanti dilempar Rudal 
Deddy Hidayat @ Selasa, 16 Desember 2008 | 00:22 WIB
Memang sebaiknya semua negara berani kompak untuk menolak semua kebijaksanaan 
Amerika yang ingi memerangi sebuah negara tanpa mau mendengarkan anjuran dari 
negara lain sekalipun PBB dia bisa mengacuhkan kebijaksanaan yang dikeluarkan. 
Hasil dari kebijaksanaan George W Bush saat ,yah resesi bagi USA dan dunia, 
biar tahu rasa....
1234567Posting komentar anda


Trims
Taufan

<<reg_int.gif>>

<<star.gif>>

<<starabu.gif>>

<<icon_print.gif>>

<<icon_mail.gif>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke