Diakui Amidhan bahwa MUI sempat mengundang Ketua TII, Todung Mulya Lubis ke MUI dan minta penjelasan soal survei TII tesebut. ''Namun saat itu, Todung Mulya Lubis sama sekali tidak ada perasaan bersalah ataupun keliru apalagi meminta maaf pada kami,'' tegas Amidhan. ''Bahkan Teten Masduki pernah berbicara di media massa bahwa adalah hal yang biasa bila ada yang gerah saat hasil survei diumumkan. Konyolnya, ia juga bilang sudah ada klarifikasi TII terhadap MUI, yang kenyataannya sama sekali tidak ada,'' tambah Amidhan.osa/kpo
MUI Gugat TII ke Polisi By Republika Newsroom Kamis, 19 Februari 2009 pukul 17:01:00 JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana menggugat dan melaporkan Transparansi Internasional Indonesia (TII) ke polisi. Ini dilakukan menyusul survei TII yang menyatakan bahwa masuk dalam indeks persepsi korupsi dan indeks suap. ''Akan ada tindak lanjut ke arah sana,'' tegas KH Amidhan, Ketua MUI pada wartawan saat memberikan keterangan pers khusus soal survei TII tersebut di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (19/2). ''Survei itu hanyalah sebuah persepsi dan tidak berdasar dan sangat bernuansa tuduhan bahwa MUI korupsi dan disebutkan setidaknya 10 persen rawan suap. Ini jelas fitnah dan menyesatkan. Kami minta TII menarik segera pernyataan dan hasil surveinya itu serta m eminta maaf dengan dipublikasikan pada media massa secara terbuka,'' tambah Amidhan. ''Ini guna menghindari tuntutan hukum dari MUI,'' ucapnya. Pada kesempatan yang sama, Said Budairy, Ketua Departemen Penerangan MUI menegaskan bahwa gugatan yang akan diajukan pada TII ke polisi berupa pencemaran nama baik. ''Kemungkinan nanti gugatannya, bahwa TII telah melakukan pencemaran nama baik,'' papar Said. Selain MUI, ada sejumlah departemen, lembaga non departemen serta BUMN yang juga masuk dalam daftar survei TII tersebut. Antara lain BPN, Layanan Perpajakan Nasional, Polisi, DLLAJR, Bea Cukai, Pengadilan serta Depkes. ''Metode pengambilan sampling TII menyebutkan bahwa target survei ini adalah pegawai dari eselon IV ke atas. Sedangkan dalam struktur personalia dan kepegawaian MUI, tidak mengenal eselonisasi,'' kata Amidhan. Selain itu menurutnya, yang menyelenggarakan proses sertifikasi adalah LP POM MUI, sedangkan MUI adalah wadah musyawarah para ulama, zuama serta cendekiawan Muslim. ''Berdasarkan itu, dimasukkannya MUI sebagai salah satu target penelitian adalah sangat bias atau melenceng dan tendensius. Karena kontradiktif dengan metode penelitian yang ditetakan TII yang didanai oleh asing ini,'' ungkap Amidhan. Di tempat yang sama, Direktur LP POM MUI Nadratuzzaman Hassan mengungkapkan bahwa dalam hasil penelitian TII tersebut, responden yang menyatakan berinteraksi dengan MUI sebanyak 177 responden dari 3841 responden. ''Jumlah itupun masih terbagi lagi dalam beberapa kelompok dan tidak jelas kelompok responden mana yang berhubungan dengan proses sertifikasi halal MUI. Dengan demikian penelitian TII tidak te;pat sasaran dan kesimpulan yang menyatakan bahwa indeks suap MUI sebesar 10 persen atau 17 responden, tidak valid,'' tegas Nadratuzzaman. Apalagi menurutnya, jika angka 17 responden tersebut dikaitkan dengan 3841 jumlah total responden. ''Ini semain meyakinkan bahwa survei yang dilakukan TII sangat tendensius dan mencederai kaidah-kaidah ilmiah,'' tambahnya. Diakui Amidhan bahwa MUI sempat mengundang Ketua TII, Todung Mulya Lubis ke MUI dan minta penjelasan soal survei TII tesebut. ''Namun saat itu, Todung Mulya Lubis sama sekali tidak ada perasaan bersalah ataupun keliru apalagi meminta maaf pada kami,'' tegas Amidhan. ''Bahkan Teten Masduki pernah berbicara di media massa bahwa adalah hal yang biasa bila ada yang gerah saat hasil survei diumumkan. Konyolnya, ia juga bilang sudah ada klarifikasi TII terhadap MUI, yang kenyataannya sama sekali tidak ada,'' tambah Amidhan.osa/kpo From: muslim insuffer <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Sent: Friday, February 20, 2009 11:41:50 AM Subject: [is-lam] MUI Bantah Tuduhan Suap TII ( was : Re: Survey By JIL ? Balasan: [LISI] Survei TII: MUI Sering Disuap) bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful MUI Bantah Tuduhan Suap TII By Republika Newsroom Kamis, 19 Februari 2009 pukul 16:32:00 JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantah hasil survei Transparansi Internasional Indonesia (TII) yang menyatakan bahwa praktek suap telah terjadi di MUI dengan indeks suap 10 persen. "Kami meminta TII menarik pernyataan tersebut. Ini merugikan nama baik MUI sebagai lembaga para ulama dan mengarah pada isu SARA," kata Ketua MUI KH Amidhan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis. Sertifikasi halal yang dimaksudkan oleh survei TII, ujarnya, diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM), sedangkan MUI yang mewadahi LPPOM merupakan lembaga musyawarah ulama, tidak terkait dengan sertifikasi. "Survei ini bias dan pernyataan manajer riset TII Franky Simanjuntak yang dimuat media massa merupakan fitnah dan menyesatkan," katanya. Ia juga menganggap aneh MUI dimasukkan dalam 15 lembaga yang disurvei, padahal MUI bukan BUMN, bukan lembaga pemerintah seperti 14 yang lain yang dibiayai oleh APBN atau didanai publik. Read the rest of this entry <http://musliminsuffer.wordpress.com/2009/02/20/mui-bantah-tuduhan-suap-tii- 2/#more-6962> > At 08:49 AM 1/23/2009, OK Taufik wrote: banyak cara memang kaum munafiqun/kafirun menyerang Ummat Islam..baik ideologi sampai nyawa ummat islam yg di bunuh mereka... tak usah percaya sama survey begini..statement yg begini tak jelas juntrungannya, pengusaha makanannya siapa?.. (pengusaha restoran babi kah?) dan siapa pemiliknya?
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
