Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus
(Subtitel: Pembaruan & Pemurnian Ajaran Islam) Timbul pertanyaan AJARAN ISLAM yang manakah yang telah mengalami PEMBARUAN sekaligus telah pula mengalami PEMURNIAN. Sejujurnya sewaktu Islam disempurnakan pada kenabian yang mulia rasulullah Muhammad SAW pada saat itu ajaran Islam masih ter-casting sesuai warna ASLINYA tapi dengan bergulirnya zaman dan adanya kekosongan pemikiran-pemikiran islam, maka sesuai dengan tuntutan zaman, maka terjadilah pergeseran ajaran islam. Pergeseran ajaran tersebut ada yang menurut ushul fiqih sehingga masih terjamin tidak melenceng ada pula pergeseran ajaran islam yang bebas tanpa adanya risk assesment sehingga hiruk-pikuk-lah sesama ummat islam saling tuduh, kamu sesat, kamu bid'ah, kamu kafir, kamu.& kamu . Setelah lelah dengan phenomena diatas barulah sadar bahwa melihat surga yang 3 dimensi haruslah disesuaikan dengan kondisi dan situasi. 1. Kalau memang Surga adalah hak priviledge-nya tuhan, sebaiknyalah kehidupan antar agama bisa akur dan damai, biarlah nanti diakhirat tuhanlah yang akan menentukan siapa-siapa penghuni surga yang kekal abadi didalam surga. Sementara selama kehidupan di Dunia, percaya dan yakin sajalah apa yang telah menjadi pilihan tentang agama yang telah dijatuhkan pilihan tersebut, apakah Ahmadiyyah, mau Syiah ataupun Suniyyah. 2. Kalau dipercayai bahwa tuhan telah memberikan pilihan, maka teruslah setiap hari perbaiki tingkat ilmu dan amalan ritual sehingga, mana-mana PEMBARUAN-PEMBARUAN yang terjadi jika telah melenceng, maka lakukanlah PEMURNIAN-PEMURNIAN sehingga akhirnya akan juga terlihat benang nerah, manakah agama SAMAWI yang telah disempurnakan pada ke-NUBUAT seorang rasulullah yang mulia Muhammad SAW. 3. Umumnya ummat Islam hanya berhasil melihat surga pada DUA DIMENSI, sangat jarang yang berani menuju ke DIMENSI yang terakhir yaitu dimensi yang tidak lagi mempunyai tujuan SURGA, tapi sudah menuju kepada KASIH ALLAH, atau HIDAYAH ALLAH atau semua amal ibadah adalah sudah mencapai tingkat IKHLAS yang MUTTAQIIN, masya ALLAH. 4. PEMURNIAN AJARAN adalah mutlak perlu dilakukan, karena pada al-Qur'an telah pertama-tama disebutkan bahwa Al-qur'an adalah tidak ada keraguan didalamnya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang MUTTAQIIN. Jadi al-qur'an tidak berguna alias hanya sebuah novel saja, jika yang membacanya tidak melakukan PEMURNIAN apa yang diyakininya Lihat posting "GAPAILAH KASIH ALLAH DENGAN MUKHLISIN" Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung. Salam, Alkhori M Doha, State of Qatar =================================================================== Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus (Subtitel: Ahmadiyah, Syiah & Sunni) Sejak dari Adam AS hingga Muhammad SAW, agama SAMAWI yang diturunkan bukanlah untuk menggapai SURGA, karena Adam AS sendiri memang discenario-kan untuk diturunkan ke Bumi untuk menjadi Khalifah di bumi Allah ini. Tapi agam yang diturunkan sesuai dengan kebutuhan saat itu dan jika telah melenceng jauh maka diturunkan lagi para mesenger demikianlah ON and ON hingga sampai ke Isa AS dan terus ke Muhammad SAW. Specifikasi seorang mesenger yang diutuskan ke bumi sesuai peradaban manusia saat itu. Pada saat Musa diutuskan, peradaban manusia saat itu sangat kuat dengan SIHIR, maka mukjizat Musa juga diberikan kekuatan super natural yang mana beliau terkenal dgn tongkatnya yang bisa menjadi Ular dan bisa membelah laut. Ketika Isa AS kebumi pada saat itu penyakit wabah berkembang, maka mukjizat Isa yang terkenal adalah bisa menyembuhkan penyakit, malahan orang mati sekalipun bisa dibangkitkan kembali. Begitulah terus menerus sehingga pada saat Muhammad SAW, maka agama samawi disempurnkan dan dinobatkanlah Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyin yaitu nabi penutup yaitu La Nabiya Bakdahu atau tidak ada lagi Nabi setelah turunya nabi Muhammad SAW kebumi dan juga itu diikuti dengan disempurnakanya agama samawi pada periode kenabian Muhammad SAW. AHMADIYAH, apapun komentar dari para yang kontra terhadap Ahmadiyah, tapi kenyataan yang ada bahwa Ahmadiyah dengan pelopornya adalah maulana Mirza Ghulam Ahmad telah membawa kesegaran bagi pengikut mereka. Dipercaya bahwa Ahmadiyah telah benar-benar membawa kelembutan dan kedamaian dalam kehidupan para Ahmadiyah. Memang terdapat discrepancy yaitu yang kontra terhadap Ahmadiyah bersuara nyaring, menuduhkan bahwa Ahmadiyah mempunyai nabi BARU, sementara Ahmadiyah sendiri menyanggah bahwa mereka tidak mempunyai nabi baru. Jika kita mengakui bahwa SURGA adalah hak PRIVILEDGE dari TUHAN, marilah hidup rukun dan damai antara ummat ber-AGAMA. Percaya sajalah agama masing-masing nanti di akhir masa, biarlah TUHAN yang menentukan siapa yang BENAR, yang LEBIH BENAR dan yang SANGAT TERBENAR (catat tidak ada yang SALAH). Karena ALLAH adalah GHAFURUR RAHIM. SYIAH, sewaktu rasulullah masih hidup, beliau mempunyai dua orang cucu dari anak perempuan beliau yaitu FATIMAH yang bersuamikan ALI yang mana ALI adalah telah mengikuti nabi sejak dari KECIL dan Ali dengan sangat setia menjadi body guard rasulullah Muhammad SAW. Hasan & Husen adalah cucu-cucu nabi yang sangat diasayngi. Ketika mereka kecil keduanya sangat manja dan sering tidur-tiduran dipangkuan nabi Muhammad SAW. Kepala kedua cucu-ccu tersebut sering diusap dan dielus nabi. Dan kepala tersebutlah yang telah dipancung pada sebuah perang yang curang. Kepala cucu nabi tsb yang bernama Hussen tersebutlah yang menurut sebuah cerita yang telah ditendang-tendang. Maka secara sejarah SYIAH yang emosional karena IMAM mereka telah dihinakan. Maka emosional sejarah ini plus kisah-kisah lain yang tidak kalah menariknya bagaimana ahlil bait dari sejak Ali dan turunanya mereka selalu didhalimi, maka dendam itulah yang terus mengalir, tapi itu adalah masa lalu. Makanya SYIAH tidak bisa berdampingan dengan SUNNI. Memang kalau mau jujur dan tidak memakai KACA MATA KUDA alias HORSE'S GOOGLE maka boleh dikatakan SYIAH adalah lebih jujur karena mereka itu adalah selalu membela PROLETAR atau RAKYAT KECIL, tapi jangan kaget kalau melihat secara JUJUR SUNNI harus banyak bersabar dam minta ampun alias ISTIGHFAR. SUNNI, lagi kalau mau jujur melihat sejarah, SUNNI adalah selalu berada dari ISTANA ke ISTANA, sementara SYIAH adalah selalu berada dipihak rakyat JELATA atau PROLETAR. Jadi kalau kehidupan SUNNI adalah penguasa lihat saja bagaimana GOLKAR ketika berkuasa selama 32 tahun dan bagaimana dengan SYIAH yang selalu sebagai OPPOSISI siapakah yang bisa dipercayai omomngan-NYA, tapi itu adalah sejarah masa lalu, tentu sangat berbeda dengan kehidupan yang sekarang ini. Lihat posting "PEMURNIAN dan PEMBARUAN" Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung. Salam, Alkhori M Doha, State of Qatar =================================================================== Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus (Subtitel: Iktiqaf dan Tiada Hari Tanpa Sedeqah) Iktiqaf adalah berdiam diri di Mesjid. Hanya dengan berdiam diri maka akan merupakan makanan JIWA atau ROHANI alias BATHINIYAH, jika seorang manusia itu haus maka diperlukan air sebagai pelepas dahaga dan jika seorang itu lapar, maka makanlah makanan yang sehat agar rasa lapar tadi tuntas. Demikian pula jika seseorang itu ingin jiwanya menjadi tenang dan tentram jauh dari rasa GELISAH maka obatnya adalah IKTIQAF. Jadi Iktiqaf itu adalah berdiam diri di mesjid tidak lebih dan tidak kurang. Karena sewaktu ber-Iktiqaf di mesjid adalah pada bulan ramadhan, dimana pada bulan ramadhan diperbanyak atau ditingkatkan shalat malam, maka pada mesjid-mesjid tertentu dilakukanlah Shalatul Qiyamul Lail sehingga Iktiqaf jadi bersamaan dengan shalat malam. Shalat berjama'ah 27x pahalanya dimana pada saat shalat terdapat seorang IMAM, tapi sayangnya fungsi IMAM didalam islam hanya terbatas di mesjid saja, padahal dalam islam bahwa seorang imam itu sangat DOMINAN fungsinya dalam hidup bermasyarakat. Sehingga untuk penganut Syiah fungsi seorang Imam masih terus berlanjut demikian pula yang diamalkan oleh jama'ah tabligh mereka fungsi shalat berjama'ah terus diamalkan dalam kehidupan keseharian. Tapi sayangnya nada-nada sumbang terus dihembuskan oleh musuh islam untuk jama'ah tabligh dan ironisnya orang islam juga percaya pula dengan hal-hal demikian. Selama ramadhan semua amal ibadah dilipat-gandakan oleh tuhan pahalanya, sehingga pada bulan yang lebih baik dari 1000 bulan tersebut, banyak muslimin yang bersedeqah, membayar fitrah dan juga melunaskan zakat mal, sehingga pada bulan mulia tersebut diharapkan tidak ada fakir-miskin yang kelaparan. Mereka-mereka yang berhasil menggapai kemenangan selama ramadhan yaitu yang berhasil menikmati 3 periode ke-10-an ramadhan yaitu: Rahmah, Maghfirah & Ithqun Minan Naar, maka setelah ramadhan berlalu terus melekat/ embedded sifat ketiga diatas, yaitu penuh kasih sayang, pengampun dan terhindar dari api neraka, maka keseharian kehidupan hari-hari dilalui dengan motto: Tanpa Hari Tanpa Sedeqah, setiap hari terus saja menyumbangkan harta/ uang, jika tidak ada uang akan membantu dengan tenaga, jika tidak ada uang dan tidak ada tenaga, tapi tetap bersedeqah walau hanya dengan Do'a yang ikhlas. Lihat posting "Ahmadiyah, Sunni & Syiah" Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung. Salam, Alkhori M Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
