Assalamu'alaikum

 

Minggu lalu saya ke Srilanka atas undangan dari Gubernur Southern Province
(Madame Kumari Balasurya) untuk melihat progress pendidikan di Lady Muslim
School di kota Galle. Jauhnya 3 jam perjalanan darat dari Colombo. Sekolah
ini mempunyai murid 1350 dari SD - SMA. Terletak tidak jauh dari kawasan
pantai. Souhtern Province ini adalah satu satu kawasan yang sangat parah
dilanda tsunami 2004, jadi sebagian siswinya adalah dari keluarga korban
tsunami.

 

Gubernur Kumari sangat antusias untuk memajukan sekolah muslim ini walau pun
dia seorang Budhis. Dia langsung mendampingi sampai ke sekolah, dan
ditunggui juga ketika kami shalat zuhur di salah satu masjid tua di Galle.
Pada umumnya kualitas pendidikan sudah memadai namun perlu sentuhan
perbaikan manajemen sekolah, pengolahan alat media pengajaran dan
pengembangan kurikulum. Dari segi fisik juga tidak jauh dari sekolah2 di
Indonesia.  

 

Malamnya kami kembali ke Colombo dan situasinya masih terasa mencekam akibat
dari penumpasan LTTE. Check point oleh tentera dilakukan di sepanjang jalan
dalam kota Colombo. Semua kenderaan dan penumpang diperiksa. Namun karena
kami menggunakan kenderaan KBRI dengan kode DPL, kenderaan kami tidak
diperiksa.

 

Atas saran Bapak Dubes KBRI kami mengunjungi satu sekolah di tengah pulau
Srilanka yaitu di Kandy. Di sini ada sekolah Muslim (laki/perempuan) yang
mempunyai muris 1500 orang (SD-SMA). Sekolah ini sangat bagus manajemennya,
bersih dan teratur walau pun fasilitasnya sangat memprihatinkan. Sebagian
kelas dilaksanakan di gang-gang sempit antara gedung2 yang hanya diberikan
atap seng dengan dinding teralis. Sekolah memerlukan pengembangan kurikulum
supaya siswa-siswinya mengenal dua luar.

 

Kami juga diundang oleh Menteri Resstlement and Disaster Relief dan minta
kami juga memperhatikan sekolah di kawasan Puttalam di mana ratusan ribu
pengungsi Tamil Muslim yang sudah puluhan tahun mengungsi dari Jafna karena
kejaran dari LTTE Tamil Hindu. Menteri tersebut besar di kawasan pengungsi
tersebut dan salah menteri yang muslim. Namun kunjungan ke Puttalam akan
kami lakukan khusus setelah lebaran nanti karena jauhnya 4 jam ke utara
Colombo.

 

Dalam pertemuan dengan Menteri Perminyakan (Muslim) kami minta satu sekolah
muslim yang paling baik di Srilanka. Beliau mengarahkan kami kesalah satu
sekolah di tengah Colombo. Sekolah ini mempunyai 3000 siswi. Manajemen sudah
bagus tapi lokasinya sangat sempit, sehingga sebagian gedung berada di
seberang jalan raya yang dihubungkan oleh jembatan layang. Namun sekolah ini
sangat miskin dalam memanfaatkan alat media pengajaran untuk peningkatan
kualitas pendidikan. Wawasan internasional siswinya sangat kecil walau pun
mereka menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. 

 

Media pengajaran yang kami maksudkan adalah alat medianya 80% berasal dari
barang bekas yang diolah oleh guru kreatif menjadi barang yang berguna.
Sekolah-sekolah yang sudah menggunakan alat media ini dapat menghemat biaya
pendidikan untuk alat media sampai 60%.

 

Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum Islami di mana semua mata pelajaran
dikaitkan dengan nilai-nilai Islam yang diambil dari Al Quran dan Hadis.

 

Manajemen yang dimaksud di atas adalah manajemen yang menyeluruh mulai dari
manajemen sekolah sampai manajamen kelas di mana kelas tidak lagi berbentuk
konvesional seperti susunan kursi di dalam bus, namun seperti tempat bermain
yang menyenangkan sehingga para siswanya merasa berada di rumahnya sendiri.
Kelas ini menganut system multiple intelligent.

 

Wassalam,

 

Wong

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke