Saya  melihat bahwa pemilu saat ini tak berbeda jauh dengan jaman orde baru
atau bahkan orde lama dulu. Komposisi manusianya tak lari dari racikan lama:
komposit NASAKOM. Sebaran tiap elemen bisa berubah-ubah dengan perolehan
yang fluktuatif dari waktu ke waktu. Kenaikan atau penurunan jumlah suara
yang didapat hanya perpindahan kualitas dari seberapa bagus suatu momentum
bisa dimanfaatkan. Semuanya pun tetap temporer. Suatu saat, ketika dirasa
ada ketidaknyamanan, angka-angka bisa mendadak akrobat. Sementara tiap
elemen adalah variable karakter yang berkonflik sesering perpindahan gigi
persneling.

 

Salam;

Tejosuroso

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Mawan Sugiyanto
Sent: 11 April 2009 9:46
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] oposan=hasidin (pencela)?

 


kalau aku yang bikin negara, DPR-nya gak aku gaji. 49.7 trilyun ... betapa
mahalnya kejujuran... bahkan belum tentu mendapatkan kejujuran itu. 
atau mungkin butuh satu bom atom kayak hiroshima dulu ya ?


--- On Thu, 4/9/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:


From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] oposan=hasidin (pencela)?
To: [email protected]
Date: Thursday, April 9, 2009, 2:47 PM

Yang jelas mas pada masa-masa pemilu biasanya sebagian besar politisi
pada doyan melakukan pembuktian bahwa lidah bener-bener tak
bertulang... Setelah pemilu lewat, nah barulah masuk fase pamer
ketidak-bertulangannya tadi.... he..he..

eneg gak sih?

Makanya tadi setelah nyontreng ya sudah saya lupakan apa-apa yg sudah
dicontreng tadi... dan berusaha utk tak meninggalkan jejak harap
apapun. Yang penting sudah memenuhi undangan dan yakin kertas
contrengan akan dianggap sah oleh panitia KPPS. Sekarang terdengar
sedang dilakukan counting.... ahh, tapi saya lebih tertarik utk
berdiam didalam rumah saja.

:)
salam hangat

2009/4/9 AFR <[email protected]>:
> oposan dgn hasidin itu deket gak ya maknanya?
>
>
> salam,
> Fahru
>
> ---
> Jadi Oposan, Taufiq Kiemas Optimistis PDIP Menang
> Laurencius Simanjuntak - detikPemilu
>
> Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat peringkat
> kedua dalam Pemilihan Legislatif 2004. Di 2009, PDIP berharap lebih baik
> dari 2004 karena sudah memperbaiki diri.
>
> "Harapannya masih lebih bagus dari 2004. 2004, (PDIP) brengsek saja masih
> dapat 18,5 persen," kata Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP Taufiq
> Kiemas usai mencontreng di TPS 03, Kebagusan IV, Pasar Minggu, Jakarta
> Selatan, Kamis (9/4/2009).
>
> Taufiq mengatakan, 5 tahun yang lalu, PDIP sedang mabok, tidak pernah
> berterima kasih dengan rakyat sehingga dihukum rakyat. Namun PDIP kini
sudah
> berubah. Pada 2005 PDIP bekerja keras memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
>
> "Sampai sekarang sebagai partai oposisi selalu membela kepentingan rakyat.
> Sekarang waktunya terserah rakyat. Tentunya kita berharap menang,"
ujarnya.
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke