keledai 70 cc..... dulu kalo di indo ada juga, tapi bebek
70cc.... :-) :-)
Om kalo mau gambarnya hidup ya diubah jadi AVI, trus dititip ke web
gratisan. biar kite-kite tahu apa bener itu patung bisa ngrontokin
patung-patung yang lainnya, kan crita dijaman Nabi Ibrahim begitu
Om.... :-)
ini sebagian dari nglunjak gak ya... dikasih foto minta video.
:)
salam hangat
On May 12, 2009, at 7:53 AM, Wong Lim Pok wrote:
Karena yang di Akhmim dijaga oleh satu orang, foto penjaganya saya
juga ada kalau mau, dia minta 100 pound (Rp200K). Saya kasih 25
pound supaya bisa turun ke lubang galian dengan alasan saya
mahasiswa Al Azhar. Saya tunjukin SIM dia mangut aja dengan 25
pound. Selain itu saya kemana-mana diantar sama polisi. Dikiranya
saya pejabat. Mulai dari Provinsi Al Fayum di luar Cairo sampai ke
Sohag saya diantar mobil polis secara estafet dari pos ke pos. Aneh.
Mungkin karena saya sewa satu mobil secara pribadi. Tapi yang kawal
ini tidak minta duit. Saya kasih coke aja takmau. Beda dengan yang
dekat kuburannya Om Fir yang mungkin ketularan Om Fir, pulpen aja
ajak latihan maraton. Dua hari kemudian dari Provinsi Sohag ke Luxor
(Al Uqsur) juga diantar secara estafet. Kurang kerjaan kale ya.
Antara Sohag ke Luxor, jalan rayanya bagus kelas TOL tapi tak
dipungut bayaran (sebenarnya dari Cairo ke Sohag juga begitu). Lampu
jalannya terang banget. Kenderaannya tak pakai lampu malam hari,
hanya lampu dim saja untuk say halo sama temannya. Di sepanjang
jalan sore harinya para penduduk duduk di tepi jalan sambil
memanggul senapang kayaknya jenis AK57. Mungkin ini maksudnya saya
dikawal polis supaya jangan jual beli senjata ya J . Sepanjang jalan
ini juga banyak penjual madu hitam dan madu putih. Jangan terkecoh,
madu hitam itu manisan dari gula tebu yang memang ditanam di kawasan
itu. Madu putih itu yang madu lebah.
Kehidupan penduduknya masih seperti dalam Film Gods Might be Crazy,
rumah dari batu merah tanpa plaster dan kebanyakannya diikat dengan
tanah liat. Atap rata karena tidak pernah hujan kecuali gerimis 2
kali setahun. Kenderaan utama adalah himar (keledai) dengan ukuran
50cc yang kecil dan 110 yang agak besar. Himar memang kuat. Sudah
ditindih dengan muatan ladang diduduki lagi di atasnya. Tapi si
Himar santai saja jalannya. Unta jarang sekali, mungkin lagi liburan
ya. Hanya jumpa beberapa ekor mengangkut rumput papyrus untuk atap
atau pagar rumah dan unta ini tidak ada manusianya. Jalan sendiri,
mungkin pakai remote control ya. Saya tangkap gambarnya, dia marah,
dia ludahi saya. Ludahnya lengket di kaca mobil. Dasar piaraan Om
Fir. Kuda hanya saya lihat di Luxor untuk menarik dokar bawa turis-
turis. 5 pound putar-putar untuk satu jam. Di Sohag saya sempat juga
ke sawah sama petani kampong. Potong gandum yang lagi panen dan naik
Himar yang 70cc. Ikut juga macul untuk tanam mint. Asiik. Aman..
karena tak ada “Intel Inside” yang ada Ideo Outside.
Nanti diupdate lagi dengan versi lanjutan.
Salam,
Wong
From: [email protected] [mailto:[email protected]
] On Behalf Of AFR
Sent: 12 Mei 2009 7:20
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] RE : [Is-lam] Nabi Musa A.S. dan Pak Firaun --c|
gambarnya jelas. dan karena memang biasanya amat ketat,
apa ini diambil dgn fee ditukar ballpoint itu? hehehehe
yg blm kebayang, ribuan tahun yg lalu patung itu diperlakukan
bak apa gitu? kalo skrg mah jadi hiasan saja
salam,
Fahru
From: Wong Lim Pok <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 12, 2009 6:34:36 AM
Subject: [is-lam] RE : [Is-lam] Nabi Musa A.S. dan Pak Firaun Was:
RE: KENAPA AGAMA BERBEDA? PADAHAL SUMBERNYA SAMA, lanjutan 3
Ini salah gambar dari galian di Akhmim, Propinsi Sohag Mesir. Di
tempat
galian ini diprediksi sebagai istana Firaun masa Nabi Musa AS.
Salam
Wong
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam