menyenangkan saksikan perlombaan duniawi di lini racing motor/mobil.buat saya
pribadi
setidaknya perkuat kesadaran bahwa ketika manusia sdh mengetahui ilmu2
kematerialan
duniawi, manusia bisa berbuat apa saja dgn 'sekejap' & sekehendaknya.
itulah wujud realitas janji ditundukkanNya langit & bumi utk manusia.
namun karena kbykan ilmu2 itu lbh dibawah 'manajemen' regulasi yahudi dgn
segala aturannya,
byk hal yg dikondisikan utk tidak mudah segera diaplikasikan namun mereka
mengetahui 'resep'-nya.
kalo kata si jago ngebut itu, "Kenapa motorku dilumat di mesin
penghancur ..."
terkesan sekali ada sesuatu yg disembunyikan utk kepentingan kelompok tertentu
...
salam,
Fahru
---
Rossi: MotoGP Jadi Terlalu Elit
Kris Fathoni W - detiksport
Jakarta - Nasib tim privat di MotoGP mengundang
keprihatinan Valentino Rossi. Berkaitan dengan hal itu, sang juara
dunia 2008 juga mencap MotoGP sudah jadi terlalu elit.
Semenjak
musim 2006, belum ada lagi tim privat yang bisa bikin torehan menawan.
Saat itu Marco Melandri yang membela Fortuna Honda bisa kompetitif
berebut gelar dan mengakhiri musim di posisi empat.
Musim 2006 juga dicatat Autosport sebagai kali terakhir pembalap tim privat
bisa memenangi balapan. Hal
itu dilakukan oleh Toni Elias yang membalap buat Gresini Honda di
Estoril.
Surutnya prestasi tim privat, menurut Rossi, sudah
bikin kesenjangan negatif antara tim privat dengan tim pabrikan, di
mana kejuaraan jadi kurang kompetitif lagi.
"Sampai dengan
2006 pembalap tim privat seperti (Marco) Melandri bisa bertarung menuju
gelar, tapi sejak 2007, dengan motor 800cc, rentang antara tim pabrikan
dan tim privat jadi lebar. MotoGP sudah jadi terlalu elit dan itu tak
bagus," kata dia.
Maka dari itu, sang pembalap Yamaha pun minta
agar para tim pabrikan bisa lebih banyak menyediakan motor-motornya
untuk tim privat. Ini juga demi menciptakan atmosfer kompetisi yang
lebih sehat dalam MotoGP.
"Kenapa motorku dilumat di mesin
penghancur setiap akhir musim, ketimbang menjualnya ke tim privat yang
kemudian bisa mengikutsertakan dua pembalap lagi?" sergah Rossi seraya
bertanya.
"Kami sudah mencapai tingkat sedemikian tinggi di mana
Yamaha tak mau melihat yang lain tahu bagaimana mereka membuat
motornya, sehingga (menilai) lebih baik untuk menghancurkannya. Tapi
dengan begini akan sulit mendapatkan grid yang bagus, yang dalam
pandanganku seharusnya terdiri dari 24 pembalap," gugat 'The Doctor'.
Pembalap
asal Italia tersebut juga meyakini kalau hal ini juga bisa berkaitan
dengan program penghematan yang rencananya akan dimulai sedari musim
2010.
"Kami harus sesedikit mungkin membuat pengeluaran, dan
membuat motor-motor jadi lebih lambat. Situasi ekonomi saat buruk,
motor-motor tak lagi dijual dan kami tak bisa berpura-pura tidak
terjadi apa-apa," analisa Rossi. ( krs / key )
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam