Howdy,

 

Saya peroleh dari http://media.isnet.org/sufi/Etc/Musik.html yang
aslinya dari situs Majalah Rolling Stone. Enjoy!

 

Howgh!

--                      Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker
                        "Don't fool with me" -- Screamin' Jay Hawkins

 

        
        
        


Musik dan Jagat Politik Republik 2009


oleh Emha Ainun Nadjib 

Indeks <http://media.isnet.org/islam/index.html>  Islam | Indeks Sufi
<http://media.isnet.org/sufi/index.html>  | Indeks Artikel
<http://media.isnet.org/sufi/Etc/index.html>  

  _____  

ISNET Homepage <http://www.isnet.org>  | MEDIA Homepage
<http://media.isnet.org/index.html>  | Program Kerja
<http://media.isnet.org/program.html>  | Koleksi
<http://media.isnet.org/database.html>  | Anggota
<http://media.isnet.org/priv/index.html> 

 


Datang pertanyaan kepada saya "apakah musik berperan dalam pemilu
2009?", saya menjawab, "Ia bukan hanya berperan. Ia memberi watak
kepada perilaku politik, memberi nuansa kepada alun iramanya,
menginspirasikan koreografi dan orkestrasi demokrasi, musik memimpin
gegap gempita jagat perpolitikan Indonesia 2009. Mestinya begitu. Ia
sangat potensial untuk itu".

Saya bukan orang musik, maka posisi saya adalah menghormati dan
menyayanginya: kita tidak boleh bersikap cuek kepada apapun di luar
dunia kita. Bodoh kalau kita merendahkan suatu wilayah aktivitas yang
kita tidak kuasai. Secara ilmu pengetahuan engkau sebaiknya lebih
memberi perhatian kepada yang engkau belum ketahui, dibanding yang
engkau sudah ketahui. Itulah sebabnya maka saya memilih bekerja keras
untuk "mengetahui" dan sejauh mungkin mengelak untuk "diketahui".

Tidak satu alat musikpun saya mampu gunakan. Pernah coba sentuh-sentuh
gitar tapi tiga tahun tidak cukup untuk memindahkan jari jemari saya
dari grip satu ke grip berikutnya. Akhirnya saya putuskan, saya
mencintai gitar saja, serta mengagumi siapapun yang mampu bermain
gitar. Pernah pegang-pegang seruling, hati mau ke notasi Jawa, jari
jemari mempergilirkan nada-nada yang tersasar ke Arab. Beberapa lama
bergaul dengan seruling besar Shakuaji, tapi yang saya dapatkan bukan
keterampilan musik, melainkan latihan pernafas-an dan konsentrasi
batin.Sudahlah. Inilah posisi hidup saya: menjunjung tinggi para
pekerja musik dengan hati takjub, memuja keindahan karya mereka di
lubuk kalbu.

Agak sedih juga menyaksikan dari zaman ke zaman kaum pemusik "menjual
murah" dunia musik. Anak-anak remaja belajar dan diajari mempersempit
dimensi jagat musik. 'Kosmologi' musik hanya diambil bagian yang
pragmatis: notasi, nada, irama, aransemen, aliran, album, pasar,
dengan rumbai-rumbai entertainment sampai kadar yang menjijikkan,
mengisi rubrik-rubrik tayang yang memanjakan mereka seolah-olah lebih
penting dibanding para Nabi dan pemimpin-pemimpin revolusioner dunia.

Pekerjaan musik menjadi pekerjaan sangat eksklusif dan ruangan yang
sebenarnya sempit, tetapi meminta derajat dan social-positioning
terlalu tinggi secara kebudayaan, dengan ongkos sensasi, lonjak-lonjak
tepuk-tepuk dan eksentrisisme. Para pemusik tidak terlalu
memperhatikan dan mensyukuri bahwa musik hadir dalam peta sejarah yang
lebih luas, sehingga sesungguhnya mereka bisa hadir lebih dari sekedar
menjadi "abdi dalem oceh-ocehan" atau "klangenan" yang hanya menumpang
fasilitas zaman - tanpa pernah mengambil posisi untuk menciptakan
paradigma zaman.

Ilmu musik diambil oleh para pemimpin sejarah untuk menggiring ritme
kekuasaan dan menyusun skema aransemen penguasaan, menentukan
momentum-momentum yang tepat untuk intro, urutan verse, tanjakan
chorus, juga middle of eight-nya. Para penyusun skenario sejarah
mengasah kepekaan pada momentum, memilih cengkok-cengkok untuk suatu
keperluan politik dan diplomasi, merancang sejak awal coda-nya.

Para pengambil keputusan negara dan masyarakat menggunakan ilmu musik
untuk memahami mapping zaman di hadapannya: mana gendangnya, mana
anasir kenong kempul saron demungnya, mana underground karakter
gender-nya, bagaimana menyimpan gong dalam rahasia intelijen untuk
ditabuh dengan determinasi dan akurasi pada detik yang tepat.

Gong kepresidenan Obama berdengung November tahun lalu, tapi gendang
awalnya lebih sepuluh tahun sebelumnya. Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
adalah produk instant-improvization setengah-bar sesudah kemerdekaan
Korea Selatan. G30S 1965 sudah digendangi sejak 1958 oleh para
'Siluman', juga berkuasanya Soeharto sesudah keributan itu.

Bung Karno mengkonduktori simfoni-simfoni besar yang mengguncang
dunia. Soeharto dengan ilmu musik kamarnya, men-detail watak do hingga
si, sampaipun bes dis cis, mayor minor, dengan frame filosofi musik
"Ngelmu Katuranggan" (hakikat dan wibawa setiap unsur dalam musik) dan
"Ngelmu Pranoto Mongso" (watak-watak, musim-musim, nuansa-nuansa,
pause-pause, dataran dan tanjakan).

Jangan lupakan juga simfoni anti-musiknya Gus Dur,
musik-bukan-musiknya Mega, orkestra datar SBY dan mestinya akan
tercipta suatu paradigma simfoni 2009, karena para pemusik melakukan
transendensi, melompati jasad zaman, membangun kualitas peran, menolak
menjadi sekedar sub-tools of politic: menyanyi di medan kampanye,
membikinkan album "campur sari" atau pop calon presiden, atau
memanfaatkan kebodohan zaman yang kehilangan sense of competency
dengan berebut menjadi caleg, cawagub, cawabup.

Musik mampu mengubah kehidupan seseorang secara sangat mendasar dan
menyangkut prinsip paling inti dalam hidupnya. Saya punya banyak
teman, sebagaimana Neil Armstrong
<http://answering-islam.org/Hoaxes/neil.html>  menikmati keyakinan
agama barunya 'hanya' karena mendengar suara adzan. Cat Stevens
<http://en.wikipedia.org/wiki/Cat_Stevens>  (Yusuf Islam
<http://media.isnet.org/off/Islam/New/yusuf.html> ) tidak bermusik 20
tahun lebih sampai suatu malam menonton pertunjukan Kiai Kanjeng di
SOAS London. Dia pengikut suatu aliran tertentu dari (produk tafsir)
Islam. Ia menunggu 20 tahun lebih untuk menemukan di dalam dirinya
bahwa ternyata bisa menjadi muslim yang baik sekaligus menjadi pelaku
musik yang baik.

Ia menemui saya di belakang panggung ketika istirahat pentas SOAS itu
dan bertanya: "Apa tidak ada masalah seorang muslim bermusik?" 

Saya balik tanya: "Tadi mas Yusuf datang ke sini dari rumah pakai
apa?"

"Maksudnya?"

"Pakai trem, bus atau kendaraan sendiri?"

"Saya bawa mobil sendiri bersama istri saya."

"Tidak ada masalah bagi setiap muslim untuk me-ngendarai mobil dan
pesawat, menaruh kulkas di rumah, memakai mobile phone ke mana-mana,
meskipun hampir tak satupun dari benda-benda itu yang merupakan hasil
karya kaum muslimin. Kami dari Indonesia membawa Gamelan Kiai Kanjeng
sebagaimana Anda membawa mobil. Tadi Anda membunyikan klakson,
menyetir dengan irama, menginjak gas dengan takaran nada. Itu semua
hanya alat. Yang salah bagi muslim hanya dua. Pertama, membawa musik
ke dalam masjid dan memainkan musik mengiringi orang shalat, serta
mencampurkan ibadah mahdloh lainnya dengan musik. Masalah kedua bagi
setiap muslim adalah tidak menomorsatukan Tuhan, menyakiti orang lain,
mengambil yang bukan haknya, serta hal-hal semacam itu yang orang tak
perlu sekolah untuk mengetahuinya".

Sesudah itu Cat Stevens bikin album lagi.

Dengan musik Kiai Kanjeng saya berkeliling ke tujuh kota Belanda
Oktober 2008, masuk gereja-gereja Protestan dan Katolik, masuk
synagoge dan masjid-masjid (tentu saja di hall-nya, bukan di depan
Mihrab). Kami berjumpa dengan para pemimpin semua agama yang berlaku
di sana. Salah satu hasilnya adalah lahir "Deklarasi Damai" antara
umat Islam, umat Kristiani dan umat Yahudi seluruh negeri Belanda,
yang di-launching 8 Januari 2009 - meskipun dalam skala internasional
dilukai oleh pe-nyerbuan Gaza.

Andaikan saya pemusik, saya ingin turut mengaransir 2009-nya
Indonesia. Kalau tidak, ya sesudahnya.

(Sumber: RollingStone
<http://www.rollingstone.co.id/index.php?m=rs&s=feature&a=view&cid=91&;
id=93>  Indonesia, Januari 2009)


 

Indeks <http://media.isnet.org/islam/index.html>  Islam | Indeks Sufi
<http://media.isnet.org/sufi/index.html>  | Indeks Artikel
<http://media.isnet.org/sufi/Etc/index.html> 

  _____  

ISNET Homepage <http://www.isnet.org>  | MEDIA Homepage
<http://media.isnet.org/index.html>  | Program Kerja
<http://media.isnet.org/program.html>  | Koleksi
<http://media.isnet.org/database.html>  | Anggota
<http://media.isnet.org/priv/index.html>  

Please direct any suggestion to Media
<mailto:[email protected]?subject=suggestion%20to%20your%20homepage>
Team

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke