On 3/3/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:
> 1.        Apakah sudah cukup syarat kalau beliau hanya mengambil 1 dari 90
> sifat sifat nama tuhan yaitu AL-HAQ maka beliau sudah bisa meng-claim atau
> mende-clare diri sebagai Tuhan?

Anak saya namanya Aminah Latifah, dipanggil juga dengan beberapa
panggilan lainnya seperti Killincil, dst.

Jika disebut salah **satu** nama panggilannya (contoh: Killincil),
semua orang sudah paham bahwa maksudnya adalah anak saya tersebut.

Jika ada anak lain yang menggunakan / mengaku bernama tersebut
(Killincil); maka otomatis kita paham bahwa ybs keliru. Karena namanya
bukan itu.

Atau, anak tersebut delusional -- mengira dirinya adalah anak saya.

Dari ilustrasi ini jelas bahwa pada nama yang unik, maka hanya akan
merujuk kepada ybs.

(beda jika nama yang tidak unik / ada banyak yang sama; seperti budi,
harry, dst; nah ini masih ada kemungkinan ambigu)

Kembali ke Al-Hallaj -- maka kini sudah jelas bagi kita siapa yang
dimaksudnya  ketika menyebut   AL-HAQ


> 2.       Mengapa sewaktu mau mengatakan dirinya adalah TUHAN, bukan
> dikatakan: ANA ILA atau ANA ALLAH atau ANA RABB (ini konkret artinya SAYA
> ADALAH TUHAN, I AM GOD). Tapi yang digunakan adalah ANA AL-HAQ

Sampeyan kan bisa B.Arab.

Mustinya sudah tahu kan bedanya HAQ dengan AL-HAQ ? Dan sudah tahu
bahwa Al-HAQ jelas hanya menunjuk ke satu entitas secara unik. Tidak
akan keliru menunjuk ke entitas yang lainnya.



Salam, HS
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke