Borok Borok ORBA, BPPC Adalah Drakulanya, Cengkeh 9000 dibayar 2000. Sekarang NKRI adalah jauh lebih baik salah satu indikatornya adalah KORAN di NKRI sehingga gebrakan GusDur hak rakyat untuk mendapatkan informasi masih tetap terjamin. Tapi kalau zaman ORBA harus hanya berani mangap ketika di DENTIST.
Borok-borok ORBA memang harus tetap ditulis sehingga NKRI tidak menjadi keledai yang bisa terjatuh 2x dilobang yang sama, salah satunya adalah Drakula BPPC yang telah membunuh tidak saja batang CENGKEH tapi juga banyak PETANI cengkeh yang Allahyarham karena ulah aktor DRAKULA-DRAKULA BPPC. Suatu hari setelah penumpang istirhat makan di PATEK, tentu bagi yang pernah menelusuri pantai barat di pesisir barat Aceh tentu masih teringat rumah makan dipinggir pantai barat Aceh. Bus yang saya tumpangi meleawti Calang maka terlihat batng-batang cengkeh tidak terurus lagi, sama seperti di Lhok Nga dekat pabrik semen Andalas di Aceh Besar. Salah seorang penumpang bus yang juga karyawan BPPC beliau mulai bercerita tentang Drakula BPPC yang telah menghisap DARAH Petani Cengkeh Indonesia. Pada saat itu harga cengkeh berkisar 9 ~ 10 ribu per kg. Tapi oleh BPPC harga tersebut diturunkan menjadi 6ribu per kg. Setelah itu dikelurakan lagi PP pabrik rokok tidak boleh membeli cengkeh langsung pada rakyat tapi harus membeli cengkeh melalui BPPC kalau tidak tidak didapat cukai/ bandrol rokok. BPPC Benar-Benar DRAKULA Setelah BPPC menurunkan harga cengkeh dari 9000/kg menjadi 6000/kg, maka sebagai Drakula BPPC benar-benar menghisap darah petani cengkeh caranya yaitu: 1. Petani Cengkeh harus menjual cengkeh ke BPPC dengan harga 6000/kg, padahal harga sebelumnya 9000/kg 2. Setiap kg cengkeh yang dibeli BPPC hanya dibayar ke Petani 2000/kg, selanjutnya yang 4000 algi adalah sbb 3. 2000 lagi akan dibayar bebearpa bulan kemudian, kalau BPPC telah menerima bayaran dari pabrik rokok 4. 2000 lagi tidak dibayarkan ke Petani, tapi dijadikan SWPC dan akan dikembalikan setelah hari kiamat Melihat 4 bullet diatas, maka benar-benar BPPC telah berubah menjadi Drakula bagi petani cengkeh, harga cengkeh yang biasanya 9000/kg tiba-tiba dengan adanya BPPC petani hanya menerima 2000/kg, masya Allah, apakah aktor-aktor BPPC masih bisa hidup dengan damai di Bumi Allah ini. Setelah berhasil dengan BPPC yang telah mengambil korban banyak petani cengkeh, pada saat itu muncul ide untuk melanjutkan dengan Tata Niaga Jeruk di Kalimantan dan Tata Niaga Minuman di Bali. Semoga saja praktek-praktek Drakula tersebut tidak lagi ber-embrio di NKRI, makanya dosa-dosa ORBA harus diinformasikan pada generasi penerus agar NKRI tidak dipimpin oleh mereka-mereka yang OTAK nya penuh dengan perbuatan-perbuatan yang dilaknatullah. Legend: BPPC=Badan Penyangga Petani Cengkeh: SWPC=Simpanan Wajib Petani Cengkeh. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
