Memang ada kesenjangan penghasilan antara para pejabat dengan mayoritas rakyatnya.
Bagi para pejabat yang penghasilannya lebih dari puluhan juta rupiah per bulan mungkin tidak masalah belanja terus. Tapi bagi masyarakat menengah ke bawah yang penghasilannya pas-pasan, belanja terus akan berakibat besar pengeluaran daripada penghasilan. Apalagi harga2 barang terus naik. Bisa2 pada berhutang semua. Paling tidak ada 3 teman saya yang berurusan dengan Debt Collector akibat pengeluaran tidak sesuai dengan pendapatan. Jadi buat SBY, jangan cuma pendapatan PNS saja yang dinaikkan. Para buruh swasta atau petani juga. Kalau UMR dinaikkan, tapi perusahaan (yang saat ini megap2) tidak mampu menggaji sesuai UMR, harusnya pemerintah bisa membayar kekurangan UMR. Jangan hanya bisa minta pajak PPH saja. === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam? Kirim email ke: [email protected] --- Pada Ming, 22/3/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]> menulis: > Dari: Mawan Sugiyanto <[email protected]> > Topik: Re: [is-lam] SBY: Teruslah Belanja, Uang Jangan Disimpan di Bawah > Bantal > Kepada: [email protected] > Tanggal: Minggu, 22 Maret, 2009, 3:02 PM > > Yang jelas PPN 10% jalan terus > Nanti kalo pidato kan terjadi kenaikan pendapatan sektor > pajak > Tapi ada benarnya juga loh, daripada di tabung terus > dikemplang saya boss Bank ... > Sudah aneh ini ... > Hemat pangkal kaya apa Berhutang pangkal kaya > > > > > --- On Mon, 3/23/09, Dewa Gede Permana > <[email protected]> wrote: > > From: Dewa Gede Permana <[email protected]> > Subject: [is-lam] SBY: Teruslah Belanja, Uang Jangan > Disimpan di Bawah Bantal > To: "Milis is-lam" > <[email protected]> > Date: Monday, March 23, 2009, 1:00 AM > > Sama-sama dalam keadaan krisis > ekonomi, bedanya : > Dulu ada anjuran kencangkan ikat pinggang. (soeharto) > Sekarang ada anjuran copot ikat pinggang. (sby) > > Entah mana yang bener, tapi rasa-rasanya kog ada yang nggak > klik > gitu lho... > Yang jelas dulu ortu sangat tidak menyukai perilaku > pemborosan. titik! > > :) > salam hangat > > > SBY: Teruslah Belanja, Uang Jangan Disimpan di Bawah > Bantal > Luhur Hertanto - detikFinance > > > Foto: Setpres Jakarta - Laporan BI yang menyebutkan nilai > tabungan > masyarakat terus naik di masa krisis ekonomi, merupakan hal > yang baik. > Tapi akan lebih baik lagi bila dana tersebut juga ada yang > dibelanjakan sehingga perekonomian nasional tetap > bergerak. > > Demikian disampaikan Presiden SBY dalam sambutannya membuka > sidang > dewan pleno I HIPMI di hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa > (10/3/2009). > > "Terus lah belanja. Uangnya jangan disimpan di bawah > bantal saja," kata dia. > > Presiden SBY menyatakan bersyukur setiap kali dia melihat > warung, mal > dan pusat perbelanjaan di Indonesia hingga kini masih > ramai > pengunjung. Situasi ini menunjukkan rakyat masih mempunyai > daya beli > sehingga para produsen bisa > terus berpoduksi dan PHK terhindarkan. > > Dia kemudian menceritakan diskusinya dengan JK tentang > pengalamannya > di AS bulan lalu. Kata JK, sebagian besar pusat > perbelanjaan di AS > sedang sepi pengunjung, warganya membatasi belanja sehingga > banyak > produsen bangkrut gara-gara produknya tidak laku di pasar > dan PHK pun > terjadi. > > "Jadi kalau mal sepi malah bahaya. Situasi bisa > menjadi lebih buruk," > sambung SBY.(lh/qom) > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > > -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan----- > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id..messenger.yahoo.com/invite/ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
