JAKARTA--MI: Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengaku kaget dan heran melihat pegawai negeri sipil di lingkungan Gedung Sate sering membungkuk ketika berpapasan dengan gubernur atau wakil gubernur. "Saya tidak mau berubah jadi feodal. karena itu penghormatan yang berlebihan dengan cara membungkuk harus dihilangkan," ujar Dede, akhir pekan lalu. Sebagai profesional yang datang dari dunia artis, Dede mengaku terbiasa egaliter dan tidak perlu penghormatan berlebihan. Apalagi dia termasuk tokoh muda yang diharapkan membawa kultur baru di dunia birokrasi dan pemerintahan. "Saya ini orang muda. Selama ini saya terbiasa bermitra dan komunikasi dengan siapa pun secara sejajar. Tapi kalau setiap hari saya terus-terusan dihormati dengan cara membungkuk, lama-lama saya jadi feodal. Saya tak mau berubah jadi sosok feodal," katanya. Tradisi membungkuk di lingkungan Pemprov Jabar itu, menurut mantan anggota DPR RI tersebut, merupakan warisan Orde Baru yang tidak sesuai lagi dengan era sekarang. Karenanya ia memandang perlu membangun kepemimpinan baru saat ini lewat kemitraan yang produktif antara atasan dan bawahan. "Kalau bertemu gubernur atau wakil gubernur cukup bilang selamat pagi atau <I>wilujeng enjing saja. Tak usah sampai membungkuk seperti orang Jepang," kata Wakil Sekjen DPP PAN itu mengenai tradisi yang dinilainya tidak produktif dan berbau feodalisme tersebut. Lebih jauh, Dede mengaku rikuh dengan keadaan itu. Pasalnya, para pejabat yang usianya lebih tua juga sering membungkuk dihadapannya dan gubernur. (Ant/OL-06) Al-khori M. Al-Khor Community Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
