Mas Dewa Permana, Bagimana bisa seseorang "Masih Bodoh" dalam tanda kutip mengajar orang lain. Paling paling yang bisa saya katakan adalah "jangan menganggap orang lain itu bodah" tapi cukuplah menganggap diri sendirilah yang "BODOH" dan masih perlu banyak belajar.
Alkhori M Alkhor Community Qatar _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Dewa Gede Permana Sent: Saturday, February 14, 2009 8:41 PM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Engineering Ajaran Islam,Uthlubul Ilmi (sambilan mengenal bhs. Arab) Bagi-bagi tehniknya dong mas bagaimana supaya "RASA BODOH" ini langsung nancep di jantung (hati); jadi bukan bodoh yg keluar-masuk lewat otak saja gitu lho. :-) Matur nuwun :-) Wassalam From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M Sent: Saturday, February 14, 2009 10:12 AM To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [is-lam] Engineering Ajaran Islam, Uthlubul Ilmi (sambilan mengenal bhs. Arab) Engineering Ajaran Islam, Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi Uthlub= tuntutlah, belajarlah: Al-ilmu= ilmu islam, ajaran islam: Min= dari, sejak: Al-mahdi= kecil atau masih diayunan: Ila= hingga, sampai: Lahad, lahdi= mati, lobang kubur, kuburan. Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi bermakna Tuntutlah Ilmu Sejak Dari Ayunan Hingga Kita Masuk Kuburan alias Mati. Engineering Fiqih meng-artikan judul diatas adalah long life education, belajar tidak pernah berhenti, terus saja belajar sampai kita kita ini masuk KUBUR. Tapi karena ruang lingkupnya adalah hukum, jika tidak diiringi dengan engineering Tasauf dan juga kadang kadang salah pula methode yang digunakan, disinilah masalah akan timbul, disinilah awalnya PENYAKIT HATI KAMBUH. Merasa sudah belajar terus menerus, merasa diri yang paling benar, karena sudah belajar hingga tingkat doktoral merasa diri sudah bijak. Tapi kalau dalam proses belajar mengajar tadi walaupun bidang Fiqih yang didalami tapi telah dibalut dengan engineering Tasauf maka penyakit hati tidak bakalan kambuh. Tatkala penyakit hati kambuh maka karena "Salah Methode" maka sangat lancar keluar dari mulut kita, "kamu bid'ah, kamu sesat, kamu kafir, kamu syirik, kamu salah dll dll" tapi lain halnya jika seseorang itu melaksanakan Syari'ah Islam karena didalam syari'ah islam Fiqih dan Tasauf harus dipelajari secara kamil dan harus diamalkan secara serentak barulah ajaran rasulullah yang diwariskan dalam bentuk al-qur'an dan al-hadits bisa tercapai hasil yang OPTIMAL. Engineering Tasauf, orang-orang yang telah membalut ilmu fiqihnya dengan ilmu tasauf meng-artikan judul diatas adalah juga sama seperti fiqih meng-artikan yaitu adalah long life education, belajar tidak pernah berhenti, terus saja belajar sampai kita kita ini masuk KUBUR tapi ada satu yang sangat PRINSIP PERBEDAANYA orang yang telah membalut fiqihnya dengan tasauf yaitu orang TASAUF menganggap ilmu tuhan itu sangat luas, walau kering laut sebagai tinta untuk menuliskan kalamullah, tapi ilmu Allah tidak akan pernah habis. Juga karena Tasauf ilmu yang bertujuan membersihkan HATI, maka walau terjadi proses belajar dan mengajar seumur hidup, orang Tasauf menganggap walaupun sudah masuk KUBUR=LAHAD orang Tasauf tidak menganggap diri sudah pintar. Kesimpulan: Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi bagi orang Tasauf walau akan masuk KUBUR orang tasauf masih tetap BODOH, oleh karenanya walau hingga akan masuk ke lobang kubur sekalipun masih tetap bodoh, kalau masih "BODOH" apa yang mau disombongkan dalam kehidupan di Dunia ini. Jauhilah sikap TAKABUR. Makanya pelajarilah ajaran Islam secara KAMIL. Akhirul Kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah. Salam kompak selalu dari Qatar. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
