TENTERAMNYA KEHIDUPAN YANG BERASAL DARI SEDEQAH ORANG, lanjutan2 

 

Tidak mudah memang kalau ingin hidup seperti judul diatas. Memang alm. Buya
HAMKA ketika menjadi ketum MUI pernah melakukan hal tersebut, lihat tulisan
pertama (in BOLD). Apalagi pada saat sekarng dimana NAFSU selalu tergoda
dengan glamor KORUPSI, bagaimana RELA-RELA-nya mau hidup hanya dengan
SEDEQAH ORANG? Hidup yang tergantung dari SEDEQAH, adalah hidup yang
sangat-sangat SEDERHANA, apa yang tersedia itulah yang dimakan, tapi
kehidupan tersebut kalau sudah bisa kita lihat secara HAQIQIYAH, maka akan
terlihat hidup yang sungguh MULIA dan PENUH KEDAMAIAN yang ada adalah ingin
tercapainya RIDHA ALLAH SEMATA. Bagiamana kehidupan sebaliknya yaitu
kehidupan yang dipenuhi NUANSA INGIN MEMILIKI, sudah punya satu JUTA, ingin
punya satu MILYAR, kalau sudah punya satu Milyar, maka ingin punya satu
TRILLIUN, ingin kampung, kota, propinsi, negara malahan kalau mungkin DUNIA
ingin ditaklukan. Itulah ke-INGINAN UNLIMITTED dari seorang manusia.

 

Ada lagi ke-INGINAN yang tidak pernah berhenti dari MANUSIA, apakah karena
salah meng-ARTI-kan kitab sucinya, atau memang ANTHENNA yang pendek,
timbullah suatu KEBUDAYAAN sbb:

1.      Menganggap kelompok sendirilah yang BENAR, orang lain salah SEMUA,
maka timbullah sifat EKSTRIMIS
2.      Dalam POSTING-POSTING selalu CURIGA terhadap orang lain, karena
menurut beliau KITAB SUCINYA mengajarkan demikian, padahal beliau tersebut
terlalu mudah meng-GENERALISASIKAN persoalan, padahal setiap wahyu itu harus
dirujuk pada sebab ayat tersebut diturunkan
3.      Lebih khusus sedikit. ISLAM tidak mengenal DOSA turunan, tapi selalu
menuduh orang lain adalah YAHUDI, orang lain adalah SYETAN. Padahal YAHUDI &
SYETAN tersebut adalah merujuk KATA SIFAT, siapa saja yang bersifat,
HARI-HARI menebar FITNAH dan MENEBAR KEBENCIAN, orang orang INILAH yang
disebut YAHUDI & SYETAN

 

Makanya KEHIDUPAN orang yang telah bisa MENGUASAI NAFSU adalah mereka yang
sudah memenuhi KRITERIA yang sudah mampu hidup dari SADAQAH dari orang lain,
BAIK SEDEQAH HARTA ATAUPUN SEDEQAH ILMU.

Sekarang timbul petanyaan, siapakah HARI-HARI yang selalu menebar FITNAH dan
selalu CURIGA terhadap orang lain? Dan siapakah yang layak disebut YAHUDI
dan SYETAN, maka bacalah EMAIL-EMAIL yang pernah anda postingkan, apapak
posting berupa INTROPEKSI atau NASIHAT atau selalu CURIGA terhadap orang
lain. Apakah mereka yang Yahudi atau Syetan atau malahan sebaliknya. Makanya
IQRA' dan IQRA' Selalu.

Intropeksi atau nasihat, emailnya berupa nasihat terhadap diri sendiri,
tanpa menyerang orang lain.

Agressi atau grusa-grusu, emailnya selalu mengatakan orang lain selalu
salah, padahal anthenna pendek dan salah artikan al-qur'an. Pokoknya orang
lain salah semua. Orang lain Yahudi semua.

Salam cool selalu

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

=========================================================

TENTERAMNYA KEHIDUPAN YANG BERASAL DARI SEDEQAH ORANG

 

Jika kita lihat kehidupan para bhiksu di Thailand, mereka para bhiksu ini
dengan bowl-nya mulai dari pagi sudah keluar untuk menerima sedeqah yang
diberikan donator dengan ikhlas dan hormat untuk kemudian dibawa ke kuil
tempat mereka mengabdi, hasil sedeqah tersebut mereka kumpulkan kemudian
mereka (para bhiksu) makan bersama-sama. Terlihat kehidupan mereka sangat
damai dan tenteram.

 

Tahun lalu ketika seorang keluarga raja Bumiphol (raja Thailand) wafat, maka
pada saat hari Pemakaman pada saat itu, dijamulah para bhiksu ini oleh
kerajaan keluarga raja Bumiphol. Terlihat para bhiksu duduk berjejer diatas
meja dengan bersila, setiap seorang bhiksu dilayani oleh pejabat tinggi
kerajaan Thailand, seorang bhiksu dilayani oleh pejabat setingkat menteri.
Para pejabat-pejabat tersebut tidak ikut makan tapi benar-benar mereka
sebagai pelayan, mulai dari menghidangkan makanan hingga selesai bhiksu
makan mereka layani, bhiksu duduk diatas meja yang lebih tinggi sementara
pejabat tinggi tadi duduk berhadapan dikursi didepan meja. Demikianlah
dengan sabarnya pejabat-pejabat tadi memberikan sedeqah makan pada acara
pemakaman keluarga raja Bumiphol. Begitulah kehidupan para bhiksu di
Thailand mereka hidup dari sedeqah orang lain sebagai sumber penghidupan
mereka sehari-hari. Setiap pagi para bhiksu tersebut dengan memakai jubah
warna bata mereka dengan sabarnya membawa gentongnya untuk menerima sedeqah
orang untuk dibawa ke kuil dan dimakan secara bersama-sama.

 

Doeloe, sewaktu penulis masih dikampung kelahiran, seorang Mu'alim yang
selalu menjadi Imam disurau kami, beliau itu juga tidak mempunyai gaji yang
tetap, tapi sumber kehidupan beliau adalah dari sedeqah orang, saya melihat
bahwa Mu'alim tersebut hidupnya sangat damai dan tenteram. Sekarang baru
tahulah saya bahwa kehidupan dari sedeqah orang adalah hidup yang sungguh
mulia.

 

Allah yarham HAMKA, yang memperkenalkan kehidupan rukun ber-agama, ketika
beliau menjadi ketua MUI, (menurut sumber yang sangat terpercaya) beliau
juga tidak mau menerima gaji dari pemerintah, karena duit itu tidak tahu
bersumber dari mana, apakah halal atau haram. Maka kehidupan buya Hamka
adalah juga dari sedeqah alias sumbangan rekan-rekan beliau.

 

Tapi walau hidup dari sedeqah adalah sangat damai dan tenteram, tapi penulis
sendiri belum mampu untuk hijrah ke-kehidupan yang berdasarkan sedeqah
orang, karena hingga pada saat menulis email tersebut, penulis masih menjadi
kuli untuk bisa menyambung kehidupan ini, salam cool selalu. 

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke