mawan sugiyanto
bogor, indonesia
 
 
www.maoneid.indoinvestor.com
 



----- Forwarded Message ----
From: Rahmat Pramulya <[email protected]>
To: andi nuryanto <[email protected]>; andin setyawan 
<[email protected]>; Abdul Hadi <[email protected]>; 
abdurrahman abdurrahman <[email protected]>; adias tuti 
<[email protected]>; Afri Yudianto <[email protected]>; Afriyudianto 
<[email protected]>; ALUMNI FATETA IPB 
<[email protected]>; alumni ipb <[email protected]>; 
ALUMNI TIN IPB <[email protected]>; amzul arifin 
<[email protected]>; angkatan TIB-30 <[email protected]>; Ardiansyah 
<[email protected]>; Arfie Thahar <[email protected]>; erika kartikawati 
<[email protected]>; siti balkis <[email protected]>; Mohammad Basyuni 
<[email protected]>; baban sarbana <[email protected]>; Nuradli Ridzwan 
Shah Bin Hj Mohd Dali <[email protected]>; Yudi chadirin 
<[email protected]>; aveciena djamal <[email protected]>; avis 
djamal <[email protected]>; epi taufik <[email protected]>;
 [email protected]; fauzan latiefR38 <[email protected]>; ftm1301 
<[email protected]>; Rizal Fapet34 <[email protected]>; zoel fadli 
<[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
YODFIATFINDA <[email protected]>; hamada istanta 
<[email protected]>; Helmi Helmi <[email protected]>; Hino Prasetyo 
<[email protected]>; novicto herlistianto 
<[email protected]>; arif imam suroso <[email protected]>; 
isra safril <[email protected]>; muhammad saiful rachman 
<[email protected]>; rizky mahendra <[email protected]>; rahmad kelana 
<[email protected]>; lunar parisa <[email protected]>; Mawan 
<[email protected]>; masani masani <[email protected]>; mba mei 
<[email protected]>; muhamad karebet <[email protected]>; pak yodfi 
<[email protected]>; [email protected]; fajri ofeser 
<[email protected]>
Cc: puri r38 <[email protected]>; ratih puspitarini 
<[email protected]>; saudalle teno <[email protected]>; Yuni 
<[email protected]>; [email protected]; redaksi alazhar_mesir 
<[email protected]>; rika azmi_tin30 <[email protected]>; 
rudi rudi <[email protected]>; Sekti Rahardjo <[email protected]>; 
silam silam <[email protected]>; Yessi <[email protected]>; dadang trena 
<[email protected]>; Emitha Thamrin <[email protected]>; zepri yandi 
<[email protected]>; zoel fadli <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 13, 2009 1:02:50 PM
Subject: Fw: Ngapain sih mendukung palestina?








Laknatullah. ..
semoga azab Allah SWT yang paling pedih ditimpakan pada mereka yang telah 
mendukung israel 


Ngapain sih mendukung Palestina?

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir,
Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan
terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina
diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?

Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah,
dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak
berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia
malah berhutang dukungan untuk Palestina.

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada
17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure)
sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari
bangsa-bangsa lain. Pada poin ini  kita tertolong dengan adanya pengakuan
dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia
bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan
Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar
Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan
Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh.
Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan
Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini
diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya
pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata
Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain
belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin  Al-Husaini
-mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan
'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan
diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami,
bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang
disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan,
bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan." Syekh
Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga
berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan
Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut
tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat
dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta
benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah  seorang
Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad
Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan
menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan
berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan
Indonesia .."

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan
RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang
disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI
untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.
Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan
negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan &
pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi
sangat kuat. Para  pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia
Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga
internasional PBB dan Liga Arab sangat
gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam
sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada
Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris
atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya,
demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya
Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di
lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada
yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum
Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat
kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata  telah
sampai di Port Said.
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih - tanda
solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau
blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai
air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya
melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat
besar pengangkut logistik untuk "Volendam"
bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr.
Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan
pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan
perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:

"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar
itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka  menyerang
kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan
motor-boat besar itu kejuruan lain."

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada minornya
menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan
Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia
seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya
untuk membebaskan diri dari Eropa."

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang
saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran
bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan
kita.

Statement Tokoh dalam buku ini:

Dr. Moh. Hatta
"Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup
bagi  Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu
dilakukannya di masa-masa yang lampau."

A.H. Nasution
"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan
jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di
luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen,
memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki
mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2
revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur
Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus
dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut
melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial".

"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
mencintai antara satu sama lain  ibarat satu tubuh. Jika salah satu
anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan
tidak dapat tidur." (HR Bukhari)


________________________________
New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!   
__._,_.___ 
Messages in this topic  (1)  Reply  (via web post)  | Start a new topic  
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group  | Yahoo! Groups Terms of Use  | Unsubscribe  
Recent Activity
        *  1
New MembersVisit Your Group  
Yahoo! Avatars
Express Yourself
Get animated.
Change your style
Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with others.
. 
__,_._,___ 

________________________________
 New Email names for you!  
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke