Manusia spt George Aditjondro ini yg kritis sangat diperlukan
bangsa ini, agar lekas bebas dari belenggu tirani korupsi.
Minggu, 27/12/2009 00:06 WIB
Kontroversi 'Gurita Cikeas'
George: Buku Harus Dilawan dengan Buku
Rachmadin
Ismail - detikNews

dok.
detikcom
Jakarta - Penulis
buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century' George Aditjondro
meminta pada siapa pun yang tidak terima dengan bukunya agar memberikan
jawaban dengan cara ilmiah. Tulisan investigatif di dalam buku, harus dibantah
pula dengan buku tandingan.
"Saya mengusulkan karena SBY kan doktor, lalu punya
tim sukses lagi. Saya juga doktor. Kalau buku dilawanlah dengan buku,"
kata George, saat berbincang lewat telepon, Sabtu (26/12/2009) malam.
George menilai, segala sesuatu yang dituis dalam
bukunya berasal dari sumber yang valid dan bisa dipercaya. Ia juga didukung
dengan data-data yang kebenarannya tidak perlu diragukan. Bahkan, proses
pengumpulan data sudah ia lakukan sejak tahun 2003. "Semenjak SBY menjabat
sebagai Menkopolkam," imbuhnya.
Untuk itu, segala respons negatif atau
keprihatinan dari kubu SBY harus disikapi dengan cara ilmiah. Sebab, pria yang
lahir di Pekalongan ini menganggap, banyak keganjilan dalam proses pemenangan
SBY sebagai presiden. Terlebih hanya satu putaran.
"Inti dari buku saya adalah kemenangan SBY
dalam satu putaran itu ditopang oleh hal-hal yang berbau pelanggaran hukum.
Kalau itu tidak betul, bikin buku yang secara ilmiah menyatakan itu adalah
kemenangan murni," jelasnya.
Sebelumnya, George juga pernah menulis tentang
korupsi di kepresidenan. Pada tahun 2006, pria yang pernah dicekal oleh rezim
Soeharto ini menulis buku yang berjudul 'Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga:
Istana, Tangsi dan Partai Penguasa'. Ia juga pernah menulis buku berjudul 'Guru
Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari'. Buku itu mengkritik habis perilaku
koruptif di era Soeharto dan Habibie.
"Jadi ini buku ketiga saya tentang korupsi
kepresidenan. Tadinya mau Oligarki Cikeas, tapi isitilah Gurita lebih terkenal
karena sering dipakai dalam gurita bisnis dan gurita korupsi," pungkasnya.
(mad/mad)
Alkhori M
Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
Doha,
State of Qatar