Minggu, 15/02/2009 21:40 WIB
Umat Muslim Justru Hambat Implementasi Syariah
M Atqa - detikNews

HYPERLINK
"http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_H
ERE" \n 

Kuala Lumpur - Implementasi penegakan syariah di Indonesia bukanlah dihambat
oleh kalangan di luar Muslim. Hambatan utamanya justru dari kalangan Muslim
itu sendiri.

Tantangan syariat Islam datang dari para orientalis pengkaji studi Islam.
Kemudian argumentasi-argumentasi mereka banyak dimanfaatkan oleh para
penentang hukum Islam di Indonesia dari umat Islam sendiri.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Himpunan Intelektual dan Sarjana Syariah
Indonesia (HISSI) Malaysia Dr Syamsuddin Arif dalam acara pelantikan
kepengurusan HISSI Wilayah Malaysia.

Organisasi ini diresmikan oleh Atase Pendidikan Kedutaaan Besar (KBRI) Kuala
Lumpur, Malaysia, Imran Hanafi MA, di International Islamic University
Malaysia (IIUM), Sabtu (14/2/2009). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum
Majelis Pengurus Nasional HISSI, Prof Dr H Muhammad Amin Suma, SH, MA, M.M,
dan Dewan Pakar HISSI Malaysia, Assoc. Prof Dr Sohirin M Sholihin.

Arif menyebutkan lima teori orientalis tentang syariah Islam yang tidak
memiliki bukti data yang akurat. Di antaranya: pertama, syariat Islam tidak
lebih sekedar wacana, karena tak pernah dilaksanakan dalam kenyataannya.
Kedua, syariat Islam bersifat sewenang-wenang. 

Ketiga, sejak awal telah terjadi perceraian antara syariah dan negara.
Keempat, hukum Islam adalah kacau balau dan bersumber dari adat istiadat
yang tidak ada standar rasional seperti hukum barat. Dan yang terakhir,
syariat Islam hanya berjalan selama lebih kurang dua abad, kemudian berhenti
disebabkan oleh Imam al Syafi'i. Menurutnya, semua teori tersebut tak
terbukti kebenarannya dan hanya sekedar mengada-ada.

Imran Hanafi mengatakan, organisasi HISSI adalah bagian daripada
kristalisasi ilmu dalam mengimplementasikan syariah. Dia menambahkan, para
anggota HISSI ini akan teruji keilmuannya. Kemudian, diharapkan mereka akan
mampu menjawab masalah-masalah di masyarakat.

Amin Suma menjelaskan, HISSI bukanlah terbatas untuk para sarjana Syariah
saja, akan tetapi terbuka untuk para akademisi di luar bidang ini.
Organisasi ini dimaksudkan untuk memasarkan syariah dan mensyar'ikan
masyarakat. Hal ini, menurutnya, penting sekali karena masyarakat banyak
belum memahami syariah yang ebenarnya.

Shohirin menegaskan, syariat Islam adalah sesuatu yang mutlak untuk
dijalankan dalam kehidupan sehari-sehari. Hal ini bisa dilakukan pada level
keluarga, masyarakat, ataupun negara. Namun, implementasi syariat Islam
tidak akan efektif tanpa adanya dukungan penguasa yang menjadi payung
institusi. Untuk itu, dengan adanya dukungan dari penguasa, syariat Islam
akan dapat diaplikasikan dengan maksimal dan bisa selalu dimonitor.
(van/sho)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser
ponsel anda


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.10.23/1953 - Release Date: 2/14/2009
6:01 PM
 
  

<<image001.gif>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke