Suhu Khoir, di barisan ibu-ibu itu ada si Dorce, ..... Dorce menurut perintah 
suhu mesti masuk kemana ?
Karena secara pengakuan dia Ibu-Ibu, tapi ada ciri lain yang dia ternyata mesti 
kelompok Rijal, masuk anak2 jelas gak mungkin . 


jadi ?

--- On Tue, 3/10/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:

From: Alkhori M <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari 
Perfektive/Rijalsecaralughot dan syari'at --??|
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 10, 2009, 10:09 AM




 
 

 

 

 







Ini ada hal
yang menarik sebuah pertanyaan seorang rekan dan sudah saya jawab dengan cara
FTT*, mungkin yang lain boleh tambahkan: 

   

CLUE-nya sbb:
Rijal yang artinya laki-laki, oleh rekan ini bisakah Rijal diartikan perempuan? 

Maka saya jawab
secara FTT : “Pada sebuah acara
Maulidan oleh protokol diumumkan, kepada adik-adik dan juga anak-anak
diharapkan duduk dibagian depan dan untuk ibu-ibu diharapkan mengambil tempat
duduk disebelah kiri dan yang terakhir untuk bapak-bapak diharapkan mengambil
tempat duduk disebelah kanan”  

   

Apakah ada yang
bisa membantukan menerangkan jawaban saya ini? kepada AS & AFR, salam. 

Legend *Fiqih,
Tauhid & Tasauf (FTT). 

   



Alkhori M 

Alkhor
Community 

Qatar 











From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of AFR

Sent: Tuesday, March 10, 2009 1:39
AM

To: [email protected]

Subject: Re: [is-lam] Bls: LA ....
ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijalsecaralughot dan syari'at --??| 



   





pertanyaan kang Agus sdrhn: rijal itu mewakili dzat atw
sifat?



Alkhoir,

tak bantu njelasin kalo belom ngerti maksud pertanyaan kang Agus.

kalo rijal sbg dzat, maksude dpt dilihat dari cirinya punya anu
diselangkangannya.

kalo rijal itu sbg sifat, itu Dorce ...  

---



1. dua titik kalo dihubungkan, selain jaraknay terdekat juga akan membentuk
garis 

lurus serupa angka 1 (SATU). simbol KETAUHIDAN, bahwa semua yg mudah, sederhana


dan tidak harus mbulet, kompleks atw rumit.



2. ular itu binatang yg dzat-nya dikenal hanya punya kepala & ekor, 

selebihnya adalah badan. wajar jika utk berjalan selalu meliuk-liuk. bila 

ada 2 titik sesederhana kepala & ekor spt ular tapi jadi panjang
meliuk-liuk 

atw malah mbulet, itu cara/gaya hidup ular. 



3. iblis itu bermanifesatsi sbg ular yg melilit di pohon, yg dgn segala tipu
dayanya

sebabkan Adam & Hawa keluar surga.



4. kalo mengira diri sdh pinter dan ternyata ada yg lbh pinter itu bijak

shg semakin tawadlu', tidak sombong & rendah hati. wal hasil, 

boleh jadi diri ini yg paling bodo, ternyata masih ada yg lebih ...





saya ikut mas Agus: 

a'udzubilllahi min asyaithaani rajiim, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin





salam,

Fahru 









From: Alkhori M
< [email protected] >

To: [email protected]

Sent: Monday, March 9, 2009
8:47:15 PM

Subject: Re: [is-lam] Bls: LA ....
ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal secaralughot dan syari'at 



Agus Safudi
(AS), komentar anda panjang juga, tapi yang ingin saya tanggapi adalah soal 
“RIJAL” dan saya menjawabnya
adalah sbb: “Pada sebuah acara Maulidan
oleh protokol diumumkan, kepada adik-adik dan juga anak-anak diharapkan duduk
dibagian depan dan untuk ibu-ibu diharapkan mengambil tempat duduk disebelah
kiri dan yang terakhir untuk bapak-bapak diharapkan mengambil tempat duduk
disebelah kanan” diharapkan AS akan paham maksud saya tentang
arti “RIJAL” sekarang
bagaimana pemahaman anda AS tentang jawaban saya.  

  



Alkhori M 

Alkhor
Community 

Qatar 











From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Agus Safudi

Sent: Monday, March 09, 2009 2:39
PM

To: [email protected]

Subject: [is-lam] Bls: LA ....
ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal secaralughot dan syari'at 



  


 
  
  (^_^)   .....,??@@#$%^zzzz ,....., ketika
  ada email masuk inbox, suka atawa tidak, terpaksa ato tidak (IYYAKA NA'BUDU
  WA IYYAKA NASTA'IN) ,  pasti saya buka, baca,..dst..terkadang ada rasa
  senang, kadang ada rasa kesal, dst......he.he.he..

  

  

  --- Pada Sen, 9/3/09, Alkhori M < [email protected] 
  > menulis: 
  Dari: Alkhori M < [email protected] 
  > 
  
  
  >Kalimat LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), bisa ditambahkan menjadi super
  >kompleks yang berdasarkan riwayat singkat diatas yaitu: 
  >LA
  ILA (ha) ILLA ALLAH (hu),  
    
  mas, coba di lihat lagi tekstual arab nya bgm, coba
  anda liat di Qur'an, saya lupa ayat nya tapi bunya nya begini:.."fa'lam
  anahu laa ilaha illallahu".. 
  Pertama: apakah betul terjemah "ila" dalam
  bahasa indonesia adalah ALLAH? 
  Kedua: apakah anda tidak salah dalam melakukan
  pemenggalan lafadz, seharusnya : laa ilaha, ..jangan di penggal la ila,
  ha  nya dalam kurung.. 
  maksud judul mungkin perspektif ngkali ya.. 
    
  mas, dalam al-Qur'an ada ayat yang berbunyi
  "laa takfuma laysa laka bihi 'ilmun",..kalo gak salah surah
  al-Israa..dan banyak dalil2 lain yang mengatakan jangan berbicara tentang AKU
  bila tidak mengetahui... 
  pada ayat di atas ada kata "fa'lam",..maka
  keTAHUilah...sebenarnya mengucapkan "laa ilaha illallahu" pun harus
  dengan ILMU. 
    
  >LA
  ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), Allah minimal 5x
  sebagai muslim anda >menghadapnya atau minimal 34x anda sujud dihadapanya,
  pada saat itu, >Subhanallah, Masyalaah kita-kita
  bisa langsung berkomunikasi dengan >Allah. 
  

  Dzikron katsiiro...

  Jangankan cuma komunikasi, bahkan bisa mendapati-NYA...

  ada sebuah hadits qudsi " wahai anak adam carilah AKU, 
  NISCAYA  kamu akan mendapati-KU. Bila kamu mendapati-KU maka kamu akan
  mendapati segala sesuatu, bila kamu tidak mendapati-KU, maka kamu tidak akan
  mendapati segala sesuatu. sesungguhnya AKU lebih mencuntai kepada kamu dari
  pada kepada segala sesuatu"..mo tahu bgmana mendapati-NYA. bung Khori?..

  

  "menurut saya" ... sampeyan ini sedang ber "tholabul
  ilmi", tapi kok kaya nya kurang tepat dalam hal  positioning
  nya....

  _____________________________________________________________________________ 
  
  
  

  menjelang pesta demokrasi ini ada hal yg ingin saya diskusikan sbb:

  pada suatu saat saya pernah menonton di salah satu tv, waktu itu yg di
  diskusikan adalah kata "rijal", pada saat itu JIL di wakili oleh
  DR. musdah mulia, dan ada seorang ustadz (laki2) dan juga wanda hamidah..

  

  yang ingin saya diskusikan/tanyakan apakah kata "rijal" dalam al
  Quran mutlak melekat pada dzat, artinya harus laki-laki, atau bisa saja
  melekat pada sifat, bila demikian maka perempuan pun bisa saja. bila kata
  rijal bisa melekat pada sifat (mungkin baru wacana) maka ada dalil naqli lain
  yang memang mendukungnya.

  mungkin ada yang punya kumpulan tafsir, kamus, dll..untuk ber sharing ria..

  

  syukron katsiir

  wassalam.

  a.s.  
  
 


  







Nama baru untuk Anda! 

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 

Cepat sebelum diambil orang lain! 









   



 


-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke