---------- Forwarded message ----------
Khilafah & Telepon Selullar
~ Bukan sekedar jualan, qualitas produk perlu dilihat~
Tahun 1990-an, telepon genggam merupakan barang yang sangat aneh,
mahal dan merepotkan dengan berbagai macam kesulitan dalam proses
komunikasi bila dibandingkan telepon Rumah yang simple. Proses
pengenalan pasar Indonesia misalnya di tahun 1990-2000, sangat minim
pertumbuhanya. Hingga akhirnya mulai tahun 2000-an mulai kenaikan
grafik pemasaran yang luar biasa. Selidik punya selidik, ternyata
berbagai Operator penyedia layanan telepon selullar telah melakukan
berbagai evaluasi, pembenahan dan inovasi besar-besaran yang luar
biasa. Paradigma yang tanamkan dalam diri operator selular tahun
1990-an mulai ditinggalkan, dari pemaksaan produk ke konsumen,
menjadi perbaikan produk itu sendiri. Wal hasil, Operator terbesar
pada masanya Indosat dan Satelindo yang duluan lahir, tidak sanggup
membendung gempuran hebat dari pesaingnya dengan produk yang sama
yaitu Telkomsel, bahkan terkejar pula oleh XL dalam dunia selular
GSM. Belum lagi pembahasan CDMA, 2G, EDGE, HSPDA, 3G, EVDO dan
produk-produk lainya yang sudah sangat menjamur.
Kenaikan jumlah pelanggan operator Telkomsel ternyata dicapai dengan
proses evaluasi yang panjang dan perbaikan internal yang sangat luar biasa:
1. Mencoba mandiri dari Bapaknya PT Telkom, Tbk yang katanya hebat.
2. Mementingkan karyawan sebagai aset utama
3. Pebaikan Qualitas dan performance produk:
- perluasan coverage secara massif dan terprogram
- penurunan % drop call dalam komunikasi sebagai service untuk customer
- melakukan perbaikan perangkat secara berkala dan men-swap
perangkat lama dengan yang lebih berkualitas.
4. Perbaikan proses penjualanya, termasuk inovasi-inovasi yang ditawarkan.
Bila melihat proses panjang dunia selluar di Indonesia, konsumen
tidak akan mudah dibohongi dengan IKLAN-IKLAN omong kosong.Karena
Iklan sehebat apapun bila tidak dibarengi dengan perbaikan Qualitas
layanan (kejernihan suara, tidak mudah drop call, jaringan coverage
luas, kecepatan data tinggi) adalan NOL BESAR. Inti dari produk
telekomunikasi adalah memperlancar komunikasi, bukan sebaliknya
menyulitkan. Jadi bagi Operator yang sudah ber IKLAN besar-besaran
namun belum laku juga, boleh jadi Qualitas layanan yang masih harus
terus dibenahi.
Begitu pula dengan Produk Khilafah.................So mungkinkah
masih ada yang belum optimal dengan produk Khilafah yang ditawarkan?
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam