Betul mas. mbangun gedung kalo dah salah dari perencanaan awal maka bentuk2
berikutnya ya tambal-sulam yg so pasti malah nambah kesalahan-kesalahan
berikutnya. Mau gak mau solusinya ya kudu di rontok-habiskan gedung itu dan
bikin pondasi baru yg benar. 

 

Akan tetapi dalam kehidupan faktual yg tampak mata ini, terdapat berbagai
ragam jebakan sehingga gedung yg terlihat wah itu seolah-olah sebagai
sesuatu yang dianggap benar dan sukses, sementara gubuk pinggiran yg selalu
tetap ada dan tdk mengganggu siapapun, malah dianggap sebagai bangunan yg
aneh bahkan hrs di enyahkan lantaran dinilai ora pantes dimata pasukan
TIBUM.

 

J

Salam hangat

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of AFR
Sent: Thursday, March 26, 2009 10:31 AM
To: Milis is-lam
Subject: [is-lam] The Guardian Temukan Bukti Israel Lakukan Kejahatan Perang

 

senjata boleh canggih, lengkap & mutakhir, yg cara kerjanya dipandu dgn
laser, 
satelit di langit, powerful, efektif memusnahkan musuh/target, diimport
penuh dari 
sekutunya di amrik & eropa yg sangat memusuhi. sementara Muslimin hanya 
senjata selundupan yg terbatas, susah didapat & usang pula ...

tapi dgn perang cara begini, nyatalah bahwa israel itu kalah total!!!

ya Allah, 
kuatkanlah hati kami bahwa iman kepadaMu itu jauh lebih utama hingga lubuk 
kami penuh dgn keyakinan bahwa dunia kafir & hiruk pikuknya bukanlah
apa-apa.


salam,
Fahru
---

[ Rabu, 25 Maret 2009 ] 

The Guardian Temukan Bukti Israel Lakukan Kejahatan Perang 


TEL AVIV - Testimoni yang disampaikan oleh sejumlah serdadu Israel bahwa
mereka telah melakukan berbagai bentuk kejahatan perang ternyata memang
benar. Kesimpulan itu disampaikan oleh The Guardian setelah melakukan
investigasi mendalam terkait dengan kasus tersebut. 

Harian Inggris itu menemukan bukti bahwa para serdadu Israel telah
menggunakan anak-anak sebagai tameng hidup, menyerang rumah sakit, hingga
menjatuhkan bom di permukiman sipil. Hasil investigasi tersebut direkam
dalam tiga film dokumenter. Film-film itu bercerita tentang beberapa fakta
terkait dengan Operation Cast Lead yang menempatkan Hamas sebagai target,
tapi dalam kenyataannya menewaskan 1.400 orang. Kebanyakan di antara para
korban itu justru perempuan dan anak-anak. Jumlah korban anak bahkan
mencapai sekitar 300-an. 

Testimoni tersebut dikemukakan oleh sejumlah serdadu dalam diskusi pada
akhir kursus pramiliter Yitzhak Rabin di Oranim Academic College, Israel
bagian utara, 13 Februari lalu. Acara itu sebenarnya berlangsung tertutup.
Tapi, harian yang terbit di Tel Aviv, Haaretz, berhasil mendapatkan
transkripnya, lalu dikutip harian Inggris The Independent pada edisi 20
Maret lalu. 

Beberapa di antara pengakuan saksi yang berhasil dikumpulkan oleh The
Guardian datang dari tiga bersaudara keluarga al-Attar. Mereka menceritakan
bagaimana tentara Israel menculik mereka dari rumah di bawah todongan
senjata. Mereka juga dipaksa berlutut di depan tank agar Hamas tak menyerang
pasukan Israel. Kemudian, ketiganya dibawa ke sejumlah bangunan untuk
melindungi pasukan Israel. 

"Mereka (tentara Israel, Red) menyuruh kami berjalan di depan. Jadi, kalau
ada tembakan, peluru akan mengenai kami, bukan mereka," kenang Al'a
al-Attar, 14.

Paramedis dan sopir ambulans juga memberikan kesaksian. Mereka menyatakan
menjadi target serangan saat menolong korban luka. Sebanyak 16 orang dari
kelompok mereka tewas. Menurut data yang dimiliki Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), lebih setengah dari 27 rumah sakit dan 44 klinik di Gaza hancur
akibat serangan bom Israel. (cak/ttg)




__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature
database 3958 (20090324) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke