>> Sayang, maksud baik nan bersahabat ini dibalas dengan pengkhianatan. 

nolong anjing kejepit, air susu dibalas tuba, 
diwenehi ati nggrogoh rempelo yo

jadi gimana mau damai? siapa yg cari gara-gara?
geger saja yg ada biar rame ... 


salam,
Fahru

________________________________
From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 12, 2009 1:02:07 AM
Subject: [is-lam] Islam di Papua, Fenomena Mempesona


Islam di Papua, Fenomena Mempesona
Monday, 11 May 2009 20:58 usamah
Ketika orang menyebut Papua, yang terbayang dalam benak adalah kehidupan serba 
primitif, koteka, dan non-Islam. Faktanya Papua kental dengan Islam
Hidayatullah.com--Papua adalah sebuah fenomena. Selain kondisi alamnya yang 
asli dengan flora dan faunanya yang memikat, juga kandungan kekayaan alamnya 
melimpah ruah dengan kehidupan sosial masyarakatnya yang dinamis. Hingga hari 
ini, Propinsi Papua masih menyimpan sejumlah misteri.  Banyak orang mengira 
Papua primitif atau jauh dari Islam. Padahal, ini kekeliruan fatal. Sebab, 
sejarawan Barat maupun Islam menjelaskan, agama yang dibawa Nabi Muhammad  
Shalallahu 'alaihi wa sallam ini telah hadir di Papua tiga abad lebih dahulu 
dibandingkan masuknya para misionaris Kristen.


Bila secara resmi Kristen masuk Papua pada tanggal 5 Februari 1855 di pulau 
Mansinam, Manukwari, maka Islam sudah hadir di Papua pada tahun 1520 sebagai 
pengaruh dari kekuasaan empat kerajaan terkenal di kawasan Indonesia timur saat 
itu, yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Nama empat kerajaan ini 
terdokumentasi dalam penyebutan Pulau Raja Ampat, yang dikenal sampai sekarang.
Uniknya, kedatangan tokoh misionaris bernama CW. Ottow dan GJ.Geissler ke pulau 
Mansinam justru difasilitasi oleh kerajaan Islam. Kedua misionaris itu diantar 
langsung oleh tokoh-tokoh Muslim empat kerajaan tersebut. Sayang, maksud baik 
nan bersahabat ini dibalas dengan pengkhianatan. Sesampai di Papua, tokoh-tokoh 
Muslim ini justru dibuang ke Maros hingga dibiarkan wafat di sana.Kini, 
perkembangan komunitas Muslim di Papua kembali mencengangkan. Bila kurun paruh 
dasawarsa lalu (1988) jumlah umat Islam berkisar 600 ribu jiwa, kini jumlah 
sudah menembus angka 900 ribu jiwa. Itu berarti, bila jumlah keseluruhan 
penduduk Papua 2,3 juta jiwa, maka prosentasi ummat Islam mendekati angka 40 
persen. Dan, sisanya (60 persen) merupakan gabungan pemeluk Kristen 
(Protestan), Katholik, Hindu, Budha, dan Animisme.


Ada pula catatan menggembirakan. Kalau sebelumnya masih ada semacam semacam 
ketidakrelaan sebagian non-Muslim tentang sejarah kehadiran Islam di sana , 
maka saat ini telah hadir semacam buku putih yang diterbitkan oleh Pemerintah 
Papua. Dalam buku tersebut --khususnya pada diktum UU nomor 21 tahun 2001 bab 
keagamaan-- tercantum bahwa Islam hadir di Papua pada tahun 1518.
Catatan ini tentu saja sangat melegakan kaum Muslimin Papua. Sebab, sebelumnya, 
buku sejarah Islam Indonesia seolah sengaja menghilangkan keberadaan kaum 
Muslim di Papua. Dakwah seolah terputus sampai di Makassar , Sulawesi Selatan. 
Paling banter sampai di Kerajaan Islam Ternate . Papua seolah ''milik orang 
lain''. [atw/www.hidayatullah.com]
 
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke