Otak dan Watak serta Geseran terhadap 6 Tingkat Kecerdasan Ketika bangsa ini yaitu bangsa Indonesia yang lebih dikenal dgn sebutan NKRI heboh dengan UN yaitu Ujian Nasional, ternyata Menteri Pendidikan GOTOT masih ingin melanjutkan UN, karena beliau ber-PRINSIP MK tidak melarang UN tapi hanya menganjurkan memperbaiki Pra-Sarana dan Sarana pendidikan diperbaiki. Itulah alasan sang menteri yang lebih menonjolkan alasan dengan berdalih pada daya OTAK yag COGNITVE. Karena memang UN hanya menilai kecerdasan OTAK TUNGGAL yaitu COGNITIVE. Padahal menurut para ahli pendidikan OTAK itu mempunyai 3 kemampuan dan malahan KECERDASAN bisa mencakup 6 tingkat KECERDASAN. Tapi sayangnya UN yang hanya bertumpu pada kemampuan OTAK COGNITIVE melupakan kemampuan yangg lainya dan hanya melihat apa yang dikenal dengan IP yaitu Indeks Prestasi. Padahal sudah terbukti Thomas Edison & Robert Einstern tidaklah mahasiswa yang brilliant sewaktu dibangku kuliah dan yang terkini diabad 20 boss Micro Soft juga seorang drop-out, tapi Bill Gate pernah dinobat sebagai orang terkaya No.1 di Dunia dengan kriteria bahwa kekayaan bukanlah warisan tapi harta kekayaan terkini yang diperoleh dengan jerih usaha sendiri yang terkini.
Kembali ke Otak & Watak, kedua kata tersebut sudah jarang digunakan, sehingga malahan kata-kata WATAK mungkin boleh dikatakan sudah menjadi Almarhum dann sudah dilupakan orang, sehingga karena kata-kata WATAK dilupakan sebagai akibat SOSIALnya maka orang tidak malu lagi berbuat KORUPSI, apakah hubungan antara WATAK dan KORUPSI, insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Qatar. Penulis yang selalu merasa dan selalu mengutuk KORUPSI dan merindukan kata-kata WATAK kembali dihidupkan dalam Dunia Pendidikan dan kata-kata WATAK tidak hanya DIAJARKAN tapi DIDIDIKAN, karena MENGAJAR berbeda dengan MENDIDIK. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
