Iya Mas, sy juga mondar-mandir dlm belajar, life is learning process… katanya.. J
Yang saya pahami maksud “saksikanlah bahwa aku muslim”… itu artinya kan pensaksian oleh seluruh perkakas2 yg bisa menjadi saksi, betul ga Mas? Tidak hanya saksi pendengaran dan penglihatan saja, tetapi meliputi semua penginderaan termasuk hati juga kan ya. Nah inilah yg harus terbuktikan terlebih dahulu sebelum perkataan “saksikanlah bahwa aku muslim” tersebut tervokalisasi, sebab lingkungan sekitar tdklah selalu mengerti dengan stimulus suara terkecuali melalui bukti-bukti konkrit (perilaku nyata). Layaknya seperti slogan2 pemilu aja spt : “kami tidak memberikan janji, tetapi bukti!”, atau “buktikan !”, atau “lanjutkan!” (dgn berharap cemas terhadap embel2 sdh ada bukti di periode sebelumnya, padahal sdh lupa dgn slogan “bersama kita bisa!” krn dah cerai… :D)… Back to topic, apa yg saya tangkap dengan pluralitas (keberagaman), yg tanpa dinamai pluralitas ataupun pluralisme pun (suka-suka manusianya aja yg bikin istilah) tetep aja dari sononya sudah plural, faktanya tak terbantah memang seperti itu, beragam. Apakah mau diseragamkan? lho ya ndak mungkin. Seperti kita ketahui bahwa segala sesuatu tergantung dari itikad dan tujuannya. Ketika dihadapkan pada kondisi keberagaman yg tak terhindari ini, lantas apa yg muncul dibenak kita dan apa yg seharusnya dilakukan? Apakah keberagaman itu akan dijadikan ajang memperuncing situasi ataukah justru akan dijadikan ajang rekonsiliasi situasi agar tatanan hidup kebersamaan dlm keberagaman ini dpt diwujudkan? Inilah tantangannya dan ini pula yg menjadi PR bagi seluruh umat semuanya. Tanpa ada ketulusan dalam menerima keberagaman ini ya bisa babak belur sendiri, dan saling menilai antar umat adalah sesuatu yg wajar saya kira (dlm konteks ingin mengenali) namun bukan kemudian memperuncing berbedaan yg sudah runcing, krn itu sama artinya dgn menggarami laut… JJ Sepertinya kita benar2 perlu banyak belajar bersyukur atas semua pemberian kondisi bumi Indonesia tempat dimana kita tinggal ini. J Wassalam From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Risang Dipta Permana Sent: Tuesday, January 05, 2010 1:52 PM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] FATWA MUI: PLURALISME SESAT Urun Rembug saja nih Pak... Saatnya Kita bicara "Saksikanlah bahwa aku seorang Muslim" Seorang muslim yang berkasih sayang dalam kebaikan, selalu tegas melawan kemunkaran. Bukan seorang muslim yang dituduhkan orang selama ini.. muslim hanya bisa membalas dengan kekerasan.. mengeluh ketika diserang... menyalahkan orang lain ketika ada kejelekan dalam diri sendiri.... Sepertinya saya juga baru belajar untuk menerapkan semua itu... Matur Nuwun. Wassalamu'alaikum _____ regards, Risang Dipta Permana +6281393127309 From: Dewa Gede Permana <[email protected]> Pokok persoalan adalah mulut pada ribut dan suka ngoceh "gue pasti bener dan elu pasti salah". From: Achmad Saidi Itu mah maenan orang2 JIL aja Pak, yang di danai oleh AS dan Zionis.... Hal ini mereka lakukan karena mereka tidak bisa menghancurkan Islam dengan cara kekerasan... Hal yang sama "mereka" lakukan untuk memberangus kaum Muslimin di tanah Spanyol... Na'udzubillahi min dzalik.... Mana ada seorang Kyai menjadi satu2nya orang --yang mengaku-- beragama Islam menjadi tamu kehormatan dalam perayaan "HUT" negara Zionis Israel... selain dia..... Allohu 'alam, _____ Get <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
