Jumat, 11/12/2009 10:50 WIB
Usulan Nonaktif 
FPKS Tak Mau Paksa, Hanya Minta Kesadaran Sri Mulyani & Boediono
Laurencius Simanjuntak - detikNews



Jakarta - Usulan nonaktif bagi Sri Mulyani dan Boediono terus bergulir,
termasuk dari Partai Golkar yang merupakan pendukung pemerintah. Menanggapi
usulan itu, Fraksi PKS berpendapat tidak dalam posisi mendukung atau tidak,
melainkan meminta kesadaran kedua pejabat Komite Stabilitas Sistem Keuangan
(KSSK) itu.
"Terhadap usulan yang mendorong supaya nonaktif, PKS tidak mau masuk dalam
perdebatan hukum dan adminsitrasi, tapi kesadaran individu," kata Ketua FPKS
DPR Mustafa Kamal saat berbincang dengan detikcom, Jumat (11/12/2009).
Mustafa mencatat, Sri Mulyani dan Boediono adalah pejabat negara yang selalu
mendengungkan good coorporate governance. Dengan kasus Bank Century yang
menerpa keduanya, kata Mustafa, FPKS berharap pada kesadaran keduanya.
"Kami mempersilakan Pak Boediono dan Sri Mulyani melakukan yang terbaik bagi
bangsa dan negara. Tidak dipaksa, tapi lebih ke kesadaran individu,"
ujarnya.
Ditanya apakah harapan atas kesadaran Sri Mulyani dan Boediono hanya untuk
nonaktif saja atau mundur sekalian, FPKS, kata Mustafa menyerahkan kembali
kepada keduanya.
"Tergantung pada pilihan-pilihan yang mereka pilih," kata Mustafa.
Mustafa secara khusus mengapresiasi pejabat negara di Jepang yang punya
budaya malu dan akhirnya mundur jika kinerjanya tidak memuaskan.
"Apalagi jika kemudian masuk dalam proses hukum," ucapnya.
(lrn/iy) 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

<<attachment: image001.jpg>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke