Mas Wong,
Dengan segala kerendahan hati permintaanya tidak bisa saya penuhi saat ini, entahlah pada saat yang lain. Tapi saran saya bisa dibaca pada buku Tasauf. Sedikit tambahan untuk triger point: Rasul berkata: Shalatlah Kamu Sebagaimana Saya Shlat" Mostly secra Fiqih, hanya melihat yang lahirnya saja. Yang ditekankan adalah apa yang terlihat dan apa yang terdengar saja, cenderung menggunakan otak kiri. Tasauf disamping mengikuti apa yang terlihat dan terdengar masih ditambahkan dengan yang UNSEEN, perbanyak Zikir, perbanyak Iktiqaf, tahajjud dll cenderung menggunakan otak kanan. Semoga bermanfaat, salam. Alkhori M Alkhor Community Qatar _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Wong Lim Pok Sent: Thursday, February 05, 2009 2:42 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Shalat Secara Fiqih dan Shalat Secara Tasauf Assalamu'alaikum Mas Al Khori, boleh ditulis lebih panjang tentang bagaimana shalat secara tasauf? Salam, Wong From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M Sent: Thursday, February 05, 2009 1:27 AM To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [is-lam] Shalat Secara Fiqih dan Shalat Secara Tasauf Shalat Secara Fiqih dan Shalat Secara Tasauf Menurut Islam seorang anak itu mulai diajarkan shalat ketika mulai berumur 7 tahun. Pada saat itu dengan tertatih tatih mulai dikenalkan bagaimana menegakan shalat secara ilmu fiqih. Bagaimana cara shalat secara fiqih bisa dibaca pada buku buku pedoman shalat. Jadi secara kasat mata jika seseorang telah betul gerak dan lafaz yang diwajibkan secara fiqih maka telah sahlah shalat seseorang muslim tersebut. Demikianlah seorang anak yang shaleh sejak dari kecil hingga beranjak dewasa malahan hingga masuk lobang kubur kalau tidak menambah apa yang dituntunkan oleh Nabiallah, maka tetaplah beliau itu dengan shalat secara Fiqih. Akibatnya apa yang terjadi sekarang ini yaitu: 1. Aleg yth banyak jadi koruptor dan tertangkap adalah yang dari Muslim 2. Walikota yang koruptor dan sekarang meringkuk dipenjara adalah seorang Muslim 3. Di Depag yang terlibat korupsi juga yang dari Muslim 4. Banyak lagi koruptor, maling dll mereka juga dari Muslim Tentu akan timbul pertanyaan, mengapa bisa terjadi hal yang demikian, padahal 1. Shalatlah Kamu Seperti Saya Shalat 2. Tegakanlah Shalat, Karena Bisa Mencegah Perbuatan Keji Dan Mungkar Apakah salah statement diatas, mengapa orang yang shalat masih terlibat korupsi, mengapa orang yang shalat masih maling duit rakyat ? Ad. 1 Shalatlah Kamu Seperti Saya Shalat Banyak orang mengikuti ini, tapi hanya melihat gerak dan bacaan Rasul saja, alias lahirnya saja yang diikuti yaitu mengikuti secara Fiqih, mereka melupakan Tasaufnya. Sehingga yang dipelajari adalah, nabi itu shalat wajib adalah 5 kali sehari semalam dan ditambah shalat sunat, gerakan beliau dalam shalat begini dan begitu dan bacaanya adalah ayat ayat ini. That's it tidak lebih dan tidak kurang, akibatnya banyak orang yang shalat tapi HASILNYA NOL BESAR. Buktinya siapa sekarang yang banyak jadi tersangka dan terdakwa banyak orang yang Muslim. Ad. 2 Tegakanlah Shalat, Karena Bisa Mencegah Perbuatan Keji Dan Mungkar Mengapa banyak orang yang shalat, tapi tidak terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, apakah bohong statement diatas. Lagi lagi orang hanya mementingkan perbuatan lahirnya saja, yaitu Fiqihnya saja. Mereka melupakan Tasauf-nya. Rasul atau Nabi Muhammad adalah contoh yang sempurna tentang akhlak, sejak dari kecil sudah bergelar orang yang dipercaya al-Amin, beliau memiliki akhlak yang mulia, akhlak yang mulia itulah yang ingin dicapai didalam ajaran Tasauf. Jadi dalam mengejakan Shalat rambu rambunya adalah Fiqih sementara Tasauf merupakan Sukma? dari shalat tersebut. Jadi Fiqih harus sejalan dengan Tasauf. Jadi Shalatlah Kamu Sebagaimana Saya Shalat, jangan hanya terbatas pada yang nampaknya saja, tapi harus dilihat bagaimana khusuknya Nabi juga harus diikut serta. Jadi untuk bisa mencapai kekhusukan shalat seperti Rasul, di Fiqih tidak terdapat jawabanya, yang bisa menjawab adalah Tasauf. Didalam Tasauf salah satu yang mudah dituliskan disini adalah: Sewaktu kamu shalat, seolah olah kamu melihat tuhan, kalau kamu tidak bisa melihat tuhan, yakinlah bahwa tuhan melihat kamu. Orang yang telah benar shalatnya secara Fiqih lantas meningkatkan shalatnya hingga mencapai akhlak yang mulia (tujuan utama tasauf adalah akhlak mulia atau mukhlisin) maka mereka selalu merasa dekat dengan tuhan dan tuhan selalu melihat mereka, maka mereka selalu menjaga behaviour agar tetap ber-akhlak mulia. Jika orang selalu menegakan shalat dan yakin mereka selalu diperhatikan tuhan, tidak saja dalam shalat tapi juga dalam keseharian, maka tentu saja akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Tidak yakin tingkatkan behaviour menuju akhlak yang mulia, salah satu caranya perkaya ilmu Fiqih dengan Tasauf, karena pada Nabi Muhammad adalah sumber Fiqih dan Tasauf. Sering seringlah ber-I'tiqaf dan shalat Tahajjud. Salam kompak selalu dari Qatar. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
