Bom Bali Tidak Perlu Ada, Kalau Dipahami Makna Khataman Nabiyin Abstraks:
Bom Bali lebih ditujukan artinya buat BOM BUNUH DIRI yang terjadi di Indonesia. Pernah saya tuliskan Khataman Nabiyin, kalau hanya dipakai Fiqih sederhana (fiqih=pemahaman), yang dipakai hanya Fiqih sederhana, maka khataman nabiyin hanya dipakai sebagai senjata untuk meng-KAFIR-kan suatu golongan, karena golongan tersebut menganggap telah ada lagi nabi lain. Padahal golongan yang dituduh mempunyai nabi baru, ketika ditanyakan pada mereka, mereka juga menganggap nabi Muhammad SAW adalah juga nabi terakhir bagi mereka. Jadi kalau sudah begini, masalah jadi RUMIT dan perlu ke-HATI-HATI-an dan kebijaksanaan untuk totally solved the issue or the concern. Tapi lain halnya para EKSTRIMIST yang menganggap merekalah PALING BENAR seolah-olah mereka telah jadi KHALIFATULLAH FIL ARDHI, dengan GRUSA-GRUSU, hancurkan, ganyang, maka semuanya jadi berantakan. Kembali ke TOPIK, mengapa dengan memahami secara BIJAK, makna atau arti KHATAMAN NABIYIN, maka BOM BALI tidak perlu MELETUP, tapi what to do BOM BALI sudah menjadi sejarah HITAM di Indonesia. Untuk para EKSTRIMIST, sabar, malu kita kalau komentar, ANGIN BAU yang keluar dari mulut anda yang terposting di email, belajar SABAR dan hargai pendapat orang lain, salam cool selalu, insya Allah bersambung. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
