Memang untuk mengevaluasi siapa yang illusionist itu tidak mudah kok mas, 
apalagi kalau orang sudah terilusi:-)

Tuh lihat tipikalnya. Merasa kalau sudah memilih itu sudah berbuat, dan 
perbuatan itu pasti bermuara pada Indonesia akan makmur. Tapi, karena merasa 
tidak terilusi, lalu secara heroik menyatakan, yang tidak memilih itu berarti 
tidak berbuat, dan berarti tidak ikutan memakmurkan Indonesia.

Di akhirat nanti mas, banyak orang lho mas yang nyesel karena telah berbuat ini 
itu:-) Lalu antara pemimpin dan pengikut saling tuduh siapa yang salah:-)

Tapi, ya tidak apa-apa orang bersikap seperti itu mas, wong setiap kita itu kan 
hanya percaya  pada apa yang kita ingin percaya saja tho. Mas Dewa kan sudah 
memperingatkan, apapun sikap Anda yang penting diambil secara bebas dan dewasa.

Bagi saya ilusi yang paling berat adalah percaya tingkah polah politisi itu 
dilambari oleh sebuah nilai luhur, apalagi agamis. Demokrasi kita tuh tiruan 
yang buruk dari demokrasi sekular. Di dalam semua buku tentang demokrasi jenis 
ini, tidak ada yang namanya politisi itu bergerak karena didasari nilai luhur, 
apalagi agamis. Politisi, motivasi tingkah polahnya, ya didasari oleh 
kepentingan diri sendiri, gaji, komisi, koneksi, kepopuleran, dll. Mereka baru 
mau menyelaraskan kepentingannya dengan kepentingan rakyat, kalau kekuatan 
memilih dan melengserkan ada di tangan rakyat. Kalau tidak, ya mereka akan 
seenaknya memperjuangkan kepentingannya sendiri. Berjuang berubah menjadi 
Beras, Baju, dan Uang. Karena demokrasi seenaknya saja mengasumsikan bobot 
orang itu sama saja padahal kenyataannya tidak, ya lihat saya bagaimana 
orang-orang yang "lebih pinter", "lebih punya sarana dan prasana" mengilusi 
masyarakat untuk berbuat sesuai dengan keinginan orang-orang
 yang lebih ini, dengan tetap dilambari tabir (veil) bernama vox populi vox dei.

Banyak orang sebetulnya kurang paham bahwa demokrasi itu identik dengan pasar 
bebas di ekonomi - kaji banyak-banyak buku ekonomi publik kalau nggak percaya. 
Nah, sekarang bayangkan, bagaimana pelaku ekonomi yang kekuatannya tidak sama, 
dipaksa harus bermain tanpa aturan di pasar bebas. Siapa yang akan menang? 
Sritua Arief pernah memperingatkan, pasar bebas tuh adalah ajakan para Harimau 
untuk bersatu kandang dengan para Kambing. Nah, apa maunya?

Kita pernah berharap politisi partai Islam bisa memberi warna lain, ahh tapi 
ternyata tidak, jadi ijinkan kami untuk golput. Ahh ... jangan-jangan walau 
semua rakyat Indonesia golput,  tuan SBY dan Boediono pun tetap terpilih.

Nah mas, Anda itu kambing apa harimau, yang bisa menjawab ya diri Anda sendiri 
tho=))

Salam hangat

B. Samparan

--- On Mon, 6/29/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]> wrote:

From: Yandi Dwiputra F <[email protected]>
Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 06.20/05.00] RE: JWB: 
Re:[***SPAM*** Score/Req: 08.50/05.00]MemilihPemim pinyangBeriman dan Saleh - 
Re: Muslim yang BaikJelasIdentitasnya
To: [email protected]
Date: Monday, June 29, 2009, 3:25 PM



 


 
 _filtered #yiv209188480 {margin:1.0in 0in 1.0in 0in;}
#yiv209188480 P.MsoNormal {
FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times New Roman";}
#yiv209188480 LI.MsoNormal {
FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times New Roman";}
#yiv209188480 DIV.MsoNormal {
FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times New Roman";}
#yiv209188480 A:link {
COLOR:blue;TEXT-DECORATION:underline;}
#yiv209188480 SPAN.MsoHyperlink {
COLOR:blue;TEXT-DECORATION:underline;}
#yiv209188480 A:visited {
COLOR:purple;TEXT-DECORATION:underline;}
#yiv209188480 SPAN.MsoHyperlinkFollowed {
COLOR:purple;TEXT-DECORATION:underline;}
#yiv209188480 P.MsoPlainText {
FONT-SIZE:14pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Courier New";}
#yiv209188480 LI.MsoPlainText {
FONT-SIZE:14pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Courier New";}
#yiv209188480 DIV.MsoPlainText {
FONT-SIZE:14pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Courier New";}
#yiv209188480 DIV.Section1 {
}


  ooo gitu 
  ya kang....sekarang jelas bagi saya siapa yang dimaksud kaum illusionist 
  itu.....yaitu kaum yang memilih golput yaitu kaum yang cuma bisa berkhayal 
  indonesia akan makmur tanpa mau 
  berbuat.....hehehe
   
   



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke