Iya.
Tergantung guru dan sekolahnya.
Pendidikan bisa murah kalau guru dan sekolahnya sederhana. Tapi kalau pada 
matere dan orientasinya bisnis kapitalis yang serakah, mahal lah jadinya. 
Muridnya juga akhirnya ngawur karena dia dan orang tuanya stress mikirin 
bagaimana harus bayar.

Sebagai contoh anak saya mengaji bayarannya cuma rp 15 ribu / bulan.
Sekolah SD hanya Rp 120 ribu/bulan. Ini swasta dan ada laboratorium komputer.

Kampus BSI hanya Rp 2 juta/tahun.

Nah kalau ada yang uang pangkal rp 100 juta dan SPP rp 50 juta, itu perlu 
diaudit dulu apa benar apa cuma mark-up.....

--- Pada Jum, 20/2/09, AFR <[email protected]> menulis:

> Dari: AFR <[email protected]>
> Topik: Re: [is-lam] Bls:  FiqihTasauf Biaya Pendidikan Indonesa Yg Mahal
> Kepada: [email protected], [email protected]
> Tanggal: Jumat, 20 Februari, 2009, 1:23 AM
> menjadi guru itu sebenarnya
> bukan pekerjaan tapi lebih pd panggilan jiwa.
> tidak semua org cerdik pandai bisa jadi guru,
> menghantarkan ilmu dgn sabar 
> pd org yg mulanya tidak tahu sama sekali hingga
> pakar.
>  
> ilmu itu mahal ..?? kalimat itu cocok buat
> industri dgn orientasi yg sangat 
> spesifik. tapi kalo utk pendidikan kolektif, tidak
> seharusnya mahal. kalo org 
> Islam 'mengimani' ilmu itu mahal, percayalah
> org itu akan kikir ilmu. lurus 
> dengan apa yg disebut dlm Qur'an, bhw bagi siapa
> saja yg berilmu akan 
> cenderung kikir.
>  
>  
> a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,
>  
> Katakanlah: 
> "Kalau seandainya kamu menguasai
> perbendaharaan-perbendaharaan 
> rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan,
> karena takut 
> membelanjakannya." Dan adalah manusia itu sangat
> kikir. (al-Israa': 100)
> 
>  
>  
> salam,
> Fahru
> 
> 
> 
> From: Agus
> Safudi <[email protected]>
> To:
> [email protected]
> Sent: Friday,
> February 20, 2009 3:45:25 PM
> Subject:
> [is-lam] Bls: FiqihTasauf Biaya Pendidikan Indonesa Yg
> Mahal
> 
> 
> 
> 
> 
> Penjelasan sampeyan ini luarrrrr biasa
> bang Qhori,...maksud saya rancunya.... "Guru
> bukanlah pekerjaan, tapi guru
> dilahirkan..". Beda profesi dan pekerjaan
> kira2gimana seh?...Semestinya membedakan antara keadaan dan
> kedudukan adalah tidak seperti itu. Yang namanya dilahirkan
> (keadaan) adalah misalkan seseorang dilahirkan sebagai anak
> kongloimerat/anak president maka itu
> keadaaan(dilahirkan)sedangkan seseorang menjadi Guru/Dosen
> adalah ada unsur usaha dari ybs.dan itu ketika dicapai maka
> disebut kedudukan. Yang namanya kedudukan ketika dicapai itu
> bisa dibilang profesi/pekerjaan dan bukan dilahirkan
> langsung menjadi Guru..ini saja lah dulu yang kecil, gak
> muter2ngawur terlalu luas.....
> Warm regard,
> a.s.
> 
> 
> --- Pada Jum, 20/2/09, Alkhori M
> <[email protected]> menulis:
> 
> Dari: Alkhori M <[email protected]>
> Topik: [is-lam] FiqihTasauf Biaya Pendidikan Indonesa Yg
> Mahal
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 20 Februari, 2009, 11:54 AM
> 
> 
> 
> Biaya Pendidikan Memang Mahal, Kalau Perlu
> Uang Pangkal 100 Juta dan Kuliah
> 50 Juta
> Pertahun.
> Supaya profesi Pendidik/ Dosen/ Guru dihargai dan
> yang menjadi “Guru” bukan karena terpaksa karena tidak
> diterima ditempat lain akhirnya jadi “Guru” sajalah.
> Phenomena ini sudah selayaknya diakhiri di Indonesia
> sehingga orang menjadi bangga jika profesinya adalah
> “Guru”. Agar ini bisa dicapai maka selayaknya Uang Masuk
> adalah 100 juta dan Uang Kuliah 50 juta pertahun. Tapi
> jangan kaget dulu, makanya makna biaya pendidikan 20% dari
> APBN janganlah semu. Walau uang pangkal 100 juta dan uang
> kuliah 50 juta tapi yang dilemparkan atau yang di-offer ke
> rakyat adalah… maaf cut dulu ada panggilan, nanti
> disambung lagi, harap sabar !!!
> Alkhori
> M
> Alkhor
> Community
> Qatar
> 
> Maaf tulisan diatas terputus, sekarang baru bisa
> dilanjutkan, tapi judulnya saya ganti biar lebih
> menggigit tentu
> dengan diganti judul ada cakupan yang
> lebih “Objective” yang ingin disharing bagaimana agar
> pendidikan Indonesia tidak mempunyai dilema seperti
> judulnya yaitu:
>  
> FiqihTasauf Biaya Pendidikan Indonesa Yg
> Mahal
> Tentu semua
> setuju kalau
> dituliskan bahwa “Profesi Guru/ Tenaga Pendidik
> adalah profesi yang Sangat Sangat
> Mulia” tapi di Indonesia profesi guru hanya
> dilihat sebelah mata. Untuk ini haruslah
>  dibenahi, tapi “Allah tidak akan mengubah
> nasib suatu kaum (guru) kalau guru
> sendiri tidak mau mengubah
> nasibnya” Guru bukanlah pekerjaan, tapi guru
> dilahirkan. Tidak ada lagi istilah klasik, karena tidak
> dapat kerja ditempat lain terpaksalah jadi
> guru. Begitu
> lulus
>  University yg pintar pintar bekerja di perusahaan yang
> terkenal dengan gaji dan benefit yang super, sementara yg lulus
> pas-pas-an tinggal di University untuk selanjutnya mengabdi
> di almamater due to no
> alternative instead of dapur tak ber-asap okay-lah terima
> saja jadi tenaga pengajar. Buktinya IKIP atau FKIP terpaksa
> dibubarkan.
> Bagaimana hal tersebut tidak boleh dan harus
> tidak ter-ulang
> lagi, “PROFESI GURU DILAHIRKAN Dan
> guru harus SIAP mengubah nasib
> sendiri” Lihat lagi “Tuhan Tidak Mengubah
> Nasib Suatu Bangsa Kalau Bangsa Itu Tidak
> Mengubah Nasibnya Sendiri.” Apa saja faktor untuk mengubah nasib
> guru?  yang
> sangat penting dan tidak
> termasuk didalamnya
>  JANGAN
> DEMO masak
> guru DEMO, lucu orang yang jadi panutan
> spt PGRI
> DEMO jadi
> dibawah ini bbrp
> bullet antara
> lain agar bisa mengubah nasib GURU:
> 1.      Sapu bersih/ say no to koruptor, berantas
> habis korupsi
> 2.      Peraturan harus Transparant, bukan jebakan
> dan tidak ada celah membuat orang lain jadi bisa
> dipersulit
> 3.      Murahkan pendidikan yang mahal
> di Indonesia
> 4.      Sederhanakan Kurikulum (ini yang dimaksud dg FiqhTasauf
> Pendidikan Indonesia)
> 5.      20% APBN untuk pendidikan jangan
> SEMU
> 6.      Orang orang tua diharapkan mundur dari membuat
> kebijakan pendidikan
> nasional, tapi
> mereka bisa sebagai pengajar
> 7.      UN ditiadakan dan Methode belajar mengajar
> diperbaiki
> ???
> 8.      Dll dll
> 
> AD.1: SAPU BERSIH/ SAY NO TO
> KORUPTOR, BERANTAS HABIS KORUPSI
> Pemilu sdh
> dekat, pilihlah (CALEG/ CAPRES/
> CAWAPRES) yang
> bersih NO
> KKN dan mau
> memperhatikan pendidikan, tentu Guru bisa memilih dengan
> tepat. Contoh kasus: BCA ketika menjadi pasien
> BPPN karena
> tidak mampu melunasi BLBI untuk menyehatkan BCA maka
> disuntik dana Rp. 60 Triliun, tapi sewaktu dijual ke asing
> hanya dihargai
> Rp. 10
> triliun, menguap sebanyak Rp. 50 triliun, siapa yang
> menikmati dana Rp.
> 50 triliun, tentu para koruptor. Banayk kasus kasus korupsi lainya
>  yang fantastik, yang mana kalau duit ini dialokasikan
> untuk pendidikan nasional maka tidak saja pendidikan 12
> tahun bisa gratis diseluruh Indonesia tapi malahan unag
> masuk dan uang kuliah bisa sangat murah di Indonesia.
> Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari
> Qatar.
> Alkhori
> M
> Alkhor
> Community
> Qatar
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
> 
> Dapatkan
> alamat Email baru Anda! 
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil
> orang lain!
> 
> 
>       
> -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9..0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke