Selasa, 03 Februari 2009 pukul 07:17:00
Umat Diimbau tak Terjebak Organisasi Rekaan Yahudi
BANDUNG -- Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) mengimbau agar umat Islam tak
terjebak dengan organisasi-organisasi rekaan bangsa Yahudi yang berkedok
kemanusiaan. Ketua FUUI, KH Athian Ali Muhammad Dai, menilai, organisasi
bentukan Yahudi itu bertujuan mengafirkan umat Islam.
Pihaknya mensinyalir, salah satu organisasi yang memiliki jaringan dengan
Israel yang beroperasi di Bandung adalah Rotary Club. ''Bukti bahwa Rotary Club
merupakan bagian dari organisasi yang dibentuk bangsa Yahudi sudah sangat
kuat,'' tegas Athian kepada Republika.
Menurut dia, organisasi itu merupakan organisasi yang menginduk pada sebuah
organisasi kemanusiaan yang kantor pusatnya berada di Negara Israel, yaitu
Freemansory. Athian menegaskan, Freemansory merupakan intelijen Yahudi yang
merupakan induk dari organisasi-organisasi di bawahnya, antara lain Rotary Club
dan Lions Club.
''Dari informasi itu, Rotary Club maupun Lions Club berupaya untuk mengubah
akidah anggotanya menjadi ateis atau tidak mengakui tuhan,'' cetusnya. Menurut
Athian, banyak pejabat, pengusaha, dan guru besar di universitas ternama di
Kota Bandung yang menjadi anggota organisasi itu.
Sebenarnya, papar Athian, organisasi itu sudah dilarang beroperasi di Indonesia
pada era Soekarno. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 264
Tahun 1962, kata dia, Presiden Soekarno melarang Rotary Club.
Bahkan, kata dia, para ulama di Makkah dan Komisi Fatwa Al-Azhar, Mesir, juga
telah mengeluarkan fatwa mengenai Rotary Club sebagai salah satu ancaman
terbesar bagi umat Islam dan haram hukumnya bagi umat Islam bergabung dalam
organisasi itu. ''Keberadaan organisasi ini juga mengancam para pemeluk agama
di luar Islam, seperti Kristen,'' tegas dia. ''Kepres No 264/1962 harus
diberlakukan kembali,'' tegas Athian. rfa
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam