Mas BS,
Cerdas n cerah sekali komentar 4 Quadrant-nya hari ini. Tentu beda 4 Quadrant ini dengan 4 Quadrant-nya Robert T. Kiyosaki. Begitulah manusia yang tidak termasuk dalam kelompok yang Congkak alias kelompok Iblis yang merasa telah menjadi Pemegang Kunci Surga yang dengan mudah mulutnya BOCOR mengobral kata-kata kamu Kafir, kamu Bid'ah n kamu Penghuni Neraka padahal Adhienul Islam tidak mengajarkan hal demikian. Setiap yang sudah muttaqiin berusaha terus dari Quadrant 2 untuk mencapai Quadrant 1, tapi setelah berada di Quadrant 1 sadar lagi bahwa masih menumpuk yang belum diketahui maka sadar lagi bahwa DIRI masih di Quadrant 2, begitulah On and On sehingga akhirnya sangat sesuai dengan Uthlubul Ilma minal Mahdi ilal Lahdi alias Long Life Education dan selalu Instropeksi, dan sangat berat mulutnya untuk mengata-ngatai orang lain dengan kalimat Pemegang Kunci Surga, Salam kompak selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bango Samparan Sent: Monday, May 11, 2009 5:22 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Manusia based on TAHU bukan Antenna, RE: Makanan Otak Ihik begitulah, yang pegang kunci surga kan Allah itu sendiri, wong yang punya sorga tuh Allah je. Lha kita bilang-bilang semua agama tuh sama dan semua pemeluknya pada masuk surga, itu kan ngelunjak namanya. BTW, wong Islam masuk ke diri-diri kita saja jadi berbeda lho ya. Keislaman saya tuh lain ama mas Gede, lain ama mas Harry, lain ama temen-temen yang lainnya juga, meski rasanya ada juga tho yang tetep mirip terutama di tataran konsep dan teorinya. Soalnya di al Quran itu kan yo tetep ada yang definitif atau muhkamat tho. Pesen saya, jangan pernah merasa cukup dengan keislaman kita itu, apalagi udah merasa sampai. Kembali ke soal tahu-tahu, empat predikat: tahu kalau tahu, tahu kalau tidak tahu, tidak tahu kalau tahu, dan tidak tahu kalau tidak tahu tuh kenyataannya menyatu di dalam setiap diri kita. Makin pinter orang, dia memang akan banyak tahu yang dia tahu, tapi dia juga akan banyak tahu yang dia tidak tahu, dia juga akan banyak tidak tahu yang dia tahu (tuh prof, doktor, dan master, sering tinggal gelarnya saja, ilmunya pada menguap, tapi masih merasa hebat saja), akhirnya dia juga akan banyak tidak tahu yang dia tidak tahu. Makanya di islam kriteanya untuk yang makin tahu (alim) adalah yang makin takut sama Allah tho. Laiyo siapa yang nggak keder, lawong tinta sebanyak lautan yang ada di dunia ini, ditambah lagi yang semisalnya, dst. saja tidak akan pernah cukup kok dipakai menuliskan ilmu Allah. Salam hangat B. Samparan
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
