terpilih jadi pemimpin dgn cara taghut demokrasi, tentunya merasa 'bangga' 
menghadapi dunia khususnya dihadapan bangsa2 kapitalis barat. tapi ketika 
bicara hak utk menentukan keinginan sendiri (freedom of the will) --> chicken!!

beginilah gambaran pemerintahan skrg ini,

menkes sblmnya sdh punya catatan kerja sangat yg nyata melarang asing yg 
hanya mau jual obat dgn harga mahal tanpa mau investasi di negeri ini, padahal 
formulasi obat tersebut juga hasil riset dgn bahan2 yg ada di negeri ini 
(namru-2). 
dunia pun jadi tahu bahwa ternyata para kapitalis barat itu melakukan 
pengkhianat 
besar melalui badan dunia WHO ttg riset mereka yg mewajibkan sampel2 virus
utk dikirim ke lab, namun hasilnya bukan utk kemanfaatan masyarakat dunia. 
contoh yg pernah diprotes, mengapa vaksin flu babi hanya beredar di antara 
mereka?

bgmana prestasi yg sedemikian mulia bagi bangsa dicampakkan begitu saja?
dan mengapa memilih org yg nyata akrab dgn para kapitalis barat?


setaaaan .. !!! 
sementara ini kamu menang, tapi aku akan menentang.
sampe hari berhisab gak akan rela mengakui pemimpin khianat!


salam,
Fahru


---
Nila Moeloek Batal Jadi Menkes, Harus Ada Penjelasan dari Istana
 
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Jakarta - Pembatalan penunjukan Nila Juwita Moeloek sebagai Menteri Kesehatan
menuai komentar banyak pihak. Sebagai satu-satunya kandidat menteri
yang gagal dipilih, sangat disayangkan tidak adanya penjelasan dari
pihak istana.

"Paling
tidak ada penjelasan dari jubir Istana, atau Sekretariat Negaralah.
Kalau Presiden tidaklah, terlalu tinggi," ujar pengamat politik LIPI
Lili Romli dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (22/10/2009).

Lili
mengakui dirinya kaget saat mengetahui nama Menkes yang baru bukanlah
Nila. Menurutnya, Nila merupakan orang yang sangat mengerti dunia
kesehatan. "Saya setuju kalau Nila yang ditunjuk. Kan dulu dia mem-back
up suaminya (mantan Menkes Farid Anfasa Moeloek) saat menjabat Menteri
Kesehatan," ucap dia.

Menurut Lili, seharusnya ada penjelasan
dari pihak Istana. Perlu dijelaskan kepada publik apa yang membuat Nila
tidak lolos. Apakah kesehatan atau pengetahuan? Kalau kedua masalah itu
tidak apa-apa, tapi kalau sampai ada pertimbangan politis, Lili sangat
menyayangkannya.

"Kalau tidak ada pemberitahuan seperti ini kan
dampak psikologisnya yang dikhawatirkan. Paling tidak yang bersangkutan
diberi tahu," tuturnya.

Dikatakan dia, proses rekrutmen para
menteri yang sengaja dibuat sangat terbuka dan transparan oleh SBY,
mengharuskan adanya penjelasan bila ada kandidat yang tidak lolos.
Kalau memang tidak ada penjelasan, mungkin untuk ke depan tidak perlu
ada rekrutmen terbuka seperti ini.

"Memang ada hak prerogatif
presiden, tapi proses rekrutmennya kan terbuka sekali, kalau ada yang
tidak lolos pun juga harus terbuka dong. Ada penjelasan, jadi publik
tahu apa tolok ukur yang lolos dan apa yang tidak," tegasnya.



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke