Selasa, 22/09/2009 09:01 WIB
Krim Viagra yang Aman Berhasil Dibuat

Nurul Ulfah - detikHealth

Jakarta, Kabar bagus buat pria yang memiliki kesulitan ereksi. Peneliti di
New York berhasil mengembangkan krim viagra untuk mengobati para penderita
disfungsi ereksi tanpa menimbulkan efek samping bagi tubuh.
Reaksi obat ini juga lebih cepat. Cukup oleskan krim tersebut pada kulit
penis dan beberapa menit kemudian proses ereksi pun akan terjadi. Dalam
studi yang dimuat di Journal of Sexual Medicine, para peneliti mengatakan
bahwa Viagra, Levitra dan Cialis dapat masuk melalui kulit dalam bentuk dan
partikel yang sangat kecil, yaitu dalam bentuk krim. Hal ini bukan hanya
membuat pemakai aman dan terbebas dari efek samping kimiawi obat-obatan
dalam tubuh, tapi juga mempercepat reaksi obat, yang artinya ereksi bisa
terjadi lebih cepat. Peneliti membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk
menyelesaikan produk krim viagra tersebut. Penanganan fungsi ereksi dalam
bentuk tablet sebelumnya merupakan salah satu kesuksesan industri farmasi
modern. Sekitar 10 juta pria di seluruh dunia pun menggunakannya. Kini,
inovasi baru pun tercipta dengan adanya krim viagra yang lebih bebas dari
segala bentuk efek samping. 

Penggunaan tablet viagra diketahui menyebabkan efek samping seperti sakit
kepala, pandangan buram atau sakit perut. Bahkan, pria yang punya penyakit
jantung atau stroke disarankan untuk tidak menggunakan tablet tersebut
karena efeknya bisa lebih fatal dan ekstrim.
Dengan terciptanya krim viagra, ingredien dan komposisi aktif dalam obat
tersebut hanya akan berdampak pada bagian yang dioleskan saja dan tidak akan
mempengaruhi organ lain atau metabolisme dalam tubuh. Kelebihan lain dari
krim viagra yaitu partikelnya yang sangat kecil yang berupa nanopartikel
sehingga reaksi akan terjadi lebih cepat. "Partikelnya yang sangat kecil
membuat zat aktifnya meresap dan bereaksi lebih cepat ke dalam bagian penis
dibanding obat serupa yang berbentuk tablet, dan itulah yang diinginkan para
penderita disfungsi ereksi. Hanya selang beberapa menit setelah dioleskan,
gejala ereksi pun sudah mulai terjadi," ujar Dr Kelvin Davies seperti
dikutip dari BBC, Selasa(21/9/2009). Untuk menciptakan krim viagra tersebut,
tim peneliti dari Albert Einstein College of Medicine at Yeshiva University,
New York melakukan proses enkapsulasi (pelapisan) zat aktif viagra menjadi
partikel berukuran nano, yang ukurannya lebih kecil dari partikel serbuk
sari. Partikel yang berhasil dienkapsulasi pun kemudian dimodifikasi dalam
bentuk krim agar lebih mudah dioleskan. Sebelum digunakan oleh manusia, para
peneliti mencobakan krim tersebut pada tikus percobaan, dan hasilnya tidak
ditemukan indikasi efek samping apapun dari penggunaan krim tersebut. Namun
para calon pengguna harus lebih bersabar karena krim tersebut belum bisa
diperjualbelikan saat ini. Butuh pengembangan yang lebih matang lagi.
Pengujian klinis pada manusia pun baru akan dimulai beberapa tahun mendatang
jika pengujian pada hewan benar-benar sudah terbukti aman.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke