ya begitulah mas salah satu seri babak drama ini. Si kecil diinjak,
ditendang, dan terekstradisikan. Tetapi apakah kemudian lantas punah?
oh ternyata tidak. Selalu saja ada jalan keluarnya utk survive
meskipun memunculkan ekses negatif ( mis. kriminalitas tinggi) maupun
positif (lebih taft dan lebih kritis). Lantas apakah kelompok si
kuat-sophist-mapan-ortodhox tsb juga akan langgeng diposisinya? oh
ternyata tidak juga, krn akan ada kelompok oposan yg pada gilirannya
akan mengkritisi dan mengoreksi serta menggantikan kedudukannya.
Begitu seterusnya sampai tercapai keadaan yg relatif bisa diterima
oleh semua kepentingan berbagai kelompok faksi yang ada. Keadaan
relatif stabil (bukan stabilitas repressive paketnya pak Harto ya)
dengan amplitudo perbedaan sosial yg relatif minim inilah demokrasi
itu akan terbentuk dengan sendirinya.

Jadi nurut saya demokrasi itu ya semacam asap knalpot, dia bukanlah
sebagai suatu alat ataupun tujuan, tetapi hanya efek samping saja.
Sedangkan mesinnya adalah penghormatan terhadap harkat dan martabat
manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial, yang mana
eksistensi keberadaan dan keberbedaannya dilindungi oleh
undang-undang. Makanya akan terasa menggelikan ketika demokrasi ini
dijadikan sebagai jargon atau alat bahkan sbg tujuan (bahkan sampai
menjadi embel2 partai sgala) padahal melindungi hak warga negaranya
saja masih amburadul, apalagi menekan amplitudo perbedaan yg
sedemikian menyolok.

Ibarat ada orang bikin partai namanya "Partai Kenyang Bersatu",
padahal pemerataan pangan pun belum terbentuk di semua daerah. Apa gak
mendingan ganti nama jadi "Partai Singkong Molek" aja. Tanpa pake
komando presiden... itu petani singkong dah otomatis kenyang dengan
sendirinya kalo makan singkong. Jadi yang penting itu makan; dan
demokrasi itu bisa dilihat ketika berada di toilet.

:)
salam hangat


2009/6/29 hamami <[email protected]>:
>
> Akan lebih menyedihkan lagi, manakala kita memilih hanya karena ter-illusi
> oleh kaum sophist yang telah menjadi illusionist ulung itu (pinjam istilah
> Mas Bango).
> Akal sehat sudah gak berfungsi lagi, sehingga kita akan melakukan apa saja
> sesesuai keinginan kaum illusionist itu tadi.
> Sedih...sedih, nasib kaum kecil yang selalu menjadi objek pelengkap.
>
> Wassalam
> Hamami
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke