Beli Dewa, ente kayanya mengarah pada dzat, sifat, asma, af'al-Nya ya?, (maaf
bukan neropong ntar dikira paranormal he..he..he..)
--- Pada Sel, 10/3/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> menulis:
Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Topik: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
secaralughot dan syari'at --??|
>Lha kalo rijal jadi dzat…. wah.. wah… wah… blaen iki… ntar ada
yang >kerjanya suka ngeraba-raba selangkangan lageee…. JJ
>Kan sudah jelas lah yaw… Dzat sudah ketutup – tup. Yang tahu
Allah ya Allah >sendiri. Muhammad SAW pun juga tidak tahu Dzat, meskipun kalo
berdo’a
blio >suka bilang “Wahai Dzat yang diriku berada dalam genggamanNYA…”. Itu
>menggambarkan betapa akrab – karib dan tak berdayanya blio dihadapan >Allah.
>Yang namanya SIFAT kan ya sudah gumelar dan netes ke kita-kita
sebagai >mahkluk…. ada hidup, daya, kehendak, lihat, dengar, rahman, rahiim,
dst..dst…
mungkin saya rubah saja kata dzat/zat menjadi wujud materi yang bisa di tangkap
oleh pancaindera, piye nek ngono beli?sebenarnya maksud saya glontorkan topik
ini bisa saja nanti mengarah pada keTERBUKAan umat ini dalam menyikapi segala
sesuatu,..atau mungkin masih adanya keterBELENGGUan pada sebagian umat kita
(mudah2an tidak menuai badai nulis gene..he..he..he..)
bahwa negeri ini pernah di pimpin oleh wanita itu adalah suatu realitas,artinya
hal tsb terjadi tentu saja atas kehendak-Nya dan umat Islam tidak bisa
menganggap itu sebagai sesuatu yang absurd(mustahil/tidak masuk akal) karena
terjadi, suka tidak suka, ridho atau tidak...tapi point ini hanya perjalanan
dari topik ini bukan tujuan..walaupun judul lebih nmengarah ke situ.maaf ndak
pinter bikin judul lha wong belum pernah jadi editor/redaktur,dll.ini cuma
tulisan secangkir kopi, pake rokok gak ya ntar haram lagi....(sampe sini dulu
he..he..he..)
kalo topik saya glontorkan ada di titik nol (0), maka penjelasan mas Fakhru ada
di titik satu (1),..dst mungkin kalo DIA berkehendak bisa berlanjut sampe titik
n, atau ~, atau mungkin dicukupkan saja karena hanya wasting time....monggo
kersa (kumaha kersana wae,hi..hi..hi.)
wasslam.a.s.
From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of AFR
Sent: Tuesday, March 10, 2009 5:39 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
secaralughot dan syari'at --??|
pertanyaan
kang Agus sdrhn: rijal itu mewakili dzat atw sifat?
Alkhoir,
tak bantu njelasin kalo belom ngerti maksud pertanyaan kang Agus.
kalo rijal sbg dzat, maksude dpt dilihat dari cirinya punya anu
diselangkangannya.
kalo rijal itu sbg sifat, itu Dorce ...
---
1. dua titik kalo dihubungkan, selain jaraknay terdekat juga akan membentuk
garis
lurus serupa angka 1 (SATU). simbol KETAUHIDAN, bahwa semua yg mudah, sederhana
dan tidak harus mbulet, kompleks atw rumit.
2. ular itu binatang yg dzat-nya dikenal hanya punya kepala & ekor,
selebihnya adalah badan. wajar jika utk berjalan selalu meliuk-liuk. bila
ada 2 titik sesederhana kepala & ekor spt ular tapi jadi panjang
meliuk-liuk
atw malah mbulet, itu cara/gaya hidup ular.
3. iblis itu bermanifesatsi sbg ular yg melilit di pohon, yg dgn segala tipu
dayanya
sebabkan Adam & Hawa keluar surga.
4. kalo mengira diri sdh pinter dan ternyata ada yg lbh pinter itu bijak
shg semakin tawadlu', tidak sombong & rendah hati. wal hasil,
boleh jadi diri ini yg paling bodo, ternyata masih ada yg lebih ...
saya ikut mas Agus:
a'udzubilllahi min asyaithaani rajiim, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin
salam,
Fahru
From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, March 9, 2009 8:47:15 PM
Subject: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
secaralughot dan syari'at
Agus Safudi (AS), komentar anda panjang juga, tapi yang ingin saya
tanggapi adalah soal “RIJAL” dan saya menjawabnya adalah sbb: “Pada
sebuah acara Maulidan oleh protokol diumumkan, kepada adik-adik dan juga
anak-anak diharapkan duduk dibagian depan dan untuk ibu-ibu diharapkan
mengambil tempat duduk disebelah kiri dan yang terakhir untuk bapak-bapak
diharapkan mengambil tempat duduk disebelah kanan” diharapkan AS akan paham
maksud saya tentang arti “RIJAL” sekarang bagaimana pemahaman anda AS
tentang jawaban saya.
Alkhori
M
Alkhor Community
Qatar
From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Agus Safudi
Sent: Monday, March 09, 2009 2:39 PM
To: [email protected]
Subject: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
secaralughot dan syari'at
(^_^) .....,??@@#$%^zzzz ,....., ketika ada
email masuk inbox, suka atawa tidak, terpaksa ato tidak (IYYAKA NA'BUDU WA
IYYAKA NASTA'IN) , pasti saya buka, baca,..dst..terkadang ada rasa
senang, kadang ada rasa kesal, dst......he.he.he..
--- Pada Sen, 9/3/09, Alkhori M < [email protected] >
menulis:
Dari: Alkhori M < [email protected] >
>Kalimat
LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), bisa ditambahkan menjadi super
>kompleks yang berdasarkan riwayat singkat diatas yaitu:
>LA
ILA (ha) ILLA ALLAH (hu),
mas, coba di lihat lagi tekstual arab nya bgm, coba anda
liat di Qur'an, saya lupa ayat nya tapi bunya nya begini:.."fa'lam anahu
laa ilaha illallahu"..
Pertama: apakah betul terjemah "ila" dalam
bahasa indonesia adalah ALLAH?
Kedua: apakah anda tidak salah dalam melakukan pemenggalan
lafadz, seharusnya : laa ilaha, ..jangan di penggal la ila, ha nya
dalam kurung..
maksud judul mungkin perspektif ngkali ya..
mas, dalam al-Qur'an ada ayat yang berbunyi "laa
takfuma laysa laka bihi 'ilmun",..kalo gak salah surah al-Israa..dan
banyak dalil2 lain yang mengatakan jangan berbicara tentang AKU bila tidak
mengetahui...
pada ayat di atas ada kata "fa'lam",..maka
keTAHUilah...sebenarnya mengucapkan "laa ilaha illallahu" pun harus
dengan ILMU.
>LA
ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), Allah minimal 5x sebagai muslim anda >menghadapnya
atau
minimal 34x anda sujud dihadapanya, pada saat itu, >Subhanallah,
Masyalaah kita-kita bisa langsung berkomunikasi dengan >Allah.
Dzikron katsiiro...
Jangankan cuma komunikasi, bahkan bisa mendapati-NYA...
ada sebuah hadits qudsi " wahai anak adam carilah AKU,
NISCAYA kamu akan mendapati-KU. Bila kamu mendapati-KU maka kamu akan
mendapati segala sesuatu, bila kamu tidak mendapati-KU, maka kamu tidak akan
mendapati segala sesuatu. sesungguhnya AKU lebih mencuntai kepada kamu dari
pada kepada segala sesuatu"..mo tahu bgmana mendapati-NYA. bung Khori?..
"menurut saya" ... sampeyan ini sedang ber "tholabul
ilmi", tapi kok kaya nya kurang tepat dalam hal positioning
nya....
_____________________________________________________________________________
menjelang pesta demokrasi ini ada hal yg ingin saya diskusikan sbb:
pada suatu saat saya pernah menonton di salah satu tv, waktu itu yg di
diskusikan adalah kata "rijal", pada saat itu JIL di wakili oleh
DR. musdah mulia, dan ada seorang ustadz (laki2) dan juga wanda hamidah..
yang ingin saya diskusikan/tanyakan apakah kata "rijal" dalam al
Quran mutlak melekat pada dzat, artinya harus laki-laki, atau bisa saja
melekat pada sifat, bila demikian maka perempuan pun bisa saja. bila kata
rijal bisa melekat pada sifat (mungkin baru wacana) maka ada dalil naqli lain
yang memang mendukungnya.
mungkin ada yang punya kumpulan tafsir, kamus, dll..untuk ber sharing ria..
syukron katsiir
wassalam.
a.s.
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam