Conclusion Engineering Ajaran Islam, Al-Qur'an untuk Semua Ummat Manusia
Abstraks:
Karakteristik dari Fiqih, Tasauf & Tauhid (FTT) yang berdasarkan Qur'an dan
Hadis yaitu:
*       Fiqih ruang lingkupnya adalah (salah, benar, baik & buruk), serta
cenderung kaku dan mencari kesalahan.
*       Tasauf tujuanya adalah akhlak mulia, dalam kedamaian untuk mencapai
ke-IKHSAN-an dan domainya adalah hati.
*       Tauhid adl hubungan vertikal dan pengaruhnya terhadap diri manusia,
ilmu Tauhid ini tidak punya masalah, tapi orang yg belajarnya bisa
bermasalah.
Ketiga ilmu tersebut yaitu FTT, jangan dipisahkan, kalau dipisahkan akan
terbentuk karakter seperti ke-3 bullet diatas. Demi kesempurnaan kehidupan
di Bumi Allah ini maka ke-3 FTT tersebut harus dipahami secara keseluruh
tanpa terpisah-pisah yang berdasarkan al-Qur'an & al-Hadis. 

Al-Qur'an untuk Semua Ummat Manusia, lanjutan 2,
Dengan ke-3 bullet diatas (FTT) dan ditambah lagi dengan "Uthlubul Ilmi.."
maka sudah lebih dari cukup bagi kita untuk mengetahui bagaimana
karakteristik siapa-siapa dibelakang pemberi komentar. Maka akan terlihat
jelas komentator tersebut purely Fiqiyah, atau Fiqiyah yang sudah dibalut
Tasaufiyah dan subhanallah akan juga terpancarkan bahwa dibalik komentator
itu adalah orang orang yang sudah merangkai FTT secara bijak dan arif.
Contoh yang mungkin masih up to date adalah sosok ulama yang juga pernah
sebagai Ketum MUI yang lebih populer dengan sebutan Buya Hamka. Beliau itu
karena sudah mengamalkan FTT secara kamil maka beliau terasa sejuk dalam
penyampaian Dakwah Islam sehingga bisa diterima semua pihak sebagai ketua
MUI. Pada saat itu keadaan ummat Islam di Indonesia adalah hingar bingar
alias dalam artian terpecah belah. Tapi dengan penampilan beliau yang sejuk,
alhamdulillah sedikit demi sedikit perpecahan ummat Islam di Indonesia bisa
diredam. Karena buya Hamka mengamalkan ajaran Islam yang bersandarkan
al-Qur'an dan al-Hadis secara menyeluruh yaitu komponen utamanya adalah FTT,
maka ketika beliau berbicara Fiqih, sirna ke-KAKU-an dari Fiqih karena
terbalut ke-LEMAH-LEMBUT-an Tasauf. Hilang mencari ke-SALAH-an Fiqiyah
karena di-FINISHING oleh DAMAI-nya Tasauf. Ditambah lagi dengan Tauhid yang
dijalankan beliau yang diiringi dengan Aqidah yang konsisten. Maka puncaknya
dari Aqidah dan Tauhid dan FTT yang beliau amalan dan terakhir beliau
mengeluarkan Fatwa MUI yang terkenal itu yaitu MUI melarang ummat Islam
menghadiri acara Natal. Dengan FTT yang sesuai dengan al-Qur'an dan
al-Hadis, maka seseorang tahu kapan menjadi KAKU/ TEGAS, kapan pula harus
LEMAH-LEMBUT kapan pula dipakai TAKE it or LEAVE it. Tapi apa jadinya jika
kita hanya mengamalkan sepotong-potong dari ajaran Islam, yaitu seperti
seorang pemula yang mengenal Islam. Memang lazimnya seorang Islam pertama
kali diajarkan adalah ilmu Fiqih, seharusnya dengan bertambah umur, maka
mode kedua dan mode ketiga setelah paham FIQIH, maka seseorang tadi sudah
harus diikuti dengan mengenal Tauhid dan selanjutnya Tasauf sesuai dengan :
"Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi" tapi apa lacur ternyata karena
didapat salah informasi bahwa Tasauf BID'AH dan TAUHID bisa KAFIR seperti
para Sufi (Mansur Al-Hallaj dan SSJ). Maka banyaklah ajaran Islam terhenti/
mentok pada Fiqih saja. Benarkah Tasauf Bid'ah dan Tauhid Kafir??? ? Insya
Allah, bersambung, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan
Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu
dari Qatar.
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
===============================================
Al-Qur'an untuk Semua Ummat Manusia, lanjutan 1,
Al-qur'an yang terdiri dari 30 juz, 114 surah & 6236 ayat, adalah diturunkan
kepada nabi-Allah Muhammad SAW, melalui perantara malaikat Jibril, yang
diturunkan di Gua Hira' yang wahyu pertama adalah IQRA' bermakna BACALAH.
Melihat begitu banyaknya ayat didalam al-Qur'an dan kalau hanya 10% saja
yang digunakan tentu dapat dijangka bagaimana pemahaman kita terhadap ajaran
Islam. Sementara ulama ulama terdahulu, mereka itu umumnya hafiz al-Qur'an
dan hafal ribuan Hadis, tapi dengan alasan yang sangat sederhana kita
katakan "Saya adalah Ahlul Sunnah Wal-Jamaah, yang ber-pedoman langsung pada
al-Qur'an & al-Hadis, jadi kami-kami ini tidak ber-Mazhab" maka timbulah
pertanyaan apakah bijak statement seperti itu KAMI TIDAK BERMAZHAB? Dilain
pihak, ada yang mengaku sudah ber-MAZHAB, tapi sangat ringan pula mulutnya
mengatakan orang lain yang ber-Mazhab berbeda dengan yang diyakini, bocor
saja mulutnya mengatakan kamu BID'AH, Astaghfirullah, Subhanallah,
Masyaallah. Sekarang dituliskan pula bahwa al-Qur'an itu adalah untuk semua
Ummat Manusia, tentu akan GEGER. Dengan dituliskan bahwa al-Qur'an untuk
semua orang, baik dia Islam, baik dia Kristen, baik dia Budha, baik dia
Atheis, al-Qur'an itu adalah milik semua orang dan al-Qur'an juga milik
SAYA. Bagaimana itu bisa terjadi ? Insya Allah, bersambung, Wa Iyakun
Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan Faminii Wa Minasyaithan,
Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu dari Qatar.
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
=====================================
Al-Qur'an untuk Semua Ummat Manusia
Seorang ulama (alm.) yg juga negarawan merangkap sastrawan, pada sebuah
ceramahnya (penulis saat itu hadir) menyebutkan, didalam ayat-ayat al-qur'an
yang beribu-ribu ayat yaitu sekitar (6236? Ayat) maka hanya sekitar 500 atau
600 ayat saja yang secara khusus buat para Muttaqin atau umumnya buat ummat
Islam. Selebihnya ayat ayat al-Qur'an adalah petunjuk buat semua Manusia
yang mendiami Bumi Allah ini. Tapi yang sering terjadi adalah sebuah
APOLOGY, sewaktu orang menemukan sesuatu, maka dengan BANGGA ITU TELAH LAMA
ADA DISEBUTKAN DIDALAM AL-QUR'AN, itu adalah selalu nyanyian KLASIK yang
dinyanyikan dengan NYARING yang berupa bentuk sebuah APOLOGY. Sewaktu
dituliskan Engineering Ajaran Islam, bung !!! apa apa-an ini ISLAM sudah
SEMPURNA, apa ingin SESAT engineering engineering SEGALA? Secara teori
al-qur'an adalah sebuah warisan dari Rasulullah SAW buat ummat Islam, tapi
sayangnya al-qur'an hanya digunakan untuk keperluan Fiqih saja (dikatakan
utk keperluan Fiqih, karena banyak yang mengatakan Tasauf tidak terdapat
dalam alqur'an), anggap saja itu benar, maka hanya sekitar kurang dari 10%
saja ayat al-qur'an yang digunakan. Kalau hanya -10% apanya yang bisa
dibanggakan bahwa ilmu al-Qur'an telah di-implemementasikan ? Makanya alm.
Ulama yang negarawan & sastrawan tersebut masih banyak ada lebih 90% ayat
al-Qur'an yang belum di-utilisasi oleh ummat Islam. Tapi lain halnya mereka
yang telah merangkai FTT menjadi amalan mereka, mungkin mereka mereka ini
telah meng-OPTIMASI-kan ajaran Islam dalam kehidupan selama masih bernafas
di bumi Allah ini. Makanya alm. Ulama ini mengatakan hanya 500 ~ 600 ayat
yang khusus untuk ummat Islam. Jadi memang benarlah Al-Qur'an Adalah Untuk
Semua Ummat Manusia yg Hidup di Bumi Allah ini. 

Akhirul kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan Faminii
Wa Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu dari
Qatar.

Alkhori M
Alkhor Community
Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke