dilematis memang, mana silaturahmi, mana bisnis org yg sdh terpatri 
urusan uang, mengejar target, bonus ... dlsbgnya hal yg sangat duniawi
mereka seolah tertutup hati. bisnis boleh/bisa berakhir, tapi tidak 
seharusnya dgn silaturahmi.

dlm hal berbaik-baiknya ssorg, ramah, santun, lembut tapi ada muanya
menawarkan produk spt pengalaman antum, dlm Qur'an itu disebutkan 
agar janganlah kita berbuat begitu.


a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) 
memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (al-Muddatstsir:6)
---



salam,
Fahru




________________________________
From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 30, 2009 4:48:44 PM
Subject: Re: [is-lam] MLM Halal atau Haram? --c|


Baru sekarang ini saya dapet info faktual seluk-beluk MLM, ya dari 
sampeyan-sampeyan semua ini nih. Saya teringat dulu ada teman dekat saya (beda 
fakultas) yg sukses bisa mencapai entah member gold ataukah silver gitu... saya 
gak begitu perhatiin (jujur saja dari dulu telinga kalo denger info beginian 
suka blong, masuk kiri lolos ke kanan)... tapi nurut tuturannya dia sempat bisa 
beli new corolla hanya dalam waktu 3 bulan kerja. Dan kalo gak salah waktu itu 
di Amway yang lagi booming ya. Dan memang saya perhatikan banyak sekali 
teman-teman mahasiswa lain yg mengikuti anjuran dan ingin meraih kesuksesan 
seperti dia. Walhasil yg namanya desa mahasiswa (dibelakang kampus UI depok) 
mendadak jadi sering terjadi pertemuan2 yg entah saya gak begitu tahu. Saya 
sendiri ya tetep asik dengan organisasi sosial kemahasiswaan cuma beda interest 
aja. Belakangan saya dikasih tahu teman2 lain bhw si ini si itu dah gak bisa 
aktif lagi krn ternyata terlibat aktif di MLM.

Dah waktu berjalan..... sekian tahun tanpa ada kontak dan saya sudah menikah 
dan bekerja. Tiba-tiba si Gold member telpon ke HP, wah tau dari mana pula 
dia... usut2 dia dapet dari temen saya yg lain. Saya sebetulnya sdh lupa kalo 
dia ini dulu "the gold". Eh.. tiba2 doski ngajak janjian dan pengen ketemu & 
ngobrol di daerah jl. radio dalam. Pas saya datangi tempat yg dituju weladalah 
rupanya gedung MLM juga!!! kalo gak salah produk obat SUN ya... entahlah saya 
gak inget lagi, dan disitu juga ketemu istrinya pula. (saya memang sdh kenal 
baik  ketika dulu mereka masih masa pacaran).

State saya waktu itu ya sebatas kangen sebagai teman yg dah lama gak ketemu. 
Saya tanya gimana keadaan mereka, anak, trus ortu dan keluarga2 mereka yg saya 
kenal... tapi kog jawabannya cenderung terburu-buru, dan saya bisa merasakan 
itu. Bolak-balik liat jam ditangannya, ekspresi sepertinya miskin (formal) gak 
seperti dulu lagi. Dari situ saya baru "ngeh".... setelah hampir 30 menit baca 
situasi obrolan... yg saya rasakan hanyalah kehambaran seorang teman saja. 
Sekarang jadi super sopan, jaga posisi duduk, gaya duduk, selalu merapikan 
dasi, nggak elo-gue lagi, wis pokoke breeettttt.... saya baca hampir semua 
atribut-atribut "klinis" tampak mata, dan kesimpulannya cuman satu "TOPENG". 
Dengan buru-buru lantas saya nyeletuk " jadi apa nih yg bisa gue bantu buat 
elo, karna gue musti balik ke kantor buru-buru neh ?". Dan akhirnya temen satu 
ini presenting produknya... cas cus cas cussss... dan lagi-lagi kejadian 
telinga nge-blong terulang lagi. 10 Menit saya
 kasih waktu dan saya tutup dengan "oke sini deh marketting kitnya, gue bawa 
pulang aja ntar gue pelajari dirumah lah".

Hm.... ternyata 3 minggu itu marketting kit sama sekali gak saya sentuh, 
apalagi dibaca! Saya telah kehilangan teman (bukan putus silaturrahim lho ya), 
dan itu lebih menyesakkan sebetulnya ketimbang nguber-nguber duit yang kata 
sampeyan-sampeyan itu ternyata bisa haram juga.

Belakang hari ada info bhw doski ini juga sukses di SUN..... so what gitu lho? 
saya juga cukup senang mendengarnya, namun berita kelahiran anak sampai 
sekarang blom pernah saya dengar dari mereka.



On Apr 30, 2009, at 3:21 PM, AFR wrote:

kalo saya amati malah byk mendhalimi downline (DL), apapun product yg 
ditawarkan.
ttg halal/haramnya, evaluasi sendiri saja bgmana jika kita tahu ada org 
mendhalimi
yg lain?
 
anggap ada 1000 org di satu wilayah. utk kembangkan bisnis MLM butuh 5 DL.
maka struktur DL-nya adalh 1-5-25-125-625. hingga line-4, anggota 125 mendapat
625 DL aman. bgmana 625 cari DL? sementara dari 1000 org masih tersisa 219 yg
masih 'polos' utk diperebutkan oleh org line-5, yaitu oleh 625 org.
 
dlm 'promosi'-nya, upline (UL) janji bantu carikan anggota, dgn bersilat lidah 
yg penting
punya kemauan yg tinggi, tekad yg kuat ... tapi tetap saja 625 org itu merebut 
219 sisa.
realita muskil & mustahil yg sdh member rela jadi DL org yg justru jadi DL-nya 
sendiri.
 
so .. siapa yg tertipu sdh jelas: downline terbawah!
---
 
nyaris terjebak MLM gold quest ...
 
al-kisah sktr 5 thn lalu ...
pernah sewaktu mereka (team marketing) adakan presentasi +
registrasi. saya diajak ssorg utk dtg acara presentasi yg dia sendiri
agak licik, mau mencari 'korban' DL, yaitu saya sendiri. saya akui,
presenter ini sangat amat hebat bercerita berpromosi bgmana jadi
nikmatnya jadi member. apa memang itu tugas marketing ya?
 
rupanya diantara hadirin yg diundang itu ada yg sdh member, yg berpura-
pura tertarik dgn bualan presenter. dgn wajah lagak2 penasaran, tertarik,
culun, sok2 akrab + dikit2 ngajari cara ngisi form registrasi hingga
mengantar org yg diakrabi utk mau bayar sejumlah uang sbg 'tanda jadi'
membeli produk + membership.
 
saya amati terus sampai ada bbrp org yg tergiring hingga di depan
panitia. stlh korban tergiring ini, rupanya form registrasi yg dia sdh isi
itu ditarik lagi, yg sdg bayar gak menyadari merasa terjebak.
 
gileeeee jahat betuul ...
---
 
 
 
salam,
Fahru

________________________________
From: A Nizami <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 30, 2009 1:28:29 PM
Subject: [is-lam] MLM Halal atau Haram?


Assalamu'alaikum wr wb,

Saat ini MLM marak berkembang di masyarakat. Ada Amway, CNI, Tian Shi, Daxen, 
AhadNet, Gold Quest, dan sebagainya.

MLM bisa halal bisa haram. Tergantung produk yang dijual, cara penjualannya, 
dan apakah ada penipuan.

Terkadang ada Money Game yang berkedok MLM di mana orang harus membayar untuk 
produk yang nyaris tidak ada harganya. Ada juga produk kesehatan yang tidak 
jelas manfaat/kemanjurannya.

OK, kita coba bahas apa yang bisa membuat MLM jadi haram agar kita tidak 
terjerumus ke dalam dosa.

Produk Haram atau tidak?

Jika MLM menjual produk yang haram, maka jelas MLM haram. Kita dagang biasa 
buka toko juga haram jika yang dijual adalah barang haram. Oleh karena itu 
periksa barang yang akan anda jual.

Apakah Harganya Terlalu Berlebihan?

Kalau menjual harga barang 100% di atas HPP (Harga pokok pembelian) misalnya 
ongkos beli barang Rp 10.000 kemudian kita jual Rp 20.000 itu masih dibolehkan. 
Tapi jika berkali-kali lipat misalnya jadi Rp 200.000 maka jelas itu diharamkan.

Pernah saya menemukan satu produk odol dari MLM yang harganya Rp 23.000. 
Padahal waktu itu odol Pepsodent yang lumayan top saja harganya cuma Rp 2.100. 
Artinya harga produk MLM itu 11 kali lipat lebih mahal dari harga produk 
sejenis.

Celakanya lagi, biasanya orang-orang yang ikut MLM itu oleh uplinenya disuruh 
membeli produk MLM yang akan mereka jual. Akibatnya jika sebelumnya untuk beli 
sabun, odol, sampo, dsb mereka biasa mengeluarkan hanya sekitar Rp 50 
ribu/bulan, begitu ikut MLM bisa mencapai Rp 500 ribu/bulan lebih. Ini adalah 
satu pemborosan dan pemborosan itu dalam Islam haram hukumnya:

”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang 
miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan 
(hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan 
itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

Terkadang para Upliners/Level atas sering mengindoktrinasi downliners-nya untuk 
membeli produk MLM tersebut. Alasannya, ”Kalau kamu tidak merasakan khasiatnya, 
bagaimana kamu bisa meyakinkan orang lain akan khasiatnya?”

Masuk akal memang. Namun jika bawahannya sampai menghabiskan Rp 500 ribu 
lebih/bulan, sementara penghasilannya hanya sekitar UMR atau Rp 1 juta/bulan 
sehingga anak dan istrinya nafkahnya jadi terabaikan, maka atasan itu telah 
zalim menipu dan berdosa.

Apakah Produknya Bermanfaat?

Ada juga MLM yang menjual produk kesehatan dan tiba-tiba para anggotanya jadi 
bertingkah seolah-olah sebagai Dokter yang profesional.

Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia 
bertanggung jawab. (HR. Ibnu Majah)

Jika produk kesehatan yang dijual itu sebenarnya tidak bermanfaat/berkhasiat, 
dan orang percaya serta akhirnya meninggal karena tidak mendapat obat yang 
tepat, maka orang itu bertanggung-jawab.

Saya tidak habis pikir bagaimana kalung batu dan sebagainya bisa menyembuhkan. 
Tidak ada logikanya. Itu kan tidak lebih baik daripada batunya Ponari.

Padahal Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan cara-cara pengobatan seperti dengan 
Bekam, Madu, Habbatus Saudah (Jinten Hitam), dan sebagainya.

Dari Abu Hurairoh ra, “Rasululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya 
keIslaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” 
(Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

Jadi tinggalkan produk-produk yang tidak bermanfaat.

Memang di brosur MLM mungkin dijelaskan obat ini bisa menyembuhkan kanker, 
jantung, dsb disertai dengan testimoni orang-orang yang ”disembuhkan”. Tapi 
kalau itu dari produsen MLM, tentu kurang obyektif. Namanya orang jualan ya 
pasti dia akan bilang produknya bagus.

Oleh karena itu sebelum anda menjual produk MLM, coba rasakan sendiri apakah 
khasiatnya benar begitu?

”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan 
diminta pertanggungan jawabnya.” [Al Israa’:36]


Mengganggu Pekerjaan dan Mengganggu Orang Lain

Umumnya MLM mengajarkan orang agar Cinta Dunia sehingga mereka jadi gigih dalam 
melakukan penjualan MLM. Ingin jadi jutawan? Ingin punya rumah mewah dan kapal 
pesiar? Begitu iming-imingnya. Sehingga akhirnya mereka jadi sangat cinta dunia 
dan materialistis. Ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW:

Rasulullah SAW bersabda: “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan 
kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah 
karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu 
banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut 
rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu 
penyakit Wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Wahn itu? Beliau 
bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad 
V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)

Tak jarang karena terlalu sibuk dengan MLM, bahkan ada orang yang dipecat dari 
pekerjaannya dan menganggur. Sedangkan ternyata hasil yang dia dapat dari MLM 
tidak seberapa.

Ada juga orang yang di milis-milis mengganggu orang lain dengan spam dan 
memakai calendar untuk menyebarkan dagangan MLM-nya.

Kalau sudah penyakit Cinta Dunia dan mengganggu kenyamanan orang, maka orang 
yang melakukan MLM itu sudah berdosa.

Nah kira-kira ketika anda melakukan penjualan MLM apakah anda sudah bersih 
dengan hal-hal negatif di atas?

Tidak Ada Penipuan

Ada satu produk MLM, Goldquest, yang menjual koin emas dengan harga 3 kali 
lipat dari harga pasar. Itu pun ternyata untuk mendapat emas tersebut para 
anggota MLM harus dapat kaki kiri dan kaki kanan dulu baru bisa.

Iming-imingnya adalah, karena dicetak terbatas, maka nanti harganya akan naik 
karena langka..

Padahal yang namanya barang langka dan mahal itu bukan karena dicetak sedikit. 
Tapi karena barang antik yang bernilai sejarah dan sekarang jumlahnya langka, 
maka jadi mahal. Bukan produk masa kini yang tidak ada nilai sejarahnya atau 
keantikannya.

Terakhir dari berbagai berita disebut Goldquest sudah difatwa haram dan 
pengurusnya ada yang ditangkap polisi:

==
http://swaramuslim.net/more.php?id=A890_0_1_0_M
Logam Mulia GoldQuest Pencetus Sengketa
Penolakan itu diperkuat dengan argumen fatwa yang sempat diterbitkan Pengurus 
Wilayah NU Jawa Timur, November tahun lalu. Bisnis GoldQuest sudah diputuskan 
haram (lihat: Akibat Koin Berwajah Kiai)

http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=132191

Polda Tangkap Empat Pejabat GoldQuest

Bisnis yang dijalankan GoldQuest dengan menjual investasi berupa koin 
bergambar. Koin Goldquest ini bergambar macam-macam. Ada Kabah, Yesus, atau 
Paus Johannes Paulus. Koin itu beratnya sekitar 31 gram berharga US$800 sampai 
US$1.000.

Di luar negeri, bisnis GoldQuest sudah disebut-sebut sebagai praktik penipuan. 
Australia, Uni Emirat Arab, Filipina, Malaysia, dan Sri Lanka sudah menyatakan 
GoldQuest melakukan penipuan dengan bisnis sistem piramidnya. Bahkan Donna Mary 
yang ditangkap Polda Metro Jaya pernah mendekam di penjara Nepal karena kasus 
yang sama.. (Ars/OL-02)

http://syiarislam.wordpress.com



      Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Akhirnya datang juga! 
http://id.messenger.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke