Ketika kita diskusi tentang Ikhtiar dan Ketentuan, banyak peserta yang tidak
sadar berdiri di titik-titik ekstrim. Titik ekstrem yang pertama adalah titik
ikhtiar mutlak, sehingga peserta cenderung mengabaikan ketentuan. Titik ekstrem
yang kedua adalah titik ikhtiar ketentuan mutlak, sehingga peserta cenderung
meremehkan ikhtiar.
IMHO, diskusi lalu menjadi ngalor dan ngidul, atau bertemu, tetapi sebagai
tabrakan yang gempita.
Apakah umur ditentukan oleh Allah? Jawaban "Ya" pasti akan memancing reaksi
frontal dari kubu ikhtiar mutlak; hampir pasti lalu disajikan data-data
mengenai berbagai hasil ikhtiar, yang hakekatnya ingin menyatakan bahwa umur
ditentukan oleh ikhtiar kita bukan ditentukan oleh Allah. Kontra reaksi dengan
langgam yang berkebalikan pasti juga akan diluncurkan.
Padahal, sekali lagi IMHO, masalahnya bukan disitu. Masalahnya adalah pada
bagaimana Allah menentukan. Bagaimana yang pasti tentu saja kita tidak bisa
sampai, karena Allah tidak tersamai oleh segala sesuatu. Dengan bersandar pada
hadist-hadist mengenal amal yang dapat memanjangkan umur, IMHO lagi, secara
manusiawi penentuan Allah berkenaan dengan umur dapat digagas sebagai bersifat
fungsional, misalnya berbentuk:
Umur = bo + b1 X1 + b2 X2 ... + bi Xi + e
x1 misalnya bisa saja misalnya adalah kualitas makanan
x2 misalnya adalah cara hidup sehat
x3 misalnya adalah olah raga
x4 misalnya adalah aktivitas karitas islami
xi dll
Unsur x adalah unsur ikhtiari dari ketentuan umur. Kita harus selalu
mengupayakan sebaik mungkin agar kita diberi Allah panjang umur.
Unsur e adalah error term, yang merepresentasi faktor-faktor lain yang hampir
pasti tidak bisa secara menyeluruh diperhitungkan manusia. Unsur ini unsur non
ikhtiari, manusia hanya bisa pasrah menerima dampaknya.
Unsur e ini, IMHO, mesti kita pakai sebagai dasar dari sikap tawwakal, bahwa
setelah ikhtiar maka pada akhirnya Allah jua yang menentukan umur kita.
Jadi, ikhtiar dan ketentuan harus selalu kita pahami secara dinamis seimbang.
Tidak perlu ditabrak-tabrakan. Sakit kan jadinya:-)
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam