On 21 May 2009 at 18:54, si Nung wrote: > On 21 May 2009 at 3:18, Bango Samparan wrote: > > > Yang menarik Agama Islam malah mau dicencang > > dengan ritual-ritual kuno, yang masyarakat > > sebetulnya juga udah malas juga melakukan - tahlil > > dan yang sejenisnya itulah. > > Salam hangat > > B. Samparan > > menurut buku suluk abdul jalil [buku 5] > > upacara memperingati hari kematian pada hari kesekian-sekian > adalah pengaruh dari budaya Campa > > ref : > http://books.google.com/books?id=FvQUXIyfcSAC&pg=PA47 > > sinung
fyi, menambah referensi tradisi memperingati hari kematian : guntingan koran kompas edisi jatim halaman H, 16 juni 2008 [tanpa lampiran] setelah jenazah dimakamkan, tradisi peringatan orang meninggal masyarakat Tionghoa dilakukan dengan menggelar sembayangan pada hari ketiga. ketujuh, keempatpuluh, satu tahun, dan seterusnya. dewi moerwati, perawat jenazah di UD Tiara Peti Mati dan Siupan, Surabaya, Senin 15 juni 2009 == sinung _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
