Trim's atas komentar yang dipostingkan. Memang kalau tanpa komentar tidak
terdapat bahan pembanding, alhamdulillah sekali lagi diucapkan atas komentar
komentar yang diberikan. Akhirul Kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa
Iyakun Khatha Aan Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah.

 

Shalat Secara Fiqih dan Shalat Secara Tasauf, end

Sangat jelas disebutkan "Shalatlah Kamu Sebagaimana Saya Shalat" Tapi belum
menjawab apa yang dimaksud dengan "Tegakanlah Shalat Karena Shalat Mencegah
Perbuatan Keji dan Munkar" Dan itu tiada lain dan tiada bukan tidak
melaksanakan dengan menyeluruh apa yang dimaksud oleh Rasulullah, tapi yang
dilaksanakan adalah ilmu yang tidak ter-integrated. Ahli Fiqih dengan sangat
bijak dan kamil dan tertib sesuai dengan Fiqih telah memformulasi bagaimana
yang dimaksud dengan tidak "Shalatlah Kamu Sebagaimana Saya Shalat" dan
itulah yang dipraktikan dalam kehidupan keseharian, sehingga masih tidak
tercapai apa yang dimaksud dengan "Tegakanlah Shalat Karena Shalat Mencegah
Perbuatan Keji dan Munkar" karena masih kita lihat orang yang shalat masih
terlibat :

1.      Aleg yth banyak jadi koruptor dan tertangkap adalah yang dari Muslim

2.      Walikota yang koruptor dan sekarang meringkuk dipenjara adalah
seorang Muslim 
3.      Di Depag yang terlibat korupsi juga yang dari Muslim 
4.      Banyak lagi koruptor, maling dll mereka juga dari Muslim 

Hal itu tiada lain tiada bukan, masih ada yang tertinggal sewaktu
melaksanakan himbauan "Shalatlah Kamu Sebagaimana Saya Shalat" Ilmu
rasulullah tersebut sangat lengkap, pada saat berumur mendekati 4 tahun,
telah datang kepada beliau 2 malaikat untuk membelah dada Muhammad kecil
untuk membersihkan hati beliau. Nah didalam Fiqih tidak ada diajarkan
bagaimana menegakan Shalat dengan KHUSUK. Menerjakan shalat dengan khusuk
membutuhkan hati yang bersih dan akhlak yang mulia. Fiqih adalah menyangkut
hukum, hukum tidak mengajarkan secara khusus untuk membersihkan hati. Fiqih
tidak mengajarkan ilmu tentang akhlak mulia. Apakah untuk membersihkan hati
perlu pula dibelah dada kita, untuk bisa dibelah dada haruslah umur masih
sekitar 4 tahun dan hal itupun tidak mungkin dilakukan untuk dibelah dada
seandainya kita masih berumur 4 tahun. Oleh karenanya ilmu yang tersedia
didalam islam adalah Tasauf. DiTasuflah terdapat bagaimana caranya
membersihkan hati dan menuju akhlak yang mulia. Kalau sudah digabungkan
shalat secara Fiqih yaitu shalat yang benar gerakan gerakan serta bacaan
yang bisa dilihat secara fisik, dan diikuti pula dengan shalat yang khusuk
karena hati yang bersih, maka Insya Allah itulah yang dimaksud secara KAMIL
yaitu "Shalatlah Kamu Sebagaimana Saya Shalat" maka dengan sendirinya
tercapailah objective "Tegakanlah Shalat Karena Shalat Mencegah Perbuatan
Keji dan Munkar". Tapi sangat disayangkan masih ada yang belum bisa
membedakan antara Tasauf dan Thariqat, sehingga berbekal ilmu Fiqih yang
diterima secara methode yang salah dengan sangat yakin mengatakan Tasauf
adalah sesat. Dimana ada pula ada sebuah ilmu yang bertujuan membersihkan
hati dan untuk mencapai akhlak mulia dikatakan sesat. Makanya pelajarilah
ajaran Islam secara KAMIL. Akhirul Kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa
Iyakun Khatha Aan Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah.

 

Salam kompak selalu dari Qatar.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke