Wa'alaikum salam wr wb,
Di tempat saya ada adat kalau suara azan masjid masih terdengar, tidak boleh 
membangun masjid. Paling2 cuma musholla.

Ummat Islam itu harusnya satu. Namun ironisnya terpecah-belah hanya karena 
masalah seperti itu.

Harusnya yang belakangan mendirikan masjid mengalah dan membangun di tempat 
yang agak jauh.

Wassalam

===
Media Islam - Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


--- Pada Ming, 25/10/09, saidi <[email protected]> menulis:

> Dari: saidi <[email protected]>
> Judul: Re: [Is-lam] Masjid Sederhana Tapi Bermanfaat. Bukan Mewah tapi Sepi
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Minggu, 25 Oktober, 2009, 10:22 PM
> Wa'alaikum salam,
> 
> Terima kasih atas artikelnya Kang.. Namun, yang menjadi
> masalah selain 
> membangun masjid secara berlebihan... Ada juga saya
> menemukan di 2 tempat 
> yang berbeda di daerah tengerang (tempat lain
> ALLOHua'lam)....  Di masing2 
> daerah tersebut, ada 2 buah bangunan masjid yang berbeda
> namun terletak 
> saling berdekatan, hanya dibatasi jalan selebar +- 5
> meter-an.....
> Letaknya saling bersebrangan..  Dengar2 sih katanya
> kedua masjid itu 
> jemaahnya beda aliran... yang satu "M" yang satu "N".....
> padahal jemaah masjid di salah satu masjid itu tidak penuh
> untuk sholat2 
> wajib... mungkin jika kedua jamaah digabungkan ke dalam 1
> masjid, masih 
> belum bisa memenuhi masjid tersebut....
> Hal ini sama dengan keberadaan gereja di dekat tempat
> tinggal saya yang 
> kondisinya sama....  saling berdekatan....
> 
> Allohua'lam.....
> saidi
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "A Nizami" <[email protected]>
> To: "Is-lam" <[email protected]>
> Sent: Monday, October 26, 2009 9:02 AM
> Subject: [Is-lam] Masjid Sederhana Tapi Bermanfaat. Bukan
> Mewah tapi Sepi
> 
> 
> > Assalamu'alaikum wr wb,
> >
> > Masjid Sederhana Tapi Bermanfaat. Bukan Mewah tapi
> Sepi
> > Masjid adalah pusat ibadah ummat Islam. Di sanalah
> ummat Islam shalat 
> > berjama’ah dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.
> > Membangun masjid imbalannya sangat besar, yaitu:
> surga:
> > Usman bin Affan ra.: Kalian berlebih-lebihan,
> sesungguhnya aku mendengar 
> > Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun
> sebuah mesjid karena 
> > Allah Taala, maka Allah akan membangun untuknya sebuah
> rumah di surga. 
> > (Shahih Muslim No.828)
> > Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid
> (mushola) walaupun sebesar 
> > kandang unggas maka Allah akan membangun baginya rumah
> di surga. (HR. 
> > Asysyihaab dan Al Bazzar)
> > Meski demikian, tidak jarang saat ini banyak pengurus
> masjid yang 
> > membangun masjid secara berlebihan dengan
> bermegah-megahan. Ada yang 
> > sampai membuat masjid dengan kubah emas. Padahal ummat
> Islam masih banyak 
> > yang miskin dan terbelakang.
> > Ironisnya lagi, masjid yang dibangun secara mewah
> tersebut lebih sering 
> > terkunci karena takut ada yang mencuri. Akibatnya
> orang justru sulit untuk 
> > beribadah. Mesjidnya mewah, tapi sepi dari orang yang
> beribadah. Apalagi 
> > ketika shalat subuh, kurang dari 5 shaf. Masjid
> akhirnya justru jadi 
> > tempat tujuan wisata. Bukan tempat orang untuk
> beribadah.
> > Anas mengatakan, "Banyak orang yang akan
> bermegah-megahan dalam mendirikan 
> > masjid, tetapi mereka tidak memakmurkannya melainkan
> sedikit"[HR Bukhari]
> > Ada yang beranggapan bahwa menghiasi masjid sehingga
> indahnya melebihi 
> > gereja atau sinagog itu adalah syiar Islam/dakwah,
> padahal Nabi mengecam 
> > hal itu sebagai mengikuti kaum Yahudi dan Kristen:
> > Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya, kalian akan
> bersungguh-sungguh 
> > menghiasi masjid-masjid kalian seperti orang-orang
> Yahudi dan Kristen 
> > menghiasi gereja dan rumah ibadah mereka." [HR
> Bukhari]
> > Aku tidak menyuruh kamu membangun masjid untuk
> kemewahan (keindahan) 
> > sebagaimana yang dilakukan kaum Yahudi dan Nasrani.
> (HR. Ibnu Hibban dan 
> > Abu Dawud)
> > Ada yang berpendapat bahwa Allah itu suka keindahan,
> oleh karena itu 
> > membangun masjid harus indah:
> > Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan.
> Bila seorang ke luar 
> > untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan
> dirinya. (HR. Al-Baihaqi)
> > Tapi maksud hadits di atas adalah indah dalam arti
> rapi dan tidak 
> > berlebihan. Jika untuk jadi indah itu harus boros,
> megah, dan mewah, 
> > justru itu dibenci Allah.
> > Orang yang boros atau menghambur-hamburkan uang secara
> berlebihan untuk 
> > sesuatu termasuk membangun masjid menurut Allah adalah
> saudara setan:
> > “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat
> akan haknya, kepada 
> > orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan
> janganlah kamu 
> > menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros..
> > Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
> saudara-saudara syaitan dan 
> > syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”
> [Al Israa’:26-27]
> > Karena itu penghematan penting dilakukan. Penggunaan
> pintu, jendela, atau 
> > pun bahan yang tembus sinar matahari (meski warna
> susu/krim agar tidak 
> > panas) bisa dipakai sehingga penggunaan lampu di siang
> hari yang cerah 
> > bisa dihindari. Ventilasi yang baik atau pun penanaman
> pohon untuk 
> > menghalangi sinar matahari bisa menurunkan suhu masjid
> agar tidak panas.
> > Allah membenci orang yang suka kemewahan dengan
> hukuman neraka:
> > “...Orang-orang yang zalim hanya mementingkan
> kenikmatan yang mewah yang 
> > ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang
> berdosa....” [Huud 116]
> > “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri,
> maka Kami perintahkan 
> > kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu
> supaya mentaati Allah 
> > tetapi mereka melakukan kedurhakaan, maka sudah
> sepantasnya berlaku 
> > terhadapnya ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan
> negeri itu 
> > sehancur-hancurnya.” [Al Israa’ 16]
> > “Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup
> bermewahan.” [Al Waaqi’ah 45]
> > Kebencian Allah terhadap orang yang hidup mewah
> tercermin di Saba’ ayat 
> > 34, Al Muzzammil 11, dan  Az Zukhruf ayat 23.
> > Allah membenci orang yang bermegah-megah sebagaimana
> disebut dalam Al 
> > Hadiid 20 dan At Takaatsur:
> > “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At
> Takaatsur 1]
> > Sesungguhnya membangun masjid mewah/indah itu adalah
> satu tanda kiamat. 
> > Dan kiamat itu akan terjadi saat orang-orang sudah
> tidak beriman lagi 
> > kepada Allah.
> > Belum akan datang kiamat sehingga manusia
> berlomba-lomba membangun dan 
> > memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud)
> > Sebaliknya meski gereja-gereja Romawi, Mesir, dan
> Syams sangat bagus, 
> > namun Nabi tidak mau menandingi keindahannya. Padahal
> dalam segi kekuatan, 
> > kerajaan Romawi dan Persia di bawah ummat Islam. Nabi
> tetap membuat masjid 
> > yang sederhana dengan atap dari pelepah pohon kurma:
> > Abu Said berkata, "Atap masjid terbuat dari
> pelepah-pelepah pohon 
> > kurma.."[HR Bukhari]
> > Umar juga melarang mewarnai masjid dengan warna merah
> dan kuning agar 
> > orang tidak tergoda akan keindahan masjid sehingga
> jadi tidak khusyuk 
> > beribadah untuk Allah SWT:
> > Umar menyuruh membangun masjid dan berkata,
> "Lindungilah manusia (yang 
> > berjamaah di dalamnya) dari hujan. Jangan sekali-kali
> diwarnai merah atau 
> > kuning karena hal itu dapat menyebabkan orang-orang
> tergoda (tidak 
> > khusuk)." [HR Bukhari]
> > Abdullah bin Umar berkata bahwa masjid pada zaman
> Rasulullah saw dibangun 
> > dengan batu bata, atapnya dengan pelepah korma, dan
> tiangnya dengan batang 
> > pohon korma. Abu Bakar r.a. tidak menambahnya sedikit
> pun. Umar r.a.. 
> > menambahnya dan membangun masjid seperti bangunan di
> masa Rasulullah saw 
> > dengan batu bata dan pelepah korma, dan mengganti
> tiangnya dengan kayu. 
> > Selanjutnya, Utsman r.a. mengubahnya dan melakukan
> penambahan yang banyak. 
> > Ia membangun dindingnya dengan batu yang diukir dan
> dibuat pola tertentu. 
> > Ia menjadikan tiang nya dari batu yang diukir dan
> atapnya dari kayu jati. 
> > [HR Bukhari]
> > Niat kita beribadah di masjid adalah untuk menyembah
> Allah. Bukan untuk 
> > mengagumi keindahan masjid.
> > Sebaliknya meski masjid di zaman Nabi sangat
> sederhana, namun manfaatnya 
> > sangat besar bagi masyarakat. Para pendatang bisa
> tidur dan bertempat 
> > tinggal di teras masjid yang biasa disebut Shuffah:
> > Anas berkata, "Beberapa orang dari suku Ukal datang
> kepada Nabi Muhammad 
> > saw., kemudian mereka bertempat di teras masjid." [HR
> Bukhari]
> > Orang-orang miskin yang tidak punya tempat tinggal
> juga berdiam di teras 
> > masjid/shuffah. Jumlahnya pada zaman Nabi sekitar 70
> orang. Di antaranya 
> > adalah Abu Hurairah, Abu Darda, Abu Dzar, dan
> sebagainya. Karena tinggal 
> > di masjid, setiap ada ceramah dari Nabi, mereka
> mendengarnya sehingga 
> > akhirnya mereka menjadi alim. Mereka jadi tempat
> bertanya. Banyak hadits 
> > diriwayatkan oleh mereka.
> > Abdur Rahman bin Abu Bakar berkata, "Orang-orang
> Ahlush Shuffah 
> > (orang-orang yang berdiam di teras masjid) itu adalah
> orang-orang fakir." 
> > [HR Bukhari]
> > Abu Hurairah berkata, "Aku melihat ada tujuh puluh
> orang dari Ahlush 
> > Shuffah, tiada seorang pun di antara mereka itu yang
> mempunyai selendang. 
> > Mereka hanya memiliki izar (kain panjang) atau
> lembaran-lembaran kain yang 
> > diikat seputar leher mereka. Di antara lembaran kain
> itu ada yang hanya 
> > sampai pada separo betis dan ada yang sampai pada
> kedua mata kaki, dan 
> > mereka menyatukannya dengan tangan mereka, karena
> khawatir aurat mereka 
> > terlihat" [HR Bukhari]
> > Para sahabat Nabi yang kaya seperti Abu Bakar biasa
> memberikan makanan 
> > kepada Ashabus Shuffah [Shahih Muslim No.3833].
> > Jika masjid sekarang punya shuffah untuk tempat
> tinggal bagi orang-orang 
> > miskin, serta orang-orang kaya mau memberi makan
> mereka, niscaya para 
> > gelandang dan anak-anak jalanan yang saat ini
> jumlahnya begitu banyak 
> > tidak akan berkeliaran di jalan dan kelaparan.
> > Zaman Nabi, meski masjid sederhana, namun bagi
> orang-orang miskin 
> > manfaatnya begitu besar. Zaman sekarang meski masjid
> begitu mewah sampai 
> > ada yang berlapis emas, nyaris tidak bermanfaat bagi
> orang miskin. 
> > Jangankan untuk tempat tinggal orang miskin. Untuk
> orang beribadah saja 
> > sulit karena sering dikunci.
> > Meski demikian, masjid harus senantiasa bersih dan
> wangi sehingga orang 
> > betah tinggal di dalamnya. Tidak kotor, jorok, dan
> bau. Harus ada Merbot 
> > yang senantiasa menjaga kebersihan masjid. Ini tentu
> perlu manajemen yang 
> > baik dan rapi. Nabi pernah “menegur” seorang Arab
> Badui yang kencing di 
> > masjid dengan cara yang amat halus. Nabi tidak
> memarahinya. Namun langsung 
> > menyiram bekas air kencingnya.
> > Rasulullah Saw menyuruh kita membangun masjid-masjid
> di daerah-daerah dan 
> > agar masjid-masjid itu dipelihara kebersihan dan
> keharumannya. (HR. Abu 
> > Dawud dan Tirmidzi)
> > Zaman Nabi, masjid bukan hanya sekedar tempat shalat
> dan berzikir. Namun 
> > orang juga bisa menyenandungkan syair selama tidak
> mengganggu orang shalat 
> > (tidak di waktu shalat).
> > Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf: "Umar lewat di
> masjid dan Hasan 
> > sedang bersenandung. Hassan berkata kepada Umar yang
> memelototinya, 'Aku 
> > pernah bersyair di dalamnya, sedangkan di sana ada
> orang yang lebih baik 
> > daripada engkau (Nabi Muhammad SAW).' Hassan lalu
> menoleh kepada Abu 
> > Hurairah seraya berkata: Aku meminta kepadamu dengan
> nama Allah, apakah 
> > kamu mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Wahai Allah,
> kuatkanlah ia 
> > (Hasan) dengan ruh suci (Jibril).' Abu Hurairah
> menjawab, 'Ya.' [HR 
> > Bukhari]
> > Bahkan di HR Bukhari juga disebut Nabi bersama Siti
> ‘Aisyah pernah melihat 
> > orang-orang Habsyi bermain tombak.
> > Selain itu, orang yang jadi tawanan atau bermasalah
> bisa diikat di tiang 
> > masjid. Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
> hadits Abu Hurairah pada 
> > Kitab ke 21 'al-Amal fish Shalah', Bab ke-10."
> > Bahkan di zaman Nabi, masjid juga ternyata mempunyai
> manfaat sosial 
> > seperti tempat merawat orang sakit. Imam Bukhari
> meriwayatkan dengan 
> > isnadnya hadits Aisyah yang tertera pada Kitab ke-64
> 'al-Maghazi', Bab 
> > ke-72." Bahwa Ummat Islam membuat kemah di masjid
> untuk orang-orang sakit 
> > dan lainnya. Saat sekarang, paling tidak di samping
> masjid orang membangun 
> > Majelis Ta’lim dengan Poliklinik Kesehatan untuk
> melayani masyarakat.
> > Mimbar masjid:
> > Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.:
> > Bahwa beberapa orang menemui Sahal bin Saad. Mereka
> berselisih mengenai 
> > jenis kayu mimbar Rasul. Lalu kataku (Sahal): Demi
> Allah saya benar-benar 
> > tahu jenis kayu mimbar itu dan siapa pembuatnya. Aku
> sempat melihat 
> > pertama kali Rasulullah saw. duduk di atas mimbar itu.
> Abu hazim berkata: 
> > Aku katakan kepada Abu Abbas: Ceritakanlah! Ia
> berkata: Rasulullah saw. 
> > pernah mengutus seseorang kepada istri Abu Hazim. Abu
> Hazim berkata bahwa 
> > beliau pada hari itu akan memberi nama anaknya, beliau
> bersabda: Lihatlah 
> > anakmu yang berprofesi tukang kayu. Dia telah
> membuatkan aku sebuah tempat 
> > di mana aku berbicara di hadapan orang. Dia telah
> membuatnya tiga anak 
> > tangga. Kemudian Rasulullah saw. menyuruh
> meletakkannya di tempat ini. 
> > Mimbar tersebut berasal dari kayu hutan. Aku sempat
> melihat Rasulullah 
> > berdiri di mimbar sambil membaca takbir yang diikuti
> oleh para sahabat. 
> > Setelah beberapa lama berada di atas mimbar, beliau
> turun mengundurkan 
> > diri lalu melakukan sujud di
> > dasar mimbar. Kemudian beliau kembali hingga beliau
> selesai salat. Setelah 
> > itu beliau menghadap ke arah para sahabat dan
> bersabda: Wahai manusia, 
> > sesungguhnya tadi aku lakukan hal itu agar kalian
> mengikuti aku dan kalian 
> > dapat belajar tentang salatku. (Shahih Muslim No.847)
> > Di zaman Nabi saja ada orang-orang munafik yang
> sengaja membangun masjid 
> > (Masjid Dliror) untuk memecah-belah ummat Islam. Nabi
> dengan tegas 
> > menghancurkannya. Oleh karena itu, ummat Islam juga
> tetap harus mewaspadai 
> > usaha orang-orang munafik gaya baru yang jumlahnya
> niscaya bertambah 
> > besar.
> > Dan di antara orang-orang munafik itu ada orang-orang
> yang mendirikan 
> > masjid untuk menimbulkan kemudharatan pada orang-orang
> mukmin, untuk 
> > kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang
> mukmin serta menunggu 
> > kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan
> Rasul-Nya sejak 
> > dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak
> menghendaki selain 
> > kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya
> mereka itu adalah 
> > pendusta (dalam sumpahnya). [At Taubah:107]
> > Hanya orang-orang yang beriman saja yang boleh
> memakmurkan masjid. Ada pun 
> > orang-orang musyrik tidak pantas karena mereka sendiri
> tidak beriman 
> > kepada Allah dan Nabi Muhammad serta mempersekutukan
> Allah:
> > “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan
> mesjid-mesjid Allah, 
> > sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir.
> Itulah orang-orang yang 
> > sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam
> neraka.
> > Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah
> orang-orang yang beriman 
> > kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan
> shalat, menunaikan 
> > zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada
> Allah, maka 
> > merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk
> golongan orang-orang yang 
> > mendapat petunjuk..” [At Taubah 17-18]
> > Demikian sekilas perbandingan masjid di zaman Nabi
> yang fungsi sosial dan 
> > kemasyarakatannya begitu besar dengan masjid sekarang.
> Memang ada masjid 
> > yang seperti zaman Nabi, namun sayangnya jumlahnya
> masih sedikit sekali.
> >
> > Referensi:
> > HR Bukhari, HR Muslim, HR Abu Daud, HR Tirmidzi dari
> Hadits Web 3.0 dan Al 
> > Qur’an Digital yang bisa didownload di
> www..media-islam..or.id
> >
> >
> > ===
> > Media Islam - Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan
> Hadits
> > http://media-islam.or.id
> >
> >
> >      Akses email lebih cepat. Yahoo!
> menyarankan Anda meng-upgrade browser 
> > ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk
> Yahoo! Dapatkan di 
> > sini!
> > http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
> >
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> > 
> 
> 
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke