Relevansi pendapat ini dengan topik sebelumnya adalah bahwa "siksa" yang
akan datang bukanlah Kehendak-Nya tetapi lebih karena kita yang -pinjam
istilah Anda-- "salah tanggap dengan Tuhan". Allah tidak pernah kejam
terhadap makhluknya tetapi kitalah yang "letoy" memaknai Hakikat-Nya.
Begitulah yang saya pelajari dari Anda.

Quote : "Surga-neraka memang kita sendiri yg mbikin. Gusti Allah mah
samasekali gak kejam, manusianya aja yang keliru tanggap"

Lalu, disini muncul pertanyaan lagi; dimanakah salah-tanggap kita itu? Atau
kapan kita biasanya salah-tanggap dengan-Nya?

Maturnuwun;
Tejosuroso


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke