sptnya bagus; berusaha utk fair.
nuklir bangsa yahudi juga harus diungkuap.
mudah2an termasuk dzimni ...
salam,
Fahru
---
Obama: Iran Memiliki Hak Energi Nuklir
By Republika Newsroom
Rabu, 03 Juni 2009 pukul 12:08:00
TYPEPAD.COMLONDON
-- Presiden As, Barack Obama, menyatakan Iran memiliki hak
mengembangkan energi nuklir. Namun Iran harus menempuh sejumlah langkah
untuk membuktikan program nuklirnya bertujuan damai. Demikian wawancara
dengan BBC yang disiarkan pada Selasa (2/6).
Dalam wawancara
itu, Obama menyatakan kembali rencananya menjalin hubungan secara
langsung dengan Iran, untuk mendorong Iran menghentikan ambisinya
membuat senjata nuklir. Iran, selama ini menegaskan program nuklirnya
untuk menghasilkan listrik.
''Tanpa melihat hal yang spesifik,
apa yang saya yakini adalah Iran memiliki urusan yang sah soal energi,
aspirasi yang sah. Di sisi lain, komunitas internasional pun memiliki
kepentingan yang sangat nyata dalam mencegah perlombaan senjata di
kawasan,'' kata Obama.
Pernyataan Obama ini, menegaskan kembali
pernyataan sebelumnya di Praha, Republik Cheska, bulan lalu. Saat itu
ia menyatakan bahwa pemerintahnya mendukung hak Iran mengembangkan
energi nuklir yang damai yang diketahui melalui pemeriksaan secara
teliti.
Obama menyatakan Iran punya hak itu jika bisa
membuktikan program nuklirnya bukanlah untuk membuat senjata. Televisi
pemerintah Iran, menggambarkan pernyataan Obama di BBC itu merupakan
pengakuan Obama atas hak bangsa Iran.
Menurut Obama, pemerintah
AS akan mendorong sanksi lebih berat jika Iran tak merespons positif
upaya AS menjalin dialog terbuka mengenai program nuklirnya. Ia ingin
hingga akhir tahun ini, Iran menunjukkan keinginan baiknya.
''Walaupun
saya tak menetapkan jadwal waktu yang begitu ketat, yaitu akhir tahun,
kami melihat proses serius mengenai hal ini. Dan saya pikir, kami bisa
menilai apakah Iran serius atau tidak merespons tawaran ini,'' ujar
Obama.
Terkait kunjungannya ke Arab Saudi dan Mesir, Obama
berharap kunjungan dan pidatonya akan mewujudkan hubungan hangat antara
AS dengan Muslim secara luas.''Apa yang kami inginkan adalah dialog
terbuka,'' katanya.
Obama menyatakan ada salah pengertian
tentang Barat. Di sisi lain, ada pula kesalahan pemahaman mengenai
dunia Muslim. Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Rabu ini, Obama bersama
Raja Abdullah kemungkinan juga akan membicarakan masalah Iran dan
Palestina.
Selama ini, Obama berupaya menggalang negara-negara
Arab untuk memiliki sikap yang sama soal program nuklir Iran. Apalagi,
sejumlah negara Arab masih khawatir dengan program nuklir Iran karena
menjadi potensi ancaman di kawasan Timur Tengah. -ap/fer/ahi
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam