Betul Mas... top lah....
Saya cuman mau nambahin aja mengenai bab SYUKUR ini. Syukur katanya
juga ada ilmunya. artinya jika keliru dalam mengarahkan rasa syukur
ini maka justru malah menjadi bumerang bagi manusia. Ketika menyatakan
PUJI-PUJIAN ada yg harus disadari bahwa sesungguhnya siapakah yang
TERPUJI itu, siapakah yg dikatakan MAHA TERPUJI itu. Sehingga sudah
seyogyanya apa-apa yg diterima ini harus dikembalikan pujiannya
tersebut kepada yang benar-benar Maha Terpuji, dan bukan ditujukan
kepada diri sendiri. Ditingkat kesadaran paling dalam "Segala Puji
hanya bagi Allah Tuhan sekalian alam".... tetapi yg terjadi malah
berbelok "segala puji hanya bagi ku" sehingga aku lah yg terpuji, dan
akupun patut bangga krn semua ini adalah milikku, usahaku, dalam
kekuasaanku... dst..dst.. sehingga muncullah tuhan-tuhan kerdil
sebagai perusak, penindas dan serakah, dia melakukan kudeta terhadap
Tuhan didalam dirinya. Berhasilkah kudeta ini? Oh jelas tidak,
ternyata kekuatan Maha besar itu justru memunculkan rasa ketersiksaan
yg teramat sangat bagi si kerdil ini. dan dia harus berusaha keras
mempertahankan apa-apa yg selama ini dipujanya itu, yaitu tuhan-tuhan
palsu buatannya sendiri. Jika tidak segera menyadari atas kesalahannya
ini dan tdk segera bertobat maka..... ya masih jauh lah kita bisa
bicarakan rahmatan lil alamin.

:)
salam hangat

2009/5/5 AFR <[email protected]>:
> betul kang Harry,
> Islam=selamat pun maksudnya bukan duniawi tapi lbh pd akhirat yg hakiki.
>
> kalaupun ummat Islam mendapat keselamatan di dunia itu bisa berarti
> rahmat Allah SWT dgn ridha-Nya atw malah awal bencana karena
> Allah SWT (apabila tidak disyukuri). sdg Allah SWT menahan adzab-Nya
> hingga waktu tertentu jika saja ummat Islam lalai mensyukuri karuniaNya.
>
> oleh karenanya kalo org Islam diberi karunia harta duniawi, bukanlah
> seneng sumringah, tapi was-was itu awal bencana. betapa byk org yg semula
> kekurangan stlh diberi lebih bukannya bersyukur tapi malah takabur.
>
> satu lagi ...
> motto kalimat hidup itu adlh cinta, damai, kasih, .. (yg enak2 saja) bualan
> kafir.
> sdgkan dlm Islam semua kebaikan & keburukan itu ada hikmahnya bagi org2
> yg beriman.
>
>
> salam,
> Fahru
> ________________________________
> From: Harry Sufehmi <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, May 5, 2009 1:31:47 AM
> Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan 4
>
>> padahal Adhienul Islam diturunkan untuk terciptanya kedamaian di bumi
>> Allah
>
> Setahu saya, tujuan Islam diturunkan ke bumi ini adalah untuk menjadi
> Rahmat.
> (rahmatan lil 'alamiin)
>
> CMIIW (correct me if i'm wrong)
>
> Dan, rahmat tidak selalu identik dengan perdamaian.
>
>
>
> Salam, HS
>
>
> On 5/4/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:
>> KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan4.
>>
>> Sub-Titel: Methode IQRA' (tentu bukan methode iqra' cara cepat belajar
>> membaca tulisan arab al-qur'an).
>>
>> IQRA' BACALAH,
>>
>> Umur Berapakah Muhammad SAW Pada Saat Wahyu Diturunkan? Yaitu Sekitar 40
>> Tahun.
>>
>> IQRA' BACALAH, Bacalah Dengan Nama Tuhan Dst. Dst. Dst.
>>
>>
>>
>> Setiap memulai pekerjaan apapun selalu kita mulai dengan membaca : Dengan
>> Nama Tuhan Yang Pengasih Dan Penyayang. Dengan berbuat demikian diharapkan
>> NUANSA atau AURA KASIH dan SAYANG selalu mendahului apapun pekerjaan yang
>> bakal kita lakukan, makanya Adhienul Islam itu penuh dengan KASIH dan
>> SAYANG
>> sehingga terciptalah KEDAMAIAN dimana Islam berada, karena salah satu arti
>> dari Islam maknanya adalah DAMAI.
>>
>> Nah sekarang perlu dipertanyakan, apakah sudah tercapai tujuan Adhienul
>> Islam sewaktu Adhienul Islam tersebut di-SEMPURNA-kan ketika rasulullah
>> Muhammad SAW sebagai nabi terkhir?
>>
>> Nah sekarang perlu dipertanyakan, apakah sudah tercapai tujuan Adhienul
>> Islam sewaktu Adhienul Islam tersebut di-SEMPURNA-kan ketika rasulullah
>> Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyin?
>>
>> Seandainya ada golongan atau kelompok yang bisa menciptakan KEDAMAIAN
>> bukankah MEREKA atau KAMI atau KITA atau KAMU atau KITA-KITA INI SEMUA
>> yang
>> boleh menyandang ummat Khataman Nabiyin seperti termakna dari Adhienul
>> Islam
>> yaitu Agama yang penuh dengan KEDAMAIAN sesuai dengan cita-cita rasulullah
>> diturunkan ke Bumi Allah ini.
>>
>>
>>
>> Contoh kasus (maaf ini hanya contoh bukan ingin mempopulerkan atau ingin
>> membela ahmadiyah)
>>
>> Khataman Nabiyin vs. Ahmadiyah:
>>
>> 1.    Ahmadiyah dikatakan golongan atau kelompok sesat, karena tidak
>> mengakui khataman nabiyin.
>> 2.    Sementara orang ahmadiyah mengakunya: Kami mengakui Muhammad SAW
>> adalah khataman nabiyin, yaitu tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW.
>>
>> Kedua bullet diatas jadi kontradiksi tidak matching terdapat discrepancy,
>> kalau demikian mana yang benar? Dimanakah kalimat Dengan Nama Tuhan Yang
>> Pengasih Dan Penyayang kalau sesama mengaku bertuhan esa yaitu Allah dan
>> rasulullah Muhammad SAW adalah khataman nabiyin, tapi tidak bisa berdamai
>> padahal Adhienul Islam diturunkan untuk terciptanya kedamaian di bumi
>> Allah
>> ini, kalau begitu dimana root causenya, apakah perlu diadakan RCFA* atau
>> RA*
>> ?
>>
>> Ada pula yang nyelutuk, tunggu dulu, itu Mirza Ghulam Ahmad (MGA) adalah
>> nabinya orang Ahmadiyah, kalau ahmadiyah mengakui khataman nabiyin mengapa
>> mereka mengaku MGA sebagai nabinya ahmadiyah. Nah kalau begini masalah
>> menjadi bertambah RUMIT. Makanya judul diatas adalah IQRA' dan IQRA' Baca
>> dan bacalah. Subhanallah, marilah dibaca QS. Maryam disana insya Allah
>> akan
>> tersedia jawabanya, jika al-Qur'an itu digunakan sebagai petunjuk bagi
>> orang
>> Muttaqin. Agar bisa al-qur'an menjelma sebagai HIDAYAH, tidak cukup hanya
>> ber-modal-kan Islam saja, tapi harus Hudalil Muttaqin.
>>
>>
>>
>> Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.
>>
>> Legend *RCFA=Root Cause Failure Analysis dan RA=Risk Analyisis.
>>
>>
>>
>> Alkhori M
>>
>> Alkhor Community
>>
>> Qatar
>>
>> ==============================================
>>
>> KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan3.
>>
>> Copas previouly posting: Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara
>> TERSURAT, makanya muncul kasus AHMADIYAH?
>>
>> Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat Isalam memaknai KHATAMAN
>> NABIYIN,
>> LA NABIYA BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang mengatakan
>> AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan.
>>
>>
>>
>> Statement diatas harus dengan bijak dipahami dan methode IQRA' yang
>> dikedepankan, dengan cara sederhana bisa di-narative-kan sbb dibawah ini:
>>
>> 1.    Islam secara mainstream-nya dikenal dengan sebutan Islam Syi'ah dan
>> Islam Sunni, tapi
>> 2.    belakangan muncul pula yang disebut Ahmadiyah, yang sangat
>> dipertentangan dengan konsep Khataman Nubuat
>>
>> Sekarang timbul pertanyaan yang tidak perlu anda-anda jawab, kalau anda
>> bukan salah satu dari kelompok yang tersebut diatas, dalam perkataan lain
>> adalah sbb:
>>
>> 1.    Jika anda ingin tahu tentang Islam Syi'ah, tanyakan tentang Syi'ah
>> tersebut pada ulama Syi'ah
>> 2.    Jika anda ingin tahu tentang Islam Sunni, tanyakan tentang Sunni
>> tersebut pada ulama Sunni
>> 3.    Demikian pula, jika ingin tahu seluk beluk Ahmadiyah tanyakan pada
>> ulama Ahmadiyah
>>
>>
>>
>> Analog atau typical pernah saya tuliskan pada email yang berjudul FTT,
>> disana tertulis, ingin tahu secara benar tentang Tasauf tanyakan pada
>> ulama
>> Tasauf, ingin paham betul tentang Tauhid tanyakan pada pakar Tauhid dst
>> dst
>> dst, tapi telah kadung, tentang Tasauf ditanyakan pada Fuqaha, maka
>> diperolehlah jawaban ibarat "Berburu Kepadang Datar, Dapat Kijang Belang
>> Kaki Alias Berguru Kepalang Ajar Ibarat Bunga Kembang Tak Jadi"
>>
>> Kembali ke-laptop alias Khataman Nabiyin vs. Ahmadiyah (maaf ini bukan
>> mengupas ttg Ahmadiyah, tapi sebuah tinjauan Khataman Nabiyin dengan
>> Ahmadiyah sesuai Al-Qur'an Surat Maryam.
>>
>> Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.
>>
>>
>>
>> Alkhori M
>>
>> Alkhor Community
>>
>> Qatar
>>
>> =====================================================
>>
>> KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan2.
>>
>> Dalam Ushul Fiqih, jika sudah jelas kalimat/ wahyu yang disampaikan, arti
>> tersebut tidak boleh diabandon. KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU
>> artinya
>> sudah tetap dan harus digunakan sebagai argumentasi utama. Artinya
>> KHATAMAN
>> NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan
>> tidak ada lagi nabi setelah beliau TITIK. Arti dan pemahaman itu tidak
>> boleh
>> dikurang dan tidak boleh ditambah, karena kalimat tsb sudah gamblang
>> artinya. Tapi tentu ada arti derivative-nya, nah inilah yang akan
>> diulaskan
>> dan diperhalus apa saja yang relevan sebagai bukti bahwa Muhammad SAW
>> adalah
>> sebagai nabi terkahir yang lebih indah dan mudah dilhat dari sudut sebab
>> akibat.
>>
>> 1.    Bukti Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dengan kemajuan IT
>> sekarang ini, maka informasi dalam sekejap bisa menyebar kemana-mana, jadi
>> ajaran adhienul islam dengan sangat mudah diakses oleh ummat manusia,
>> sehingga kesinambungan ajaran adhienul islam bisa terus on and on diterima
>> manusia
>> 2.    Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dibuktikan dengan ayat "hari ini
>> kusempurnakan agamamu ." yang berarti kita kita tidak diminta lagi untuk
>> meng-expansikan Islam, tapi lebih diutamakan untuk menjaga/ melestarikan
>> Islam dalam artian Islam itu harus dijaga kemurnian ajaranya. Karena dalam
>> setiap ajaran agama terdapat proses yang terus berlanjut dalam dua wilayah
>> yang besar yaitu PEMBARUAN & PEMURNIAN AGAMA. (disini agak kesulitan saya
>> dalam mengungkapan apa kalimat yang tepat, insya allah nanti direvised)
>> 3.    Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, apakah setelah itu tidak ada
>> lagi wahyu yang turun kepada manusia atau jika bukan wahyu mungkin level
>> yang rendah dari wahyu, yang biasa diterima oleh para wali?
>>
>> Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.
>>
>>
>>
>> Alkhori M
>>
>> Alkhor Community
>>
>> Qatar
>>
>> ==================================
>>
>> KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU
>>
>>
>>
>> Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara TERSURAT, makanya muncul
>> kasus
>> AHMADIYAH?
>>
>> Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat Isalam memaknai KHATAMAN
>> NABIYIN,
>> LA NABIYA BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang mengatakan
>> AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan.
>>
>>
>>
>> Seandainya ummat yang sekarang ini dimisalkan lahir dizaman Rasulullah,
>> tentu mereka mereka inilah yang paling didepan untuk membunuh Rasulullah,
>> mengapa demikian? Tentu rekan-rekan dimilis ini sudah tahu jawabanya.
>> Karena
>> pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara
>> sederhana saja, padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar
>> manusia
>> bisa berpikir dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan
>> persoalan. Makanya wahyu yang pertama turun adalah IQRA' maknanya BACA
>> atau
>> BELAJAR dan bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!!
>>
>> Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa sendiri arti dari KHATAMAN
>> NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam?
>>
>> Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.
>>
>>
>>
>> Alkhori M
>>
>> Alkhor Community
>>
>> Qatar
>>
>>
>>
>>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke