Saya termasuk yang sangat benci mendengar soal bicara santun. Bukannya saya 
tidak suka kesantunan, tetapi muak melihat orang yang bicara seperti itu, 
karena ternyata justru orang itu yang telah berbuat/mengambil keputusan tidak 
santun sehingga timbul perkataan tidak santun itu.

Benar bahwa kalau kita mengingatkan seseorang itu harus dengan kesantunan, 
tetapi bila peringatan yang santun itu kemudian justru tetap dilanggar dengan 
sebuah tindakan atau pengambilan keputusan yang mengakibatkan banyak orang 
sengsara, mengapa kemudian yang berbuat itu malah meminta kita tetap bicara 
santun, aneh sekali buat saya. Buat saya disiplin itu harus ditegakkan dengan 
keras termasuk dengan bicara yang keras, bukan dengan santun, karena terbukti 
'kesantunan' itu justru membuat banyak dari kita termasuk saya yang malah jadi 
kurang ajar.

Sebagai gambaran, saya lebih suka mendengar ceramah/khotbah dll atau membaca 
tulisan dari seseorang yang keras, tetapi bila orang yang ceramah atau menulis 
itu bertindak atau mengambil keputusan mereka sangat berhati-hati dan menjaga 
perasaan orang yang akan terkena akibat buruk dari tindakan atau keputusannya 
itu.

Silahkan yang bisa menulis dengan santun dan mengubah keadaan menjadi lebih 
baik mencontohkannya. Buat saya, sindiran dan kara-kata keras yang berdasar 
pada aturan yang benar lebih menyejukkan dan cepat membuat saya tersadar.

Wassalam,
andry




________________________________
From: Bango Samparan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 3, 2009 8:27:01 AM
Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 05.70/05.00] RE: [***SPAM*** 
Score/Req: 10.20/05.00] Re: Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT DAKWAH"


Wa alaikum salam...

Nggih mas Echy Pamungkas.

Monggo-monggo, setelah posting perdana ini, panjenengan terus nulis. Biar 
milist rame oleh temen-temen seperti panjenengan, tenang dan santun.

Biar kami-kami juga ketularan tenang dan santun.

Trims.

Salam hangat
B. Samparan

--- On Fri, 7/3/09, Echy Pamungkas <[email protected]> wrote:

> Akhirnya...kesadaran itu datang...
>  
> Umat muslim bersaudara, jangan sampai rusak
> silaturahim karena kata-kata. Bianglala indah karena
> warna-warni kan? 
>  
> Banyak konflik karena kata
> Banyak perang berawal dari kata
> Biasanya semua dari lidah
> Tapi kali ini melalui tulisan...
>  
> Sudahlah Bapak-bapak, jangan saling mengejek,
> mencemooh...belum tentu yang mengolok-olok itu lebih
> baik...
>  
> Islam rahmatan lil 'alamin...janganlah dirusak
> dengan kata-kata yang Anda buat melalui milis ini....
>  
> Memang, kritik itu perlu
> Saran itu juga dibutuhkan...
> Tapi rasul mengajarkan kita untuk menyampaikannya
> secara akhsan...
>  
> Dakwah tidak akan sampai pada tujuan jika disampaikan
> dengan mengolok-olok dan mengejek...
>  
> Tidak ada manusia sempurna, pak..
> Hargailah saudara-saudara kita yang berbeda...
> yang tengah mencari kebenaran yang mungkin masih
> tertutup kabut...
>  
> Selama ini saya diam. Tapi, ijinkanlah saya ikut
> disini untuk sekedar mengingatkan....karena saya tahu,
> bapak-bapak lebih paham, hanya mungkin sedikit lupa kali
> ini....
>  
> Maafkanlah kelancangan saya ikut nimbrung kali
> ini...saya mencoba menyampaikan dengan sebaik yang saya
> mampu...tapi kalau ada yang tersakiti atau tidak berkenan,
> saya mohon maaf...Astaghfirullahal'adziiimm...
>  
> Wassalamu'alaikum wr wb
>  
> Echy Pamungkas



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke