> Dimanakah orang Fiqih dan orang Tasauf seperti yang terdapat pada bullet > bullet diatas.
Wah masih berusaha menggeneralisasi juga ya rupanya. Nih saya berikan satu contoh : kawan saya seorang sufi, hidupnya dari harta yang haram. Alkohol pun dia tenggak. Makanan ada babinya, dia tidak peduli. Dan dia bukan sekedar sufi, tapi bisa dibilang "pewaris" dari gurunya. Apakah lantas saya GENERALISASI bahwa semua sufi itu pelaku dosa ? Tidak. Saya tetap lihat mereka kasus per kasus. Bukan melihat satu - lalu saya pukul rata bahwa semuanya sama seperti ybs. Menggeneralisasi itu condong kepada menzalimi orang / pihak lain. Saya usul sebaiknya kita hindari saja. Salam, HS 2009/2/6 Alkhori M <[email protected]>: > Shalat Secara Fiqih dan Shalat Secara Tasauf, lanjutan, > > > > Seorang Muhammad SAW, yang notabene Khalifatullah fil ardhi, maka pada sosok > beliau terdapat ilmu Adhienul Islam yang "Terpadu Dan Terintegrated". Tapi > begitu beliau wafat, maka munculah apa yang disebutkan "Khalifatul > Rasulullah" yang kemudian dan sering disingkat saja "Khalifah Pada Sebuah > Khulafah". Tapi lagi dalam perjalanan kerajaan Islam sebutan Khalifah > berubah menjadi Sulthan dan Malik, insya Allah kalau ada waktu akan > dipostingkan apa bedanya antara "Khalifah dan Sulthan", semoga masih > diberikan kesehatan, amiin. > > > > Pada diri seorang Muhammad SAW terdapat ilmu agama yang menyeluruh, maka > sewaktu beliau wafat diwariskan dua warisan kepada ummat Islam yaitu > Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tapi para pewaris dan penerus Rasulullah ini mereka > tidak mampu untuk memperdalam semua kompleksitas Adhienul Islam yang > dimiliki oleh Rasullulah. Maka yang terjadi para pewaris ini hamya mampu > memperdalam penggalan penggalan ilmu tersebut. Maka bermunculah yang disebut > sebagai: > > Ø Ulama Hadith, Ulama Fiqih, Hafiz Al-Qur'an, Ulama Tauhid dan Ulama > Tasauf dll dll, itu sangat sesuai dengan "Kalamullah itu walau kering laut > sebagai tinta untuk menulisnya belum juga cukup untuk menuliskan ilmu tuhan > tersebut. > > Ø Dalam perjalanan sejarah yang cukup panjang itu ilmu ilmu itu makin > terpilah pilah terus: contohnya, ushul fiqih, fiqih, ushul hadith, hadits > dls, begitulah setiap orang itu semakin sempit cakupan ilmunya, tapi sangat > dalam pemahamanya. > > > > Shalat itu tidak banyak discrepancy jika dirunut dengan ilmu hadith, tidak > ada khilfiyah dengan ilmu tauhid dll dll, tapi akan berbeda shalat tersebut > jika ditinjau secara Fiqih dan Tasauf. Makanya judul diatas dipilih > bagaimana Shalat Dilihat Dari Sudut Yang Berbeda Yaitu Fiqih Dan Tasauf. > > > > Ilmu Fiqih adalah ilmu yang menyangkut perbuatan manusia, jika tidak ada > perbuatan tentang kasus manusia, maka tidak ada FIQIHNYA. Tapi sebaliknya > perbuatan manusia itu semakin hari semakin rumit dan komplek, maka > bermunculan pula Fiqih Fiqih yang kontemporer dengan judul yang berbeda > untuk menjawab persoalan hidup manusia ini. > Ilmu Fiqih adalah ilmu yang mencakup hukum, BOLEH atau TIDAK BOLEH dan yang > ada hubunganya dengan BAIK dan BURUK, > Ilmu Fiqih adalah ilmu yang menyangkut hal hal yang konkret, ilmu Fiqih > melihat dengan mata dan banyak berhubungan dengan otak kiri, itu tiada lain > ilmu fiqih adalah ilmu hukum memang sudah demikian ujudnya jika ilmu hukum > harus ada bukti yang nyata. > Ilmu Tasauf adalah ilmu yang melihat dengan hati (hati tidak bisa dan mampu > berbohong) dan dominan dan berperan adalah otak kanan > Ilmu Tasauf lebih mengarah kepada ilmu akhlak yang mulia, orang yang > memperdalam Tasauf akan terkesan ramah dan fleksible > Ilmu Tasuaf jika seseorang ahli Fiqih jika telah meningkatkan ilmu kepada > Tasauf, melihat Dunia ini adalah Indah, sesuai dengan "Muhammad Diutuskan Ke > Dunia Lil Rahmatan Alamin" > > > > Jadi dalam keseharian, akan tampak berbeda orang orang yang hanya Shalat > berdasarkan FIQIH saja dengan orang orang yang sudah Shalat berdasarkan > Tasauf. Secara sederhana bisa diberikan contoh mana yang shalat secara Fiqih > doang dgn orang orang yang sudah full option yaitu Tasauf, pertimbangkanlah: > > > > Ø Shalat tarawih, ada yang ingin hanya 11 raka'at dan ada yang ingin > 23 raka'at (malah ada yang ingin tambah lagi dirumah) > > Ø Selesai Shalat langsung tinggalkan Mesjid, ada juga yang masih > menambah dengan ritual sunnah lainya > > Ø Shalat selalu berjama'ah, tapi kehidupan bermasyarakat ingin menang > sendiri tidak pernah mendengarkan Imam > > Ø Datang terlambat ke Mesjid, tapi berusaha untuk mencapai Shaf yang > didepan, karena shaf didepan besar pahala > > Ø Shalat karena ada pahala, ada juga orang shalat karena cinta kepada > Allah dan itu merupakan kebutuhan > > Ø (sedikit melenceng, bukan shalat, tp sedeqah) Bersedeqah, kalau > jumlah besar, undang wartawan untuk meliput, ada juga orang bersedeqah > tangan kanan memberi tangan kiri tak boleh tahu > > > > Dimanakah orang Fiqih dan orang Tasauf seperti yang terdapat pada bullet > bullet diatas. > > Salam kompak selalu dari Qatar. > > > > Insya Allah bersambung/ .. > > > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
