Iyo mas, kadang jadi pigimana gitu. Malu - entah sama siapa. Bukankah kalau seorang muslim tuh dibacakan surat cinta dari Allah, harusnya hati bergetar dan raga tergoncang-goncang, merasa banyak salah, trus bertekad memperbaiki diri. Lha ini, malah teklak tekluk, menahan kantuk.
Kalau nurut hadistnya, kalau ngantuk harus pindah tempat lho. Eee ... lah kalau dipraktekkan, tuh masjid malah bisa jadi ramai tho, bentar-bentar jamaah pada tukeran tempat mengusir rasa kantuk. Eee, omong-omong, tuh telinga yang mana ya, yang harus diperiksakan. Dua yang nyantol di kepala, atau yang di mana gituh? Salam hangat B. Samparan --- On Fri, 7/3/09, hamami <[email protected]> wrote: > From: hamami <[email protected]> > Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.50/05.00] Re: Ilaah Baru itu > Bernama "MASHLAHAT DAKWAH" > To: [email protected] > Date: Friday, July 3, 2009, 1:35 PM > > Soal yang terkantuk-kantuk saat khotib berkhotbah, itu > pertanda lemahnya > pendengaran, bukan begitu mas Bango...? > Nampaknya perlu segera check ke THT,deh... istilah > audiometrinya itu ada > gangguan konduktif. > Lha...wong khotib sudah pake loud speaker ngomongnya, masih > juga gak denger, > eh...sempat ngantuk lagi. Sungguh terlalu... > Soale hasil test THT-ku, begitu hasilnya. He...he...he... > > Salam > Hamami _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
