30 September Sejarah Hitam Bangsa, Refleksi Tingkat Kecerdasan & Kematangan
Bangsa,

Bertolak pada tanggal 30 September 1965 adalah dimulainya penjagalan &
penyembelihan +/- 5 juta rakyat Indonesia. Dan penderitaan itu terus
berlanjut hingga 32 tahun lamanya dimana senjata ataupun golok telah menjadi
panglima dan keadilan ada hanya dialam mimpi saja. Itulah refleksi tingkat
kecerdasan bangsa Indonesia pada saat itu. UUD 45 hanya diambil pasal-pasal
yang menguntungkan PENGUASA saja, contohnya Pasal 7 Presiden dan Wakil
Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat
dipilih kembali. Disini tidak ada pembatasan, semua peraturan dibuat untuk
melanggengkan KEKUASAAN, maka berkuasalah ORBA selama 32 tahun dan selama
itu pula penyembelihan rakyat yang tak bersalah terus berlanjut. Contoh lain
Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Memang semua sumber alam dikuasai Negara, tapi setelah itu di-KORUPSI dan
diselewengkan lagi-lagi untuk melanggengkan KEKUASAAN ORBA.

Alhamdulillah sekarang UUD'45 sudah diamandemen, sekarang di khatulistiwa
telah mulai blooming apa yang dinamakan DEMOKRASI. Tapi refleksi gelap
bangsa Indonesia masih bisa terlihat pada Myanmar dan Korea Utara, semoga
kedua negara tersebut cepat berubah dan bisa mengikuti Indonesia yang ada
sekarang.

Kebrutalan sebuah negara dalam menyelesaikan masalah internal adalah
cerminan tingkat kecerdasan bangsa tersebut dan juga memperlihatkan tingkat
kemakmuran rakyat bangsa tersebut. Makin cerdas rakyat sebuah bangsa makin
bermatabat cara mereka menyelesaikan persoalan bangsa. Begitu juga jika
diderivativekan, maka tingkat kecerdasan dan kematangan seseorang juga
ter-refleksikan bagaimana seseorang itu berkomunikasi dalam berinteraksi
sesama alisa behaviour seseorang sangat bergantung bagaimana beliau
mempraktekan IQRA' dalam kehidupan daily activitiesnya. Maka ada pepatah
Silence is Gold, kadang-kadang dalam ber-email ria juga sewaktu
ber-interaksi juga terefleksi tingkat maturity seseorang, maka seseorang
yang hanya asbun lebih baik menggunakan Silence is Gold. Jadi mengenang
bulan september maka yang sangat dasyat adalah 30 September 1965 dengan
segala kejadian turunannya dan juga 11 September 2001 sebagai akibatnya Iraq
memancung Saddam Hussein pada hari raya Idul Adha.

Mengenang kejadian 30 September 1965 adalah goresan hitam sejarah bangsa
Indonesia. Semoga sekarang SBY terus mengikuti jejak Gus Dur untuk terus
mereformasi angkatan bersenjata, dengan motto: Yang mempunyai BEDIL tidak
bioleh Menembakkan peluru kepada rakyat sendiri.

Salam,

Alkhori M

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke